Minggu, 02 Agustus 2009

MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR 7

Minggu ke- 9 - 10


MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR


SEMESTER I / 3 SKS



Penjabaran Isi Satuan acara pengajaran

CAKUPAN ISI (Content Summarry)

Teknik tinta


§ Aplikasi Teknik Tinta pada:


§ Gambar Denah, Tampak, Potongan Bangunan dengan Elemen Pelengkap


§ Gambar Perspektif: Perspektif Interior dan Eksterior


Tugas ke-7: Denah, Tampak, Potongan (gambar ulang dari literatur, teknik tinta dan warna)


Tugas ke-8: Perspektif Suasana Siang Hari dan Suasana Malam Hari (gambar ulang dari literatur, teknik tinta dan warna)


TUJUAN PEMBELAJARAN (Learning Outcomes)


Melatih mahasiswa agar mampu:


§ Terampil membuat rendering dengan tinta


§ Terampil mempresentasikan Denah, Tampak , Potongan Bangunan beserta Elemen Pelengkap yang lazim sesuai dengan ketentuan dan syarat teknik menggambar arsitektur.


KRITERIA PENILAIAN (Assesment Criteria)


§ Memperhatikan syarat-syarat teknik menggambar arsiitektur


§ Memperhatikan teknik terang-gelap, dangkal-dalam dengan menggunakan teknik tinta


§ Memperhatikan komposisi gambar tehadap bidang gambar


§ Memperhatikan skala dan proporsi elemen pelengkap terhadap gambar


METODE PENILAIAN (Assesment Method)


§ Syarat-syarat teknik menggambar arsiitektur


PENYAMPAIAN (Delivery)


§ Tatap muka


§ Diskusi


§ Tugas Individu


§ Studio



PUSTAKA (References)


Burden, Ernst, Penyajian Gambar Arsitektur, , Erlangga, Jakarta, 1984.


Ching, Francis D.K., Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Susunannya, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 2000.


Halse, Albert O, Architectural Rendering, MCGraw-Hill, Inc, NY, 1972


ITB, Jurusan Arsitektur, Buku Pegangan Mahasiswa, Pengantar Arsitektur, 1997-1998.


Mauro, Budi, Yasin, Teknik Menggambar Arsitektur, Bandung


White, Edward T., Halse, Albert O, Architectural Rendering, Collage of Architecture, Tallahassee, Florida


MATERI PENGAJARAN



Teknik TINTA



Teknik tinta paling banyak digunakan untuk presentasi arsitektur.


Hal yang perlu diperhatikan dalam teknik tinta adalah:


a. Kepekatan arsiran hanya dapat diperoleh selain dengan jumlah tarikan garis (banyak/padat) karena tinta mempunyai ketebalan warna yang sama.


dangkal dalam








image001




Gradasi vertikal dengan komputer


image002


garis


image003


guratan-guratan


image004


titik


image005


letra-tine



b. Cara penarikan garis yang konstan di seluruh bidang gambar.
















image006
image007
image008
image009
image010
image011









garis titik


Aplikasi teknik tinta


Teknik tinta dapat digunakan pada obyek dua dimensi maupun tiga dimensi.


Aplikasi teknik tinta pada benda tiga dimensi


Pada obyek misalnya kursi, meja, berikan teknik arsir/ hitam-putih, dangkal-dalam pada benda-benda tiga dimensi sederhana tersebut dengan menggunakan teknik tinta sehingga memberikan tampak bentuk-bentuk yang berbeda oleh peran cahaya


Contoh:


image012


Aplikasi teknik tinta pada bidang lantai dan dinding


Beberapa penggunaan teknik tinta (garis, titik dan beberapa jenis guratan) pada pola material lantai dan dinding yang memberikan kesan berbeda (lihat materi pada modul minggu ke-4)


Aplikasi teknik tinta pada denah, tampak dan potongan


Pola material, baik lantai, dinding, atap yang memberikan kesan berbeda, dimana secara efektif membedakan fungsi setiap ruang


image013


Denah


image014


Aksonometri


PERANAN NADA DAN DETAILNYA


Dalam mengaplikasikan nada pada sketsa, perlu dibedakan sumber-sumber nada yang berasal dari:


§ Tekstur, misalnya kulit kayu pada pohon, atap pada rumah atau bebatuan pada dinding.


§ Warna


§ Naungan dan bayangan


(Laseau, 2004)


image015


Tekstur


Terdapat beragam teknik untuk mengindikasi tekstur , berikut contoh-contoh tekstur:


image016


Warna


Mempresentasikan warna dalam medium sketsa hitam-putih merupakan tantangan.


Teori tentang warna mengenali 3 atribut dalam medium hitam-putih:


§ Rona (hue): representasi dari warna merah, biru, oranye


§ Intensitas (intensity): jumlah dari warna yang hadir, misalnya pink adalah merah yang intensitasnya rendah


§ Nilai (value): atribut yang sangat penting bagi warna, karena tampak dalam obyek


image017


untuk membedakan warna dari tekstur, nada dari warna sebaiknya diaplikasikan secara diagonal pada permukaan, untuk menghindari kerancuan dengan tepi permukaan ataupun indikasi dari tekstur.


Naungan dan Bayangan



Naungan adalah area yang relatif lebih gelap di permukaan obyek yang tidak menerima penyinaran langsung.


Bayangan adalah area gelap yang terbentuk di permukaan oleh obyek yang terkena sinar matahari.


image018


Bentuk dan Volume



Rendering untuk menggambarkan bentuk dan volume pada obyek dan material oleh pantulan, distorsi cahaya, permukaan yang dinaungi, tepi bayangan


image019 permukaan yang dinaungi lebih


terang dari pada bayangan yang jatuh


Detail dan Pola


Sketsa suatu obyek yang menarik menjadi berhasil jika dilengkapi dengan detail-detail subyek: kualitas material, kasar, halus, efek dari cuaca, dll dari detail-detail yang sudah direkam.


image020


Pengeditan


Sebagai suatu artifak komunikai, perlu pemanipulasian sketsa, agar suatu sketsa tidak membosankan, monoton dan tidak hidup, misalnya pola keseluruhan gambar tidak dirender, atau membiarkan beberapa area dari sketsa anda tetap putih (kosong).


image021




Latihan


Sketsa dari beberapa sumber nada: tekstur, warna, bentuk dan bayangan


Bangunlah sketsa..........


image022


Berikutnya ............


image023


Indikasikan naungan dan bayangan ............


image024


dilanjutkan dengan tekstur


Latihan


Mengaplikasikan Nada dan Detail



Contoh sketsa awal dengan menggunakan obyek di sekitar kita


image025


gambarlah tepian-tepian yang utama, tambahkan garis letak benda


image026


gunakan arsiran untuk mendapatkan tingkat kegelapan,


image027


image028


Latihan


Membangun Sketsa



Jalur, jalan dan ruang.


Prosesnya: merakit suatu divisi besar pemandangan, kemudian membagi-bagi lagi menjadi subdivisi


image029 image030


Contoh obyek di lapangan Sketsakan bingkai yang paling besar yang terdekat (kerangka pohon), tambahkan kotak dari fasade bangunan dan terowongan, bingkai ini menjadi latar depan, tengah dan belakang


image031 image032


Kerangkakan sub-elemen: pintu, jendela, dll


Selanjutnya,


image033


Lengkapi konstruksi sketsa dengan mengkerangkakan area dimana bayangan akan ditambahkan



Perspektif

Perspektif adalah proyeksi dengan garis proyeksi konvergen menuju ke sebuah titik pengamat, hasilnya sama dengan pandangan manusia.


image034


image035


image036


Setelah memahami dasar-dasar perspektif tersebut (lihat materi perkuliahan menggambar teknik), contoh berikut adalah rancangan dengan aturan-aturan komposisi dan rendering.


image037 image038image039




MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR


SEMESTER I / 3 SKS



TUGAS VII


Denah, Tampak, Potongan


(gambar ulang dari literatur, teknik tinta dan warna)


* PERSPEKTIF


Tugas Mandiri: M9, 10% Nilai Akhir



TUJUAN


Melatih mahasiswa agar mampu:


§ Mempresentasikan Denah, tampak, Potongan dan Perspektif beserta ketentuan dan syarat-syaratnya dengan teknik menggambar arsitektur.


§ Membuat gambar berbagai jenis Elemen Pelengkap yang lazim, digunakan dalam gambar arsitektur (berbagai jenis pohon, vegetasi lain, orang, mobil dan lain-lain)


§ Mengaplikasikan teknik terang-gelap, dangkal-dalam, bayangan dengan menggunakan media tinta dan warna


FORMAT KERTAS


Kertas putih tebal min. 100 gr, , ukuran 42 cm x 30 cm dengan garis tepi 1 cm dan kop standar yang telah ditentukan.



JADWAL


Pemberian dan pejelasan dimulai pada minggu ke-9 dan dikumpulkan pada minggu ke-9 setelah proses studio, sebelum jam 16.00 kepada Dosen/ Asisten.


TUGAS


Mahasiswa menggambar Denah, tampak, Potongan dan Perspektif di kertas (A3) dan menambahkan elemen pelengkap arsitektural pada gambar yang dipresentasikan dengan teknik render tinta dan warna


Gambar yang diminta


§ Denah


§ Tampak


§ Potongan


§ Perspektif


Teknik presentasi render tinta dan warna


HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


§ Teknik menggambar arsitektur bukan melukis.


§ Perhatikan kompsisi gambar tehadap bidang gambar


§ Skala dan proporsi elemen pelengkap terhadap gambar



Buku panduan:


Ching, Francis D.K., Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Susunannya, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 2000.


Halse, Albert O, Architectural Rendering, MCGraw-Hill, Inc, NY, 1972


Mauro, Budi, Yasin, Teknik Menggambar Arsitektur, Bandung


White, Edward T., Halse, Albert O, Architectural Rendering, Collage of Architecture, Tallahassee, Florida


Selamat bekerja


image040


MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR


SEMESTER I / 3 SKS


TUGAS VIII


Suasana Siang (5% NA) dan Suasana Malam (5%NA)


* PERSPEKTIF


Tugas Mandiri: M10, 10% Nilai Akhir



TUJUAN


Melatih mahasiswa agar mampu:


§ Mempresentasikan Perspektif beserta ketentuan dan syarat-syaratnya teknik suasana Siang dan Suasana Malam


§ Membuat gambar berbagai jenis Elemen Pelengkap yang lazim, digunakan dalam gambar arsitektur (berbagai jenis pohon, vegetasi lain, orang, mobil dan lain-lain)


§ Mengaplikasikan teknik terang-gelap, dangkal-dalam, bayangan dengan menggunakan media warna


FORMAT KERTAS


Kertas putih tebal min. 100 gr, , ukuran 42 cm x 30 cm dengan garis tepi 1 cm dan kop standar yang telah ditentukan.



JADWAL


Pemberian dan pejelasan dimulai pada minggu ke-9 dan dikumpulkan pada minggu ke-10 setelah proses studio, sebelum jam 16.00 kepada Dosen/ Asisten.


TUGAS


Salinlah gambar berikut ini dengan teknik tinta dalam kertas A3. Perhatikan proporsi antara gambar dan media kertas. Lengkapi gambar dengan latar depan dan latar belakangnya (asumsikan sendiri).


Kemudian, fotocopy (dalam kertas A3 tebal) warnailah gambar obyek rancangan tersebut dengan teknik warna.


- Suasana Siang hari


- Suasana Malam hari


Selain jenis kertas dan jenis pewarna yang digunakan (misalnya: tinta untuk outline , pensil warna, marker, pastel, atau yang lain?), perhatikan hal-hal dalam teknik warna untuk suasana siang dan malam hari (jendela, atmosfer, elemen-elemen arsitektur)


Kriteria Penilaian:


Presentasi rendering bahan, tebal-tipis, terang-gelap, dangkal-dalam, dan bayangan



Buku panduan:


Ching, Francis D.K., Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Susunannya, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 2000.


Doyle, Michael E, Teknik Pembuatan Gambar Berwarna, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 2003.


Halse, Albert O, Architectural Rendering, MCGraw-Hill, Inc, NY, 1972


Mauro, Budi, Yasin, Teknik Menggambar Arsitektur, Bandung


White, Edward T., Halse, Albert O, Architectural Rendering, Collage of Architecture, Tallahassee, Florida


Selamat bekerja



Oleh : IR. ANDJAR WIDAJANTI, MT

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER