Senin, 27 Juli 2009

PENGANTAR GAMBAR TEKNIK

Minggu I


PENGENALAN ALAT


Dalam menggambar teknik, untuk dapat menghasilkan gambar drngan kualitas yang baik dibutuhkan beberapa alat bantu gambar sebagai berikut,


1. Pinsil Gambar


Ada dua macam pensil yang dapat dipergunakan yaitu:



  • b. Pensil Mekanis, pensil ini dilengkapi dengan isi pensil yang bergaris tengah 0,5 mm dan tdk perlu diruncingkan lagi (akan tetap tajam). Namun untik membuat garis yang benar-benar halus dan tetap tegas, pensil inipun harus dipuatar menurut sumbunya pada waktu menarik garis. Untuk garis relatif lebih tebal dan jelas, anda harus menarik pensil anda beberapa kali. Isi pensil semacam ini yang bergaris tengah 0.3 mm, 0.7 mm, dan 0.9 mm juga ada.


image001



  • c. Pensil Biasa, pensil ini terbuat dari kayu kayu yang dapat juga dipakai untuk membuat gambat teknik, katunya harus dikupat sepanjang ¾ ‘ sehingga isi pensilnya terbuka dan dapat diruncingkan seperti pensil yang bertangkai.

image002


Tingkat kerasnya isi pensil gambar tergantung dari:


a. Jenis isi pensil yang berkisar dari 9H (paling keras) sampai 6B (paling lunak).


b. Jenis dan sifat permukaan kertas (kasar atau halus) : semakin kasar permukaannya, semakin keras pinsil yang harus anda pakai.


c. Permukaan meja/alas kertas gambar: semakin keras permukaannya, semakin terasa lunak pensil yang dipakai.


d. Kelembaman: kondisi udara yang mempunyai kelembaman yang tinggi cenderung memperkeras isi pensil.


Jenis Isi pensil:



  • 4H: Keras dan padat, digunakan untuk menggambar rencana yang menuntut ketelitian tinggi, tidak cocok untuk menggambar yang final, tidak boleh ditekan terlalu kuat sewaktu menggambar karena akan meninggalkan bekas di atas kertas dan sukar dihapus, jika dipakai untuk menggambar diatas kertas kalkier hasil cetak birunya tidak jelas.

  • 2H: Agak keras, jenis yang paling keras yang bias dipakai untuk gambar final, sukar dihapus jika ditekan terlalu kuat.

  • F dan H: Sedang, cocok untuk segala keperluan, dipakai untuk membuat rencana, gambar final dan menulis.

  • Lunak, dipakai untuk membuat garis dan tulisan yang besar/lebar dan jelas, perlu kesabaran untuk membuat garis-garis yang halus, mudah dihapus, hasil cetak birunya cukup baik, mudah luntur bila kena gesekan.

2. Pena/Rapido


Pena gambar teknik mampu menghasilkan garis yang lebarnya tertentu, pena ini dapat dipakai baik untuk gambar dengan tangan bebas maupun gambar-gambar teknik yang memakai tinta. Seperti halnya dengan tangkai pensil, pena gambar teknikpun mempunyai banyak jenis dan cara memakainya tergantur dari pabriknya. Namun, hampir semua pena teknik, menggunakan kawat halus untuk memperlancar aliran tinta. Kawat tersebut berada di dalam ujung pena yang berbentuk pipa halus, ukuran pipa pena inilah yang menentukan lebat garisnya. Ada 12 macam ukuran pena, mulai dari 5x0 (paling halus) sampai 6 (2mm). Ada beberapa ukuran pena yang harus ada bagi mereka yang baru pertama kali membeli satu set pena gambar antara lain pena teknik ukuran 0.1 mm, 0.2 mm, 0.4 mm, dan 0.8 mm. Pastikan bahwa pena yang anda pakai mempunyai ujung cukup panjang, sehingga melampaui ketebalan kayu penggaris anda dan rata ujungnya.


3. Penggaris Segi Tiga


Penggaris segitiga berukuran kecil sangat membantu untuk membuat arsir pendek silang pada permukaan atau bagian yang tidak begitu luas maupun untuk membuat tulisan. Segitiga siku-siku sama sisi den segitiga siku-siku dengan sudut 60o dan 30o dapat digunakan dalam kombinasi untuk membuat garis denga sudut kelipatan 15o. Penggaris segitiga dengan salah satu sudutnya dapat diubah sesuai dengan keinginan sangat berguna untuk menggambar garis-garis miring dalam gambar tangga dan atap.



4. Jangka/Sablon Lingkaran


a. Sablon


ada beberapa sablon yang digunakan dalam menggambar, antara lain:


- Sablon lingkaran, alat yang paling mudah dipakai untuk menggambar lingkaran-lingkaran yang kecil dan ukurannya tetap


- Sablon interior, sablon ini sangat beguna untuk mengisi interior pada gambar denah, bentuknya dapat berupa geometris, perlengkapan plambing, furniture.


- French curve, sablon/penggaris yang digunakan untuk menggambar garis-garis yang tidak mempunyai jari-jari, seperti untuk menggambar kontur.


b. Jangka


adalah alat yang memungkinkan pena gambar dipasang disalah satu kaki jangga. Jangka sangat bermanfaat untuk membuat gambar lingkaran yang jari-jarinya tidak


tertentu, lingkaran dengan jari-jari besar dan hampir untuk semua gambar yang memakai tinta.


5. Alat Penghapus


Biasakan memakai penghapus yang paling lunak yang sesuai dengan tugas anda untuk menghindakan adanya bekas-bekas pada kertas gambar. Jangan menggunakan karet penghapus untuk tinta, karena biasanya jenis ini mudah merusak permukaan kertas gambar.


Perisai untuk penghapus garis adalah alat yang digunakan untuk membantu dalam menghapus; pakailah yang lubangnya berbentuk persegi panjang sehingga memungkinkan anda menghapus bagian gambar yang ingin dihilangkan dengan tepat juga untuk melindungi permukaan kertas gambar anda ketika anda menggunakan penghapus elektris.


image003 image004


image005


image006


PENGERTIAN MENGGAMBAR TEKNIK DAN ELEMEN PELENGKAPNYA


Menggambar merupakan salah satu cara komunikasi antara seseorang dengan yang lainnya. Hal ini dapat dipahami karena dengan melihat suatu gambar maka seseorang akan dapat mengerti arti gambar itu, atau mengerti maksud si pem­buat gambar sehingga terjadi komunikasi antara si penggambar dengan orang yang melihat gambar tersebut. Namur, arti suatu gambar bagi seseorang dapat berbeda dengan yang lainnya (tidak eksak). Contohnya sebuah gambar pemandangan. Orang yang melihatnya tidak bisa menentukan secara pasti/eksak, misal­nya tingginya berapa meter, lebarnya, jauhnya, lebar jalan, dan lain-lain tidak dengan ukuran yang eksak.


Gambar teknik juga merupakan suatu alat komunikasi, tetapi gambar teknik tidak akan menimbulkan tafsiran yang berbeda bagi orang yang melihatnya. Oleh karena itu, perlu ada tanda­tanda/patokan tertentu sebagai suatu perjanjian bersama. Patokan-patokan tersebut biasanya terdapat dalam suatu standar atau normalisasi. Standar ini penting untuk dipahami oleh orang teknik, atau orang yang akan memahami /membuat gambar teknik.


Jadi, di dalam gambar teknik harus memakai tanda-tanda gambar standa dan seragam, selengkap mungkin agar dapat memberikan pengertian yang lengkap dan dimengerti oleh orang lain.


Gambar teknik bisa digambarkan dalam bentuk:




  • § dua dimensi (gambar proyeksi ortogonal);


  • § tiga dimensi (gambar stereometris, perspektif).

Huruf Teknik


Di dalam gambar teknik juga harus ada keseragaman bentuk huruf, yaitu huruf teknik, yang berupa huruf besar cetak, sederhana, tidak diblok/tebal tanpa tambahan variasi apa pun. Jelasnya dapat melihat pada gambar berikut.


image007


Normalisasi Ukuran Kertas


Adapun ukuran kertas yang biasa digunakan dalam gambar teknik adalah:












Nama


Ukuran


Garis Tepi


2 x Ao
Ao
Al


A2


A3


A4


A5


1189 x 1682


841 x 1189


594 x 841


420 x 594


297 x 420


210 x 297


148 x 210


10


10


10


10


10


5


5


Untuk membuat gambar yang membutuhkan beberapa kertas sekaligus, dianjurkan memakai kertas dengan ukuran yang sama. Untuk menentukan ukuran-ukuran tersebut dalam tabel, dipakai patokan/ukuran standar, yaitu A0, yang luasnya adalah 1 m2 dengan perbandingan panjang : lebar = 2 : 1. Ukuran-ukuran selanjutnya A1, A2, A3, A4, di mana luas ukuran A1 = 1/2 luas A0, luas A2 = 1/2 luas A1 dan seterusnya. Perbandingan panjang dan lebar tetap sehingga kita bisa mencari ukuran-ukuran tersebut seperti pada tabel di atas. Selain ukuran A, ada juga ukuran kertas B dan C, namun dalam modul ini tidak kita tinjau.


Jenis Garis dan Tebal Garis


Macam-macam garis yang biasa dipakai dalam gambar teknik adalah sebagai berikut:


a. Garis kontinu


ada dua macam ketebalan yangbiasa digunakan. Yang pertama 0,2 - 0,3 mm atau 0,4 - 0,8 mm. Fungsinya :


§ melukis bagian-bagian bends yang terlihat


§ untuk garis tepi kertas gambar


b. Garis strip-strip


Ketebalannya 0,1 - 0,15 mm, kira-kira 1/2 tebal garis gambar. Berfungsi untuk melukis bagian-bagian yang tidak terlihat, di belakang irisan ataupun apabila penglihatan terhalang.


c. Garis strip-titik


Kira-kira ketebalannya 1/2 tebal garis gambar. Merupakan garis irisan atau potongan. Fungsinya:


§ garis-garis sumbu


§ tempat irisan (ditambah) huruf-huruf pads ujung dan pangkal garis ini)


§ membatasi lukisan bila sebagian bends yang dilukis dibuang bagian-bagian yang terletak di bagian muka irisan


d. Garis tipis


Ketebalannya kira-kira 0,1 mm atau kira-kira 1/2 tebal garis gambar. Berfungsi untuk:


§ garis ukuran


§ garis pembantu


§ arsiran


e. Garis titik-titik


Berfungsi untuk menyatakan bagian bangunan yang akan dibongkar.


Gambar Bahan (Penampang) Atau Simbol-Simbol Bahan


Normalisasi gambar bahan-bahan bangunan untuk memper­jelas gambar teknik antara lain sebagai berikut:


image008


Membuat dan Menata Gambar


Beberapa petunjuk untuk membuat gambar adalah sebagai berikut:



  • Apa yang akan digambar serta ketentuan-ketentuan yang perlu pada gambar tersebut harus benar-benar dipahami ter­lebih dahulu.
  • Pergunakan Skala.
  • Pilih ukuran kertas yang akan digunakan.
  • Pembuatan gambar:

- Gambar pada kertas harus ditempatkan sedemikian rupa agar gambar-gambar dapat tersusun secara teratur.


- Garis-garis sumbu dan garis-garis luar harus ditarik.


- Garis-garis yang tidak diperlukan harus dihapus agar tidak mengganggu.


- Gambar harus diselesaikan.


- Ukuran-ukuran yang dipergunakan harus benar-benar lengkap.


- Kotak nama harus dibuat dan diisi.


Hal-hal yang perlu dipahami adalah letak gambar; kotak nama; dan melipat kertas gambar. Sedangkan hal yang perlu diperhatikan dalam menata gambar adalah: simetris dan teratur.


Kop Gambar


Kop gambar atau kotak nama digambarkan pada bagian bawah sebelah kanan kertas gambar dan berisi keterangan gambar selengkapnya baik mengenai diri si penggambar, pemeriksa, judul gambar, ukuran, dan lain-lain. Biasanya dipakai pada ukuran kertas gambar yang keCil (AZ, A3, A) di mans dalam 1 lembar kertas gambar tidak terlalu banyakyang digambar sehingga keterangannya juga tidak perlu kertas besar (A 2, Al, Ao, 2AO). Bentuk kotak searah vertical atas ke bawah digambar di sebelah kanan kertas gambar (tepi kanan). Di sini dapat juga diisi pada catatan, perhitungan ringan yang perlu disertakan, misalnya perhitungan tangga, bersangkut paut dengan peil lantai atas dan bawah.


Melipat Gambar


Untuk menyajikan gambar secara resmi, kertas gambar harus dilipat (tidak boleh digulung) sedemikian rupa sehingga men­jadi ukuran yang lebih kecil dan mudah ditumpuk. Ukuran se­telah dilipat menjadi sebesar A4 atau folio baik tidur maupun berdiri. Hal yang menjadi catatan adalah:


- Nama harus selalu ada pada bagian depan.


- Ukuran lipatan A, atau folio.


- Standar di sini adalah BS 1192: 1969.


image009


Bila dibukukan, yaitu bila gambar harus dijadikan satu dengan uraian tertulis atau perhitungan struktur, berupa buku maka harus dilipat seperti gambar berikut (bagian kanan).


image010


DAFTAR PUSTAKA



  • Ching, Frank; Grafik Arsitektur, Erlangga
  • Jassin, Mauro Budi; Teknik Menggambar Arsitektur,
  • Martin, C. L., Grafik Arsitektur, Erlangga
  • Suprayono, Yohanes; Konstruksi Perspektif, Kanisius
  • Modul Perkuliahan, Pengantar Arsitektur I, Institut Teknologi Bandung
  • Burden, Ernest; Entourage A Tracing File, Mc. Graw-Hill
  • White, Edwart T.; A Graphic Focabulary for Architecture Presentation, Florida A&M University
  • Schaarwachter, Georg; Perspektif Untuk Para Arsitek, Erlangga
  • Danto Sukmajati; Menggambar Teknik (Modul Perkuliahan UMB, 2002)

Oleh : Dakto Sukmajati, ST


blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER