Minggu, 02 Agustus 2009

MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR 8

Minggu ke- 11-12


MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR


SEMESTER I / 3 SKS



Penjabaran Isi Satuan acara pengajaran

CAKUPAN ISI (Content Summarry)

Teknik warna


§ Rendering dengan warna


§ Jendela siang hari, senja dan malam hari


Tugas ke-9: Eksterior: Bangunan Sederhana, tenik warna


Tugas ke-10: Eksterior: Bangunan Publik, tenik warna


Rendering Obyek teknik warna perspektif (obyek diberikan)


TUJUAN PEMBELAJARAN (Learning Outcomes)


Melatih mahasiswa agar mampu:


§ Terampil membuat rendering dengan warna siang hari dan malam hari


§ Terampil membuat teknik arsir/ hitam-putih, tebal-tipis, terang-gelap, dangkal-dalam pada benda-benda tiga dimensi sederhana tersebut dengan menggunakan teknik warna


KRITERIA PENILAIAN (Assesment Criteria)


Potensi dalam menggambar, metode atau tata cara menggambar arsitektur.


METODE PENILAIAN (Assesment Method)


Tugas ke-8: Teknik Warna Siang


Tugas ke-9: Teknik Warna Malam


PENYAMPAIAN (Delivery)


§ Tatap muka


§ Diskusi


§ Tugas Individu


§ Studio



PUSTAKA (References)


Ching, Francis D.K., Grafik Arsitektur, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 1990.


Doyle, Michael E, Teknik Pembuatan Gambar Berwarna, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 2003.


Halse, Albert O, Architectural Rendering, MCGraw-Hill, Inc, NY, 1972


Mauro, Budi, Yasin, Teknik Menggambar Arsitektur, Bandung


Mofit, Cara mudah Menggambar, Gramedia, Jakarta, 2004


Sumintardja, Djauhari, Arsitektur, Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Bandung, 1981.


Tugas-tugas Mahasiswa Arsitektur Universitas Mercu Buana Jakarta


Wang, Thomas, Gambar Denah dan Potongan, Erlangga, Jakarta, 1999.


MATERI PENGAJARAN


WARNA


Warna sangat erat hubungannya dengan arsitektur. Di dalam kehidupan sehari-haripun warna mempunyai peranan yang sangat penting. Warna dipakai sebagai lambang atau memiliki arti tertentu.


Warna memiliki pengaruh-pengaruh psikologis yang berlainan terhadap seseorang. Dalam arsitektur warna tidak kalah pentingnya untuk bentuk luar bangunan dan bentuk di dalam bangunan.


Komposisi warna dapat dilakukukan dengan beberapa cara:


Warna yang berpokok pada tiga warna:


§ Warna primer/ utama: Kuning, Biru, Merah


§ Warna sekunder: Percampuran warna primer


§ Percampuran kuning dan biru menjadi hijau


§ Percampuran merah dan kuning menjadi jingga


§ Percampuran biru dan merah menjadi ungu


§ Warna tersier: Percampuran warna sekunder


image001



Warna yang berpokok pada empat warna:


Warna hijau dijadikan sebagai warna pokok sehingga menjadikan perbandingan antara warna -warna yang ‘panas’ (kuning sampai ungu) dan warna-warna ‘sejuk’ (biru sampai hijau kebiru-biruan)


image002 image003 image004 image005 merah


image006


‘sejuk’


image007 image008 image009 biru kuning


image010 ‘panas’


image011 hijau


Beberapa warna dasar dan pencampurannya


merah jingga kuning hijau biru nila ungu








image012



image013 image014Selain warna tersebut terdapat warna putih dan hitam


Warna hitam merupakan campuran dari ketiga warna primer (kuning, merah, biru).


Teknik warna


Teknik warna dapat diperoleh melalui: pensil warna, cat air (watercolor rendering, poster dan airbrush rendering, atau gabungan dari teknik-teknik tersebut.



Tebal tipisnya warna yang digunakan diatur menurut kebutuhan. Dengan cat plakat/ poster colour kita dengan mudah mempelajari hasil campuran berbagai warna dengan jelas. Cat plakat juga dapat dipakai untuk menutupi cat lain.


Untuk mencampur, sebaiknya gunakan alat pengaduk yang bersih dan tempat pencampuran yang disediakan satu tempat (alas gambar atau palet) untuk masing-masing warna. Gunakan pipet penyedot dan penetesan yang rapi.


Contoh alat yang digunakan:



image015


PENSIL WARNA


Cara memegang pensil warna seperti halnya memegang pensil (lihat materi modul ke-3). Pensil warna terdiri dari puluhan warna, ada juga pensil dengan fungsi ganda seperti cat air.


image016


image017



pastel


Biasa digunakan untuk menggambar pemandangan atau potret atau background. Dengan warna-warna yang banyak. Jika krayon mengandung minyak, pastel tidak mengandung minyak.


image018


image019 SPIDOL


Jenisnya banyak. Penggunaannya sama, langsung pada kertas. Bisa digunakan untuk menumpang pada teknik warna lain untuk mendapatkan warna yang dikehendaki. Sifatnya hampir sama dengan cat air, tetapi daya resapnya berbeda.


image020



image021





image022


cat air


Tebal tipis warna, gradasi terang-gelap dari cat air tergantung dari jumlah air yang digunakan. Bila dicampur dengan banyak air, warnanya akan tipis. Cat air memerlukan kertas gambar yang bisa menyerap air. Cat air bersifat transparan. Jika campuran lebih tebal ditambahkan pada kertas gambar yang sudah ada gambarnya, maka gambar menjadi tidak rata. Lebih baik gunakan cat plakat untuk menumpangi gambar yang sudah ada tersebut. Contoh gambar :


image023


CAT pLaKAT/ Poster


Seperti cat air, tetapi dalam pencampuran dengan air harus agak kental, pekat, sehingga bisa di cat dan diratakan seperti cat tembok. Gradasi gelap terang dan kepekatannya diperoleh dengan mengurangi warna terang (misalnya putih) atau menambah warna gelap (coklat, hitam).



AIRBRUSH


Teknik semprot warna. Pada media (kertas) haris diberi batas-batas bagian yang tidak disemprot.


Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan teknik warna



Naungan dan Bayangan


image024


Gradasi


image025


Atmosfer


image026



Pantulan



image027



TEKNIK WARNA DENGAN MARKER, PENSIL WARNA DAN PASTEL



image028



image029


image030




image031



image032



image033


image034




image035




image036


image037


image038


image039


image040



image041


image042



Jendela Siang Hari, Latar Depan


image043



image044


obyek di lapangan


Obyek di lapangan saat siang dan malam hari dapat dilihat pada contoh gambar foto berikut:


Siang hari


image045


Senja/ malam hari


image046


Siang hari


image047


Malam hari


image048


MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR


SEMESTER I / 3 SKS


TUGAS IX


BANGUNAN PUSGIWA/ KANTIN UMB/ .....


OBYEK LAPANGAN ESKTERIOR (BANGUNAN DAN LANSEKAP)


(TEKNIK WARNA)


* PERSPEKTIF


Tugas Mandiri: M11, 10% Nilai Akhir



TUJUAN


Melatih mahasiswa agar mampu:


1. Menggambarkan suatu obyek rancangan yang ada dengan teknik perspektif.


2. Mengaplikasikan teknik warna, sedemikian hingga timbul kesan tiga dimensi (dan bayangan) beserta bahannya (warna bentuk & tekstur). Aplikasi bisa dengan satu teknik saja (misalnya dengan teknik poster) atau beberapa teknik warna (misalnya teknik pensil warna, poster dan spidol) atau dengan tenik pensil atau/ dan teknik tinta (misalnya teknik cat air dan teknik tinta).


FORMAT KERTAS


Kertas putih tebal diatas 90 gr, ukuran 42 cm x 30 cm dengan garis tepi 1 cm dan kop standar yang telah ditentukan.


JADWAL


Pemberian dan penjelasan dimulai pada minggu ke-11 dan dikumpulkan pada minggu ke-11 setelah proses studio, sebelum jam 16.00 kepada Dosen/ Asisten.


TUGAS


Mahasiswa diminta untuk menggambarkan obyek rancangan eksterior............................ ........................................................ dengan teknik perspektif.


Berikan teknik warna, sedemikian hingga timbul kesan tiga dimensi (oleh peran cahaya dan bayangan) beserta bahannya (warna bentuk & tekstur).


image049


SELAMAT BEKERJA


MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR


SEMESTER I / 3 SKS


TUGAS X


MUSEUM FATAHILLAH/ MASJID AL AZHAR/ GEREJA KATEDRAL


OBYEK LAPANGAN ESKTERIOR (BANGUNAN PUBLIK DAN LANSEKAP)


(TEKNIK WARNA)


* PERSPEKTIF


Tugas Mandiri: M11, 10% Nilai Akhir



TUJUAN


Melatih mahasiswa agar mampu:


1. Menggambarkan suatu obyek di lapngan yang ada dengan teknik perspektif dimana peran cahaya memberikan tampak yang berbeda.


2. Menggambarkan kembali penghayatan suatu obyek tertentu dengan skala yang tepat sesudah melakukan pengukuran secermat-cermatnya


3. Mengaplikasikan teknik tebal-tipis, terang-gelap, dangkal-dalam dan bayangan pada suatu obyek di suatu ruang seperti tersebut diatas dengan menggunakan teknik warna, demikian hingga timbul kesan demensi (bayangan) beserta sifat bahan (tekstur).


FORMAT KERTAS


Kertas putih tebal diatas 90 gr, ukuran 42 cm x 30 cm dengan garis tepi 1 cm dan kop standar yang telah ditentukan.


JADWAL


Pemberian dan penjelasan dimulai pada minggu ke-13 dan dikumpulkan pada minggu ke-14 setelah proses studio, sebelum jam 16.00 kepada Dosen/ Asisten.


TUGAS


Mahasiswa diminta untuk menggambarkan obyek bangunan di lapangan dengan teknik perspektif.


Berikan teknik tebal-tipis, terang-gelap, dangkal-dalam pada benda-benda tiga dimensi sederhana tersebut dengan menggunakan teknikwarna sehingga memberikan tampak bentuk-bentuk yang berbeda oleh peran cahaya.



Buku panduan:


Ching, Francis D.K., Grafik Arsitektur, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 1990.


Doyle, Michael E, Teknik Pembuatan Gambar Berwarna, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 2003.


Halse, Albert O, Architectural Rendering, MCGraw-Hill, Inc, NY, 1972


Mauro, Budi, Yasin, Teknik Menggambar Arsitektur, Bandung


Mofit, Cara mudah Menggambar, Gramedia, Jakarta, 2004


Sumintardja, Djauhari, Arsitektur, Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Bandung, 1981.


Wang, Thomas, Gambar Denah dan Potongan, Erlangga, Jakarta, 1999.


Selamat bekerja



Oleh : IR. ANDJAR WIDAJANTI, MT

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER