Senin, 27 Juli 2009

MENGGAMBAR TEKNIK

MENGGAMBAR TEKNIK


1. Gambar Sebagai Media Komunikasi Teknik


Komunikasi tercipta oleh adanya pertukaran informasi dua arah, yaitu pembicara dan pendengar. Komunikasi dapat saja berupa ucapan yang diikuti oleh artikulasi suara, atau pun berupa isyarat, mimik, gerak tubuh ataupun berupa gambar.


Gambar sebagai media komunikasi diperlukan untuk memberikan kejelasan pada suatu ide atau rencana dari seseorang kepada komunikannya, baik itu seorang karyawan, pimpinan, user/ pengguna dan sebagainya.


image001


Gambar 1. Sebuah Sketsa Awal Suatu Ide


Seorang perancang akan dapat mengkomunitasikan lewat sketsa yang dibuatnya di atas kertas kepada rekannya pada tempat/ kantor dimana mereka bekerja. Akan menjadi rumit dan membingungkan manakala sketsa tersebut hadir berupa gambar dan harus dibaca oleh orang di luar lingkup divisi atau tempat mereka berada, atau dapat anda bayangkan bila mana orang tersebut adalah orang dari negara lain yang jelas memiliki bahasa yang berbeda dan dari tempat yang benar-benar berbeda. Untuk itu dibutuhkan standarisasi gambar yang dapat dimengerti dan dijadikan sebagai bahasa komunikasi bagi penggunanya.


2. Gambar Teknik


Bentuk gambar yang pertama kali ada berupa hieroglyphics di Mesir, yang kemudian disederhanakan dan menjadi simbol-simbol abstrak yang dipakai dalam huruf dan angka seperti saat ini.


Sebuah gambar adalah suatu bentuk goresan yang sangat jelas yang bersumber dari penggambaran benda sesungguhnya, ide atau sebuah rancangan gambar. Gambar dapat ditujukan pada dua hal, yakni :


a. Gambar sebagai suatu perwujudan artistik, dan


b. Gambar sebagai tujuan teknik.



2.1 Gambar Sebagai Art


Para seniman / artis telah mempergunakan gambar-gambar untuk mengungkapkan keindahan, filosofi atau ide-ide abstrak lainnya. Saat ini media komunikasi televisi, menayangkan gambar-gambar berupa film, iklan dan sebagainya untuk menarik minat atau penyampaian suatu informasi dan hal itu dimengerti orang.


2.2 Gambar Untuk Teknik


Gambar teknik pada permulaannya telah dipergunakan untuk merancang bangunan, benteng-benteng pertahanan atau pun strategi perang hal ini dapat diketahui melalui artepak-artepak berupa peralatan gambar dan hasil gambar mereka. Peralatan tersebut dapat dilihat pada museum. Seperti ; Jangka dibuat dari perunggu dan kira-kira sama besar dengan jangka pada saat ini, pena yang menyerupai bambu, dan lain sebagainya. Saat ini gambar teknik sudah menggunakan teknologi komputer, AutoCAD, mulai dari release 11. 12, 14 dan 2000 ( Untuk menggambar teknik permesinan dengan AutoCad Mechanical Desktop, dsb. ).


image002


Gambar 2 Tampilan gambar tiga dimensi dengan autocad


3. Perlengkapan Gambar


Keahlian menggambar yang dimiliki seseorang jika tidak dilengkapi dengan kepiawaiannya dalam menggunakan alat-alat gambar tentu saja tidak akan maksimal pada hasilnya.


Peralatan gambar itu meliputi meja gambar, siku-T, segitiga, skala arsitek atau skala insinyur dan satu set instrumen gambar lainnya seperti mesin gambar, rol, pulpen dan pensil mekanik, mal, penghapus dan komputer,


Keuntungan menggunakan perlengkapan gambar ini adalah :


a. Accuracy/ ketepatan


b. Speed/ kecepatan


c. Legibility/ keterbacaan.


d. Neatness/ Kebersihan


4. Gambar Sebagai Bahasa Teknik


Walaupun orang di seluruh dunia berbicara dengan bahasa yang berbeda-beda, suatu bahasa gambar yang umum telah ada sejak awal waktu. Bentuk tulisan yang paling awal adalah melalui bentuk gambar, misalnya hieroglyphics Mesir. Kemudian bentuk-bentuk ini disederhanakan dan menjadi simbol-simbol abstrak yang dipakai dalam tulisan kita hari ini.


Sebuah gambar adalah suatu bentuk goresan yang sangat jelas dari benda nyata, ide atau rencana yang diusulkan untuk pembuatan atau konstruksi selanjutnya. Gambar mungkin berbentuk banyak, tetapi metode membuat gambar yang sangat jelas adalah sebuah bentuk alami dasar dari komunikasi ide-ide yang umum.


Dalam dunia permesinan penemuan-penemuan baru dalam bidang permesinan seperti mesin-mesin otomatis mempermudah kerja manusia. Pada awalnya penemuan itu tercipta dalam pikiran ilmuwan yang ahli dalam bidang permesinan. Suatu mesin, struktur atau sistem baru harus ada dalam pemikiran insinyur atau pembuata rencana sebelum bisa menjadi kenyataan. Konsep awal atau ide biasanya tertulis pada kertas atau sebagai suatu gambar pada layar komputer dan dikomunikasikan pada orang lain melalui bahasa gambar (graphic language) dalam bentuk sketsa-sketsa tangan.


Untuk itu seorang sarjana teknik mesin harus mampu menuangkan ide-ide ciptaannya ke dalam gambar-gambar sketsa. Disamping itu seorang sarjana teknik mesin harus mampu memberi contoh cara mengerjakan, langkah-langkah kerja atau proses pembuatan mesin kreasinya.


5. Bahasa Gambar


Gambar teknik paling awal yang pernah ada adalah gambar denah untuk sebuah rencana benteng yang digambarkan oleh insinyur bangsa Chaldean kira-kira 4000 tahun yang lalu yang bernama Gudea yang diukir pada kepingan batu. Gambar itu dibuat serupa dengan denah yang dibuat oleh arsitek jaman sekarang. Walaupun sudah berusia 4000 tahun tetapi para insinyur dapat membaca gambar itu. Dengan kata lain gambar dapat dipakai sebagai alat komunikasi yang paling efektif dibandingkan dengan bahasa tulisan.


Dalam dunia teknik, komunikasi secara lisan akan banyak menimbulkan kesulitan. Hal ini karena di dunai ini terdapat banyak macam bahasa dan dialek-dialek yang digunakan sehingga kemungkinan seseorang sulit mengerti atau bahkan tidak tahu apa yang dibicarakan oleh orang yang berbeda bahasanya.


Seseorang yang berkomunikasi secara lisan dengan orang lain yang berbeda bahasa akan menterjemahkan bahasa orang lain tersebut ke dalam bahasanya sendiri. Baru setelah itu dapat menterjemahkan bahasa serta kehendak dari orang lain tersebut.


Kesulitan semacam ini sangat dirasakan di kalangan orang-orang yang berkecimpung di bidang teknik. Misalnya, dalam suatu bengkel, seseorang memesan sebuah poros yang sederhana, maka pemesan tersebut harus berbicara dengan pembuatnya. Pembicaraan itu kadang memakan waktu yang lama untuk hasil yang diharapkan. Tentu saja cara diatas tidak efisien dipandang dari segi kehilangan waktu.


Untuk mengatasi hal diatas, orang-orang yang berkecimpung di bidang teknik berusaha mendapatkan cara berkomunikasi yang lebih universal dan bisa dimengerti oleh orang-orang teknik di seluruh dunia. Untuk mencapai maksud diatas, orang-orang teknik menggunakan gambar sebagai alat berkomunikasi dalam pekerjaan mereka di bidang teknik dan industri.


Pada saat seorang perencana meminta pekerja atau pelaksana untuk mengerjakan suatau benda kerja, ia cukup memberikan suatu gambar kerja. Dalam peristiwa ini perencana menggunakan gambar sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pelaksana.


6. Fungsi Gambar


Gambar yang sangat jelas telah berkembang melalui dua jalur yang berbeda, menurut tujuannya gambar dibedakan menjadi: (1) artistik dan (2) teknik.


Sejak waktu permulaan, para artis telah mempergunakan gambar-gambar untuk menyatakan keindahan, filosofi atau ide-ide abstrak lainnya. Orang belajar dengan cara berbincang-bincang dengan orang tua mereka dan dengan melihat patung, foto atau gambar-gambar ditempat umum. Setiap orang bisa mengerti foto-foto, dan mereka adalah sumber informasi utama. Jalur lain di mana gambar telah berkembang adalah dalam bidang teknik. Dalam gambar teknik, pembuat gambar menuangkan ide perencanaan dari suatu benda atau bangunan yang akan dibuat atau dibangun.


Perkembangan gambar teknik dimulai dari dataran Eropa. Pada awal abad ke-15, teori tentang proyeksi benda terhadap bidang imajinasi atau bidang proyeksi diketemukan oleh arsitek-arsitek Italy. Teori ini dikenal sebagai gambar perspektif. Teori proyeksi tegak lurus atau proyeksi orthogonal baru dibuat pada abad ke-19, setelah pengetahuan tentang gambar teknik tersebar ke seluruh dunia. Proyeksi ini disebut juga proyeksi kwadran I (The first angle projection).


Di Amerika timbulah aliran-aliran yang pro dan kontra terhadap teori proyeksi ini. Kemudian lahirlah sebuah pendapat yang mengatakan bahwa letak pandangan-pandangan pada gambar proyeksi bisa ditempatkan pada tempat yang semestinya atau secara natural, yaitu pandangan kanan ditempatkan di sebelah kanan pandangan depan, pandangan atas diletakkan di atas pandangan depan dan sebaliknya. Teori ini kemudian disebut proyeksi kwadran III (the third angle projection).


7. PENGEMBANGAN GAMBAR DAN KEADAAN TEKNIK


Sejak permulaan sejarah, perkembangan pengetahuan teknik telah disertai, dan sangat memungkinkan, oleh suatu gambar yang sesuai. Saat ini hubungan dekat antara penerapan teknik dan ilmu pengetahuan dan bahasa gambar umum lebih penting dari yang pernah ada sebelumnya, maka para insinyur, ilmuwan dan teknisi yang mengabaikan atau kurang bagus dalam cara menyampaikan pernyataan prinsipnya di bidang teknik adalah buta huruf dalam jabatannya. Maka, latihan penerapan gambar teknik sesungguhnya dibutuhkan pada setiap sekolah teknik.


Pada permulaan industri, perencana dan pembuat merupakan orang yang sama. Dalam hal demikian gambar hanya berarti sebagai alat berfikir, dan gambar hanya merupakan gambar konsep. Oleh karena itu aturan gambar tidak diperlukan.


Seiring dengan perkembangan jaman, maka gambar teknik yang semula hanya merupakan gambar konsep berubah menjadi fungsi gambar “untuk menyampaikan informasi” dan “cara berpikir”. Standar gambar harus dipersiapkan sebagai standar yang berlaku untuk umum.


Sebagai bahasa universal yang digunakan di seluruh dunia, gambar teknik juga mempunyai susunan tata bahasa dan strukturnya. Artinya dalam gambar ada aturan tertentu yang seragam, seragam dalam bentuk dan maksudnya agar mudah dipahami dan dimengerti oleh semua orang. Aturan tersebut dinamai normalisasi.


Dalam dunia internasional, badan internasional yang menangani masalah normalisasi adalah International Standard Organization (ISO). Badan ini mengurusi normalisasi di bidang teknik, kecuali untuk listrik dan elektronika. Untuk bidang elektronika ditangani oleh ICE (International Commission Electrotechnical).


8. SIFAT-SIFAT GAMBAR


Sifat-sifat gambar dapat berupa tujuan-tujuan gambar yaitu:


1. Internasionalisasi gambar


Agar supaya tujuan pembagian kerja secara internasional dan perkenalan dengan teknologi asing, maka penunjukan-penunjukan dalam gambar harus sama secara internasional, maupun ketentuan-ketentuan dari pengertian cara-cara penunjukan dan lambang harus diseragamkan secara internasional.


2. Mempopulerkan gambar


Dalam lingkungan teknologi tinggi, akibat dikenalnya teknologi, golongan yang harus membaca dan mempergunakan gambar meningkat jumlahnya. Akibatnya diperlukan mempopulerkan gambar.


3. Perumusan gambar


Hubungan yang erat antara bidang-bidang industri yang berlainan seperti permesinan, struktur, kapal dan lain-lain, untuk mempersatukannya dalam satu proyek besar diperlukan perumusan yang tepat dalam mengidentifikasi standar-standar gambar masing-masing.


4. Sistimatika gambar


Dalam gambar kerja, isi gambar menyajikan banyak perbedaan-perbedaan, tidak hanya dalam penyajian bentuk dan ukuran, tetapi tanda-tanda toleransi ukuran, toleransi bentuk dan keadaan permukaan juga.


Dilain pihak, bersamaan dengan sistematika teknologi, pentingnya gambar dengan lambang grafis telah meningkat, dan lambang-lambang ini dipergunakan secara luas sebagai diagram blok atau aliran proses dalam berbagai-bagai bidang industri.


Dibawah keadaan-keadaan demikian, jangkauan yang berkembang dan isi gambar sangat memperkuat susunan dan kosolidasi sistem standar gambar.


5. Penyederhanaan gambar


Penghematan tenaga kerja dalam menggambar adalah penting, tidak hanya untuk mempersingkat waktu, tetapi juga untuk meningkatkan mutu rencana. Oleh karena itu penyederhanaan gambar menjadi masalah penting untuk menghemat tenaga dalam menggambar.


6. Modernisasi gambar


Bersamaan dengan kemajuan teknologi, standar gambar juga telah dipaksa mengikutinya. Dapat disebutkan di sini cara-cara modern yang telah dikembangkan. Seperti misalnya pembuatan film mikro, mesin gambar otomatis dengan bantuan komputer, perencanaan dengan bantuan komputer, dll.


image003


Dengan meningkatnya ukuran industri banyak perusahaan yang mempergunakan gambar seperti tampak pada Gb. 3. Gambar-gambar yang dipergunakan dengan sendirinya


c. Perumusan Gambar


Hubungan yang erat antara bidang-bidang industri sepsrti permesinan, struktur perkapaian, perumahan atau arsitektur, dan teknik sipil, masing-masing dengan kemajuan masyarakat teknologinya, tidak memungkinkan menyelesaikar suatu proyek dari satu bidang saja secara bebas, bahkan dari itu, telah menjadi suatu keharusan untuk menyediakan keterangan-keterangan gambar yang dapat / dimengerti terlepas dari bidang-bidang di atas. Untuk tujuan ini masing-masing bidaig akan mencoba untuk mempersatukan dan mengidentifisir stand ar-standar gambar.


d. Sistematika Gambar


Mengingat gambar kerja saja, isi gambar menyajikan baryak perbedaan-perbedaan, tidak banya dalam penyajian bentuk dan ukuran, tetapi tania-tanda toleransi ukuran, toleransi bentuk dan keadaan permukaan juga.


Di lain pihak bersamaan dengan sistematika teknologi, rentingnya gambar dengan lambang grafis telah meningkat, dan lambang-lambang ini dipergunakan secara luas sebagai diagram blok atau aliran proses dalam berbagai-bagai ndang industri.


Di bawah keadaan-keadaan demikian, jangkauan yang bertembang dan isi gambar sangat memperkuat susunan dan konsolidasi sistem standar ganbar.


e. Penyederhanaan Gambar


Penghematan tenaga kerja dalam menggambar adalah renting, tidak hanya untuk mempersingkat waktu, tetapi juga untuk meningkatkan mutu rencana.


Oleh karena itu penyederhanaan gambar menjadi masalai penting untuk menghemat tenaga menggambar.


5.2 Sifat-sifat Gambar dan Perkembangan Standar Gambar a. Kepastian gambar


Fungsi gambar sebagai sumber informasu yang menghu:ungkan perancang dengan orang-orang yang mempergunakannya, seperti tampak iada Gb. 3, harus berisi keterangan-keterangan yang cukup dan pasti dan tidak toleh menimbulkan keragu-raguan. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila dikatakan b&wa sejarah perkembangan gambar adalah mengejar kepastian.


Akhir-akhir ini-menjadi sangat sulit untuk menambah tetidak sempurnaan gambar


dengan konsultasi antara perancang dan karyawan teknik, atau rapat-rapat teknik, karena pembagian produk, pemeriksaan, dan perakitan, serta jumlah sub kontraktor.


Lagi pula jenis produk menjadi beraneka ragam. Akibatnya menjadi sulit bagi pekerja kawakan untuk menentukan arti gambar yang tidak lengkap.


Daiam hal kerja sama internasional, kepastian internasional diinginkan oleh gambar. Lambang-lambang harus dipergunakan daripada catatan-catatan dalam suatu bahasa dan pengertiannya harus seragam secara internasional.


Persyaratan produk menjadi makin tinggi. Di lain pihak isi gambar harus selalu pasti. Persyaratan-pcrsyaratan ini seringkali berlawanan.


Pengejaran kepastian mengandung banyak masalah rumit. Pertama, kemajuan pesat dari gambar yang sederhana dan penyederhanaannya saling berlawanan.


Kedua, suatu keinginan untuk menyajikan isinya dengan tepat, dalam mengejar kepastian, mungkin adalah penyebab dari pengertian yang tidak meragukan.


Oleh karena itu dalam membuat standar^hal yang penting adalah sampai sejauh mana kepastian tersebut dapat dikompromikan, dengan ketentuan kondisi optimal dari standar harus ditetapkan.


b. Hubungan Antara Fungsi dan Sifat Gambar


Hubungan antara fungsi dan sifat gambar diperlihatkan pada Gb, 4. Pada gambar ini dapat dilihat bahwa sebuah fungsi dipengaruhi oleh beberapa sifat.


Di antara fungsi-fungsi gambar, "penyampaian informasi" merupakan yang terpenting, dan dipengaruhi oleh banyak sifat. Oleh karena itu, sifat penyampaian informasi tersebut harus diutamakaa daripada yang lain.


Penyederhanaan dan pengurangan tenaga untuk mengambar diharapkan menjadi yang paling penting untuk gambar perancang, yang mempersiapkan informasi.


Penyederhanaan gambar dan pengurangan tenaga untuk menggambar mungkin akan menyebabkan ketidak sempurnaan gambar atau akan mengganggu kesederhanaannya.


Dengan perkataan lain, "gambar yang dipakai oleh orang lain" harus dipersiapkan dan informasi yang sejenis harus disampaikan.


c. Sifat dan Pengembangan Standar Gambar


Standar gambar menghubungkan "persiapan informasi" dan "penyampaian informasi", dan kepastian memegang peranan seperti disebut di atas.


Standar gambar, seperti, pada Gb. 5 telah berjalan dalam arah ksnajuan isi, untuk mempertahankan kepastian dan spesialisasi dalam tiap bidang, dan cuam arah standar perusahaan dan standar perdagangan ke standar nasional.


Dalam suasana demikian seperti keadaan teknologi yang surah maju tinggi, masyarakal yang sudah sama rata dan internasional, sepert. disebut di aus, standar gambar diperlukan untuk mengambil langkah ke kesederhanaan, keKimarataan, dan internasionalisasi.


image004


Oleh : Ir. Nanang Ruhyat

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER