Sabtu, 29 Agustus 2009

Pengantar Arsitektur dan Lingkungan

MODUL I


Pengantar Arsitektur dan Lingkungan


Oleh : Ir. Henny Gambiro, M.Si


1.1. Pembukaan


1.1.1. Tujuan pembelajaran


Mahasiswa memahami materi yang meliputi, sustainable development, prinsip prinsip menuju kehidupan berkelanjutan, penerapan pola hidup berkelanjutan


1.1.2. Manfaat pembelajaran


Mahasiswa dapat memahami perlunya “world conservation strategy”, dan menjelaskan makna pembangunan berkelanjutan



1.2. Isi Pelajaran


1.2.1. Strategi Konservasi Bumi


Masalah lingkungan mula-mula dibahas hanya di kalangan para ilmuwan, termasuk para pakar di Universitas di Indonesia. Namun sejak diadakan United Nations Conference of The Human Environment (UNCHE), Juni 1972 di Stockholm, Swedia, yang dihadiri oleh wakil 113 negara anggota PBB, dipimpin oleh Maurice Strong, maka masalah lingkungan hidup yang semula menjadi perhatian para ilmuwan bergeser menjadi perhatian pemerintah.


Kepedulian terhadap lingkungan, merupakan suatu reaksi terhadap kerusakan lingkungan oleh aktivitas manusia yang semakin meningkat, seperti tercemarnya lingkungan oleh pestisida, limbah industri dan transportasi, rusaknya habitat tumbuhan dan hewan langka, serta menurunnya estetika alam.


Contoh kerusakan lingkungan :


1. Di Los Angeles, USA (1950), kesehatan masyarakatnya telah terganggu oleh smog (smoke, asap and fog, kabut), yang menyelubungi kota. Asap dan kabut berasal dari limbah kendaraan dan pabrik yang mengalami fotooksidasi. Dengan adanya inversi termal di udara pada waktu-waktu tertentu, asap kabut terperangkap di udara di atas kota


2. Di sekitar teluk Minamata, baratdaya pulau Kyushu, Jepang (1953), terjadi wabah neurologis yang tidak menular diantara penduduk nelayan dan keluarganya. Penderita mengalami lemah otot, hilangnya penglihatan, terganggunya fungsi otak dan kelumpuhan yang banyak berakhir dengan kematian. Pada tahun 1959 diketahui bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh konsumsi ikan yang tercemar metilmerkuri, yang berasal dari limbah yang mengandung Hg dari beberapa pabrik kimia yang memproduksi plastik (PVC). Penyakit tersebut dikenal sebagai penyakit minamata.


3. Di sekitar Nigata, di utara Tokyo (1964-1965), terjadi ledakan kedua penyakit minamata. Di sini pun ikan merupakan konsumsi harian para korban. Ikan yang berasal dari laut dan dari sungai Agano yang mengandung limbah pabrik alat listrik.


4. Ledakan ketiga terjadi pada tahun 1973 di Goshonoura, pulau Amasuka yang berhadapan dengan Minamata. Walaupun air raksa di dalam air laut semula rendah, organisme tertentu dapat menimbun air raksa yang diserapnya dari lingkungan ke dalam tubuhnya. Peristiwa itu disebut sebagai bioakumulasi. Rantai makanan berlanjut dengan dimakannya ikan oleh burung, kucing, dan manusia. Karena itu gejala penyakit minamata tidak hanya terdapat pada manusia, melainkan juga pada burung dan kucing. Peningkatan kadar suatu zat melalui rantai makanan disebut sebagai pelipatan biologik.


Hasilnya, dibentuk United Nations Environment Programme (UNEP), yang merupakan lembaga khusus (special agencies) seperti WHO, FAO, dsb. Lembaga khusus ini mempunyai kewenangan melaksanakan program kerja melalui departemen di negara masing-masing



Selama 1972 - 1982, program Lingkungan Hidup masuk banyak negara, tumbuh banyak LSM di bidang Lingkungan Hidup. Namun, ironisnya pada dasawarsa ini justru banyak kerusakan lingkungan, seperti :


1. proses desertifikasi di Afrika yang mengakibatkan kelaparan, kemiskinan, dan penderitaan


2. suhu bumi meningkat


3. lapisan ozon menipis


4. pencemaran lingkungan sungai dan udara meningkat



Dalam keadaan seperti ini, lahir usaha UNEP bersama IUCN ( International Union for Concervation of Nature and Natural Resources ) dan WWF ( World Wide Fund for Nature ) mencetuskan gagasan The World Concervation Strategy dengan 3 sasaran :


1. memelihara proses ekologi yang penting dan sistem penunjang kehidupan.


2. melestarikan keanekaragaman hayati


3. memanfaatkan species dan ekosistem secara berkelanjutan.



Istilah pembangunan berkelanjutan (sustainable development) mulai populer sejak dikenalkannya strategi konservasi bumi tersebut.


- Dokumen ini menggugah perhatian masyarakat dunia pada masalah lingkungan dan pembangunan.


- Disadari bahwa pembangunan tidak seiring dengan lingkungan bahkan merusak lingkungan.


Strategi menuju kehidupan berkelanjutan diperlukan dengan cara memperhatikan Prinsip Kehidupan Berkelanjutan, seperti :


1. memelihara / menghormati komunitas kehidupan


2. memperbaiki /meningkatkan mutu kehidupan manusia


3. melestarikan keragaman bumi


4. menghindari pemborosan sumber daya alam


5. berusaha tidak melampaui kapasitas daya dukung bumi


6. mengubah gaya hidup orang per orang


7. mendukung kreativitas masyarakat untuk memelihara lingkungannya sendiri


Strategi ini berpijak pada 3 hal :


1. sederhana dan jelas, bahwa manusia di bumi ini ingin bertahan hidup. Lebih dari itu, manusia ingin hidup dengan menyenangkan, baik bagi kita yang hidup saat ini maupun bagi generasi berikutnya. Agar tercapai, maka perlu membangun dengan cara baru, harus belajar untuk hidup berbeda.


2. Bahwa untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia bergantung pada sumber daya bumi. Jika sumber daya berkurang / rusak, maka kebutuhan manusia dan generasi berikutnya tidak akan tercukupi, karena kita telah gagal merawat bumi dan bertahan pada gaya hidup yang boros, resiko semakin tinggi.


3. manusia tidak perlu kalah. Masih bisa menghilangkan resiko itu, dengan menjamin bahwa manfaat/hasil pembangunan didistribusikan secara merata, dan dengan belajar merawat bumi, serta hidup dengan berpandangan jauh ke depan



1.2.2. Globalisasi Masalah Lingkungan


Setelah berlangsungnya the UNCHE, 1972 di Stockholm, terbit laporan Gro Brundtland, pada 1987 yang berjudul Our Common Future yang disampaikan kepada Word Commission on Environmental and Development (WECD) - Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan), yang memperingatkan bahwa manusia harus melakukan perubahan gaya hidup dan gaya kerja mereka, agar luput dari penderitaan dan kerusakan lingkungan


Menurut laporan ini, khususnya di negara sedang berkembang, masalah lingkungan tidaklah bertentangan dengan pembangunan, karena untuk meningkatkan pembangunan dan membayar kembali hutangnya, negara-negara sedang berkembang terpaksa harus mengekploitasi sumber daya sehingga semakin merusak lingkungan negara tersebut. Jadi, laporan ini mengaitkan masalah lingkungan dengan pembangunan dan ekonomi dunia, yang menunjukkan bahwa tata ekonomi dunia sekarang merupakan salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan.


Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan telah mendefinisikan Pembangunan Berkelanjutan (sustainable development) sebagai pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan hari ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka.


Sehingga agar pembangunan dapat berkelanjutan, maka masalah ekonomi, sosial budaya dan ekologi harus dipertimbangkan


Pada tahun 1992, berlangsung Earth Summit - Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brasil yang merupakan pertemuan para pemimpin dunia yang dihadiri 179 negara yang terdiri dari Kepala Pemerintah, Pejabat Organisasi PBB, Tokoh-tokoh non Pemerintah (LSM) dan Kelompok-kelompok lain.


Pertemuan Internasional KTT Bumi menghasilkan lima kesepakatan :


1. Deklarasi tentang Lingkungan dan Pembangunan berisi 27 prinsip dasar yang menekankan keterkaitan antara pembangunan dan lingkungan.


2. Konvensi Perubahan Iklim, yakni suatu perjanjian yang bersifat mengikat ditujukan untuk menurunkan emisi karbon dioksida, gas metana dan gas rumah kaca lainnya di atmosfir.


3. Konvensi keanekaragaman hayati, suatu perjanjian yang mengikat untuk mencegah kerusakan keanekaragaman hayati serta untuk memperkenalkan standar-standar pelaksanaan dalam kerjasama penelitian, informasi, manfaat serta teknologi bagi sumberdaya genetik.


4. Dokumen Agenda 21 Global berisikan program aksi menuju pembangunan berkelanjutan untuk saat ini dan abad ke 21 (terdiri dari 800 halaman)


5. Prinsip-prinsip Pengelolaan Kehutanan, suatu perjanjian yang sifatnya tidak mengikat namun hutan merupakan sumberdaya penting bagi pembangunan ekonomi selain untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan pengelolaan daerah aliran sungai



Agenda 21 Global


- Agenda 21 Global merupakan salah satu dokumen yang dihasilkan pada KTT Bumi di Rio de Janeiro. Dokumen ini memuat program aksi Pembangunan Berkelanjutan secara global menjelang abad 21.


- Agenda tersebut terdiri atas 38 bab yang dibagi dalam 4 bagian yaitu


- Dimensi Sosial dan Ekonomi;


- Konservasi dan Pengelolaan SDM;


- Peranan Kelompok Utama;


- Sarana Implementasi.


- Agenda 21 Global harus ditindaklanjuti oleh masing-masing Negara, disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya bangsa tersebut.



Tindakan lanjutan dan penerapannya yang terkait dengan kegiatan utama manusia serta beberapa komponen pokok biosfer, meliputi kegiatan yang terkait dengan :


1. energi


2. bisnis, industri dan perdagangan


3. permukiman penduduk


4. hutan, air di daratan, laut dan daerah pantai


- Pada dasarnya teknologi tidak hanya dapat merusak lingkungan, tetapi teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah lingkungan.


- Dengan besarnya populasi manusia serta tingkat pertambahan penduduk yang tinggi, kebutuhan pangan, bahan bakar, pemukiman dan kebutuhan-kebutuhan dasar yang lain juga akan meningkat pula, yang pada akhirnya akan meningkatkan limbah domestik maupun limbah industri


- Selanjutnya hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan besar pada kualitas lingkungan hidup, terutama di negara sedang berkembang, di mana tingkat ekonomi dan tingkat penguasaan teknologi masih rendah.


- Masalah ini hanya dapat diatasi dengan meningkatkan kemampuan ekonomi yang disertai dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut


Bagi negara berkembang, masalah lingkungan dianggap lebih menyangkut negara maju (karena banyak menghadapi masalah pencemaran), sedangkan masalah utama di negaranya yang memprihatinkan adalah pembangunan memberantas kemiskinan.



Adakah pembangunan yang tidak mengakibatkan rusaknya lingkungan?


Pembangunan yang dicanangkan haruslah pembangunan dengan konsep yang bijaksana, dengan tujuan meningkatkan kualitas lingkungan yang dikenal dengan konsep Pembangunan Berkelanjutan, yaitu Pembangunan Berwawasan Lingkungan


- Dalam sektor industri, pengendalian lingkungan akibat limbah industri merupakan salah satu masalah yang perlu ditanggulangi bagi setiap negara berkembang yang akan masuk ke era industrialisasi.


- Pencemaran dan dampak yang ditimbulkannya baru dapat dideteksi setelah puluhan tahun berlangsung.


- Pada awalnya suatu industri berdiri dengan beberapa kegiatan pendahuluan, tidak menimbulkan keberatan dari masyarakat lingkungan sekitar.


- Setelah industri tersebut berdiri, masyarakat mulai mendekat dengan mendirikan pemukiman di sekelilingnya. Ketika industri tersebut dirasakan mulai mengganggu, masyarakat sekitar, yang mendekat setelah industri tersebut beroperasi, mulai protes.


- Keadaan seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi bila pola penggunaan lahan dan konsep tata ruang cukup jelas diterapkan.



Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dengan seperangkat petunjuk pelaksanaannya digunakan sebagai pedoman penetapan kegiatan analisis, pemantauan dan pengelolaan lingkungan hidup, baik untuk kegiatan yang sudah berjalan maupun yang masih sedang dalam tahap perencanaan.


- Untuk mengantisipasi dan mencegah kerusakan lingkungan, dimensi kebijaksanaan ekologi harus ikut dipertimbangkan bersamaan dengan dimensi ekonomi, perdagangan, energi, pertanian, dalam skala regional, nasional, internasional.



Isu Lingkungan Global


- Efek Gas Rumah Kaca


Adalah naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lainnya di atmosfir disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organic lainnya yang melampaui kemampuan tumbuh-tumbuhan dan laut untuk mengaborsinya. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfir, semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfir akan mengakibatkan suhu permukaan bumi jadi meningkat mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi yang dengan sendirinya akan berpengaruh pada pola tanam system pertanian.


Mengakibatkan meningkatnya suhu air laut dan terjadi kenaikan permukaan air laut. Meningkatnya suhu air laut sebesar 1,5°C - 4,5°C diperkirakan akan terjadi kenaikan permukaan sebesar 25cm - 140cm.


- Hujan Asam


Pembakaran bahan bakar fosil juga menghasilkan beberapa jenis oksida belerang dan berubah menjadi asam. Asam terbentuk ini akan turun ke permukaan bumi bersama-sama dengan air hujan sehingga terjadi hujan asam. Mengakibatkan kematian banyak organisme di sungai, korosi dan kerusakan hutan . Hujan asam juga akan meningkatkan kelarutan beberapa jenis logam, misalnya meningkatkan kadar Timbal (Pb) dalam air ledeng.


- Penipisan Lapisan Ozon


Klorofluorokarbon (CFC) yang merupakan salah satu gas buatan manusia dan banyak digunakan untuk bahan pendingin (refrigerant); gas pendorong dalam aerosol membuat plastik busa pada industri perabot rumah tangga. Styrophore sebagai bahan isolator dan bahan pelindung barang dalam kemasan.


CFC yang banyak bermanfaat untuk berbagai industri tersebut ternyata berdampak buruk dengan terjadinya penipisan Ozon di atmosfir bumi. Pada lapisan atmosfir terendah, ozon mengganggu kesehatan; namun pada lapisan atas atmosfir, ozon melindungi makhluk hidup di muka bumi dari sengatan radiasi ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.


1.2.3. Mutu Lingkungan Hidup


- pengertian mutu sangat penting, untuk menjadi dasar mencapai tujuan pengelolaan lingkungan.


- untuk mendapat mutu yang dikehendaki maka harus dinyatakan lebih dahulu keinginan kita seperti apa. Hal tersebut tidaklah mudah menentukannya, karena tiap orang mempunyai persepsi berbeda, dengan kata lain, mutu lingkungan yang baik adalah yang dapat membuat manusia kerasan dalam lingkungan tersebut.


- Subjektivitas ditentukan oleh faktor rizki yang cukup, faktor iklim atau faktor alamiah lainnya. Sebagai contoh, seseorang senang tinggal di USA / Eropa karena materinya terpenuhi, tapi tidak kerasan (musim dingin, kurang sosial). Jadi yang penting bukanlah masing-masing faktor secara tersendiri, akan tetapi ditentukan oleh totalisas suatu kondisi.


- “kerasan” bukanlah karena satu / dua faktor yang terpenuhi, tapi oleh integrasi faktor-faktor secara optimum, yang disebut holistic (memandang keseluruhan sebagai kesatuan)


- pengelolaan lingkungan untuk mendapatkan kondisi optimum didasarkan pada pertimbangan untung rugi, bersedia mengorbankan keuntungan tertentu, untuk dapat keuntungan lainnya.


- Pada hahekatnya manusia menganalisis manfaat dan resiko lingkungan agar kebutuhan hidupnya terpenuhi secara optimal. Rezeki, udara, kontak social, merupakan kebutuhan tapi tidak semua esensial, hanya sekedar tambahan untuk menikmati hidup.


- Kebutuhan esensial merupakan kebutuhan dasar akan kehidupan yang sehat, manusiawi, dan aman. Pengertian manusia tentang kebutuhan dasar dipengaruhi faktor sosial budaya, ekonomi, waktu, makin tinggi derajat. Pertimbangan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut, jangka pendek / panjang makin tinggi pula mutu lingkungan hidupnya dan sebaliknya


Mengaitkan mutu lingkungan dengan derajat pemenuhan kebutuhan dasar berarti lingkungan itu merupakan sumberdaya. Ada milik perorangan, seperti tanah, kaveling, dan ada milik umum, seperti pantai, laut, sungai, darat, udara, ikan laut terperbaharui (renewable), mempunyai daya regenerasi dan asimilasi terbatas


- selama eksploitasi dibawah batas daya regenerasi / asimilasi, sumberdaya terperbaharui dapat dipakai secara lestari. Namun, apabila batas tersebut dilampaui, sumberdaya tersebut akan rusak, dan fungsinya sebagai faktor produksi akan mengalami gangguan


- misalnya sumberdaya milik umum, sering digunakan untuk berbagai peruntukan secara bersamaan, untuk proses produksi dalam pabrik, mengangkut limbah, pelayaran, produksi ikan, atau keperluan rumah tangga. Biasanya pemanfaatannya tanpa bayaran (murah), unit produksi / konsumsi cenderung memanfaatkannya secara tidak rasional.


- Daya udara / air untuk mengasimilasi limbah telah dilampaui, menghadapkan manusia pada masalah pencemaran, menangkap ikan dengan racun, pukat harimau. Membuang limbah ke sungai


Agar bumi, air, kekayaan alam yang terkandung didalamnya, dikuasai negara dan digunakan untuk kemakmuran masyarakat, perlu dikembangkan sistem pajak dan pungutan lain, dan sistem insentif dan disinsentif, misalnya pabrik yang mengolah limbah dapat keringanan pajak


Adakah hubungan antara arsitektur dengan lingkungan ?


Hubungan antara arsitektur dengan lingkungan sangat erat, karena karya arsitektur dirancang untuk menjadi wadah untuk kegiatan manusia, baik yang berupa hunian, bangunan perkantoran, bangunan komersial, fasilitas umum dan fasilitas sosial, dsb.


Karya-karya arsitektur mengubah lingkungan hidup alami menjadi lingkungan hidup buatan. Hal tersebut dijelaskan pada bab khusus

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER