Minggu, 13 September 2009

PERSIAPAN WAWANCARA DI STUDIO & DI LAPANGAN

MODUL 10


PERSIAPAN WAWANCARA DI STUDIO & DI LAPANGAN


Oleh : Sainuddin, S.Sos



Acuan adar membuat program acara televisi


Program Televisi Untuk membuat sebuah program televisi, maka para pembuat program harus memperhatikan beberapa hal penting yang akan sangat mempengaruhi kesuksesan dari program tersebut. Menurut Subroto (1992), untuk membuat sebuah program acara televisi, maka terlebih dahulu harus dibuat perencanaannya terlebih dahulu, baik itu acara budaya, hiburan, penerangan, maupun pendidikan. Menurutnya adalima acuan dasar yang merupakan hal penting dalam perencanaan acara televisi. Kelima acuan ini tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya, bahkan selalu saling mengisi. Dengan demikian, apabila salah satu dari kelima acuan ini tidak ada, makasiaran televisi tidak akan dapat dilangsungkan.


Kelima acuan dasar tersebut adalah:


a. Ide Semua acara siaran televisi, bentuk yang paling sederhana pun pasti didahului dengan timbulnya sebuah ide. Ide tersebut merupakan buah pikiran seorang perencana siaran, dalam hal ini seorang produser. Sesuai dengan teorikomunikasi, ide merupakan rencana pesan yang akan disampaikan kepadakomunikan (penonton) melalui televisi dengan tujuan tertentu.


b. Pengisi acara Pengisi acara dapat berupa seorang pembaca berita sampai dengan artis yangbelum terkenal sekalipun. Namun pada umumnya para pemirsa televisi akan tertarik untuk menonton sebuah acara bila dalam program tersebut diisi oleh para artis idola mereka atau terkenal. Oleh karena itu produser harus memperhatikan benar siapa saja artis yang akan mengisi acaranya.


c. Peralatan Betapapun kecilnya suatu studio, pasti dilengkapi dengan berbagai perlengkapan, misalnya seperangkat kamera elektronik dengan penyangganya yang berwujud tripod atau pedestal, lampu-lampu dengan berbagai karakternya yang diperuntukkan agar dapat menghasilkan gambar-gambar yang baik kualitasnya, mikrofon, dekorasi, siklorama yang berupa dinding studio dan alat-alatkomunikasi yang dapat menghubungkan ke kamar operasional, disamping sebuah atau lebih monitor yang diperlukan untuk melihat proses gambar yang sedang diproduksi.


d. Kelompok Kerja Produksi Kelompok kerja produksi merupakan satuan kerja yang akan menangani kerja produksi secara bersama-sama, sampai produksi dinyatakan siap untuk disiarkan. Kelompok Kerja produksi dibagi menjadi empat satuan kerja, yaitu satuan kerja produksi / siaran, satuan kerja fasilitas produksi, sartuan kerja operator teknik, dan satuan kerja teknis (engineering). Keempat satuan kerja tersebut mempunyaitugas yang berlainan sesuai dengan bidangnya / spesialisasinya masing-masing.


e. Penonton Mereka adalah sasaran setiap program yang akan disiarkan dan merupakan salah satu faktor yang akan ikut menentukan berhasil atau tidaknya program yang telah dibuat. Disamping itu penonton sangat diharapkan untuk memberikan umpan balik setelah mengikuti program yang disiarkan. Umpan balik itu merupakan suatu masukan yang berharga, karena dapat digunakan sebagai bahan pengkajian dalam upaya penyempurnaan.



Pengisi Acara Talk Show







image002


Mengingat televisi adalah media audio visual tentu memerlukan kehadiran orang orang yang tampil, yaitu pembawa acara, pembaca berita, artis dls. Pada saat tertentu untuk tampil sempurna tentu memerlukan persiapan yang cukup, bahkan latihan berulang-ulang, sehingga bagi sebagian orang akan merasa bertele-tele . hal ini dilakukan mengingat tampilan di televisi memerlukan penataan secara detail sehingga nampak natural dan menarik.



Peralatan Produksi


Televisi mutlak memerlukan peralatan, baik itu peralatan set studio produksi maupun penyiaran. Kualitas peralatan inilah yang menentukan kualitas gambar dan suara yang dihasilkan. Peralatan televisi memerlukan standar kualitas tertentu.









image003



image004









image005



image006





GB. 5. Ruang CCU Studio Production



Satuan Kerja Produksi


. Kelompok kerja produksi merupakan satuan kerja yang menangani kerja produksi maupun penyiaran secara bersama-sama *kolektif*, meski mereka berbeda profesi/tugas namun pada dasarnya mereka hanya memiliki satu tujuan yaitu menghasilkan sebuah produksi yang berkualitas/menarik/layak siar . untuk itu seluruh kerabat kerja perlu mendapatkan informasi yang jelas tentang rencana suatu produksi yang akan digarapnya. Dalam setiap tahapan dari proses produksi memerlukan keterlibatan satuan kerja tertentu yang harus dapat bekerja sama untuk mewujudkan suatu program.







image007




Pengertian Talk Show


Talk Show adalah sebuah pertunjukkan yang dipusatkan pada wawancara-wawancara, dan yang lainnya diselingi dengan penampilan penyanyi atau pelawak (comedian). Namun wawancara tetap menjadi fokus dalam tayangan talk show (Pane, 2003). Menurut Morissan (2004), talk show / wawancara televisi merupakan tanya jawab antara reporter televisi dengan narasumber dengan tujuan untuk mendapatkan penjelasan atau keterangan dari narasumber tersebut. Orang yang diwawancarai bisa public figure atau tokoh yang sedang digandrungi oleh dunia, seperti artis, politikus maupun olahragawan. Topik yang dibicarakan dalam segmen wawancara ini biasanya menyangkut permasalahan sosial yang aktual maupun permasalahan pribadi yang cukup mendalam (Kuswandi. 1996). Berdasarkan jenis-jenis program televisi, Extravaganza termasuk dalam program variety show yang ditayangkan stasiun televisi Trans TV, yang menampilkan berbagai cerita seru dalam bentuk sketsa komedi, yang diangkat dari kisah keseharian, film, bahkan legenda masa silam. Variety show Extravaganza juga menyajikan segmen yang bukan hanya berupa sketsa komedi, namun juga ada Bincang Bincang Extravaganza (talk show) yang juga dikemas dalam komedi. Segmen talk show dalam variety show Extravaganza biasanya menampilkan artis terkenal seperti Wulan Guritno, Inul Daratista, serta Ruhut Sitompul yang juga termasuk tokoh politik. Topik yang dibicarakan biasanya menyangkut permasalahan pribadi yang cukup mendalam. Selain itu pula ada segmen musik yang menampilkan penyanyi yang sudah tidak asing lagi yang sedang digandrungi oleh kaum muda, seperti Radja, Ungu, Nidji, dan Letto.


Produksi Program Talk Show itu sangatlah mudah, tinggal cari nara sumber, host yang mampu menjadi moderator, blocking multi-camera minimal 3 kamera, switcher, studio, lampu, audio dan skrip serta data yang kuat, maka jadilah produksi talkshow.


Dan ada juga mengatakan membuat talk show itu sangat sulit karena memproduksi Talkshow yang entertaining itu lebih sulit dari pada membuat Kuis atau Game Show. Bahkan, lebih complicated dibandingkan memproduksi Video Klip. karena tidaklah mudah menghidupkan suasana yang monoton dalam durasi 24 hingga 48 menit. Nara sumber yang kaku, Host yang kelelahan melempar jokes bahkan set artistik yang monoton, membuat Talk Show menjadi program yang membosankan. Untuk itu banyak cara menghidupkan talkshow mulai dari penambahan cut-away video, graphics data2x, artistik set yang menarik, musik hingga ke wardrobe yang fashionable. Tapi itu belum jaminan Talk Show akan berhasil. Salah satu kunci utama adalah pada Host/Pembawa Acara yang sesuai dengan tone dan warna Talk Show.


Tukul ditampilkan bergaya ala Farhan, pake jas pake dasi, tapi tetap ndeso. Lha, Farhan mencoba lebih kreatif dan fokus ke target pemirsa yang bukan penonton Tukul. Sementara Larry King, Opprah Winfrey, Barbara Walters dll tetap punya identitasnya sendiri dan menghidupkan suasana Talk Show karena bakat dan talent yang mereka asah setiap hari.


Satu tips yang bisa digunakan untuk Talk Show adalah Concentrate on Screen Direction. Banyak para Produser dan Sutradara yang tidak memperhatikan betapa pentingnya sebuah Screen Direction dari Host dan Guest Talk. Padahal, teknik ini sangat mudah untuk menambah kekayaan pada visual tanpa mempengaruhi content dari script. Lalu langkah-langakah untuk memadukan Screen Direction dengan arah pandang gambar dalam produksi multi kamera adalah:


1. Posisikan blocking kamera tanpa melewati Garis Imajiner.


2. Perhatikan arah pandang penonton dengan memotong sudut blocking 180 derajat.


3. Cut-Away = Expression Shot minimal 3 detik.


4. Selalu memperhatikan emosi lawan bicara pada saat berbincang.


5. Gunakan Creative Shot seperti Over Shoulder, Very Close Up dan Panning.


6. Tag to Monitor, bila ada footages atau video diputar untuk insert atau cut away, usahakan Host dan Guest mempunyai arah pandang yang sama pada layar monitor.



Screen Direction ini sebenarnya bukan hal yang baru. Tapi dalam kondisi2x tertentu terutama untuk memproduksi Talk Show yang bisa membosankan, penggunaan Screen Direction yang tepat akan menghidupi Talk Show menjadi lebih enak ditonton.



Perencanaan Wawancara Studio (Talk Show)


· Program Wawancara Studio (Talk Show) direncanakan dalam rapat perencanaan/ rapat Budgeting, yakni menentukan :


§ Topik & tujuan wawancara


§ Narasumber


§ Rundown talk show (durasi, segmentasi, pointers/daftar pertanyaan & alokasi pertanyaan per segment, paket berita penunjang)


§ Koordinasi dengan tim produksi berita, crew studio & pendukung program lainnya (promo, teknik, dll)


§ Pilih narasumber yg memiliki otoritas dalam kasus yg akan diangkat, terutama dlm kebijakan yg kontroversial, sehingga pewawancara dapat menggali banyak informasi yg tepat


§ Lakukan penelitian selengkap dan sedalam mungkin, agar dapat mengoreksi dan meng-counter yg dikatakan narasumber & membuat pewawancara percaya diri.


§ Pertanyaan yg disiapkan tidak boleh terpaku secara kaku, agar wawancara dapat berkembang baik dan natural


§ Jangan melatih wawancara sebelum show berlangsung, diskusikan saja hal-hal umum yg mungkin dibicarakan.


§ Lakukan pemanasan dengan menanyakan hal-hal kecil (nama untuk credit title, angka dan tahun atau data statistik sederhana, dst) untuk membuat narasumber tidak tegang & lebih artikulatif, terutama jika siaran langsung


§ Jangan biarkan narasumber menulis jawaban dari pemanasan/ diskusi sebelum wawancara


§ Apabila narasumber memaksa minta daftar pertanyaan, terutama karena ia orang terkemuka & memperoleh wawancara eksklusif, tawarkan panduan wawancara umum.


§ Apabila narasumber mengajukan banyak syarat dan menolak untuk menjawab pertanyaan tertentu sebagai persyaratan, lebih baik wawancara tidak dilakukan sama sekali, karena banyak mengandung kelemahan.


§ Apabila anda mengikuti persyaratan dari narasumber & ia cenderung mengarahkan wawancara yg akan dilakukan, pada dasarnya anda memberi publikasi cuma-cuma di TV anda.


§ Ingat politisi membutuhkan dukungan rakyat, karena itu harus membangun kredibilitas di depan rakyat


§ Jurnalis wajib melayani hak masyarakat memperoleh kebenaran & pemerintahan yg bertanggung jawab


§ Persiapkan penampilan fisik (wardrobe & make up) 1 jam sebelum on air


§ Pastikan tidak memakai baju putih, bergaris-garis / kotak-kotak kecil


§ Minimal 10 menit sebelum on air sudah berada di dalam studio, dalam keadaan siap segala sesuatunya.


§ Lakukan “checking sound”, kenali camera 1,2,3


§ Cek segala sesuatu apakah sudah sesuai standard lighting, camera, posisi duduk tegak bersandar pada sandaran kursi, dst.



Perencanaan Wawancara Lapangan


Ø Perencanaan Wawancara Lapangan untuk program berita dimulai dari rapat Budgeting di redaksi, yakni menentukan :


- kebijakan editorial berita hari itu,


- alokasi berita untuk setiap segment di program berita, & siapa saja narasumber penting yang harus diwawancara


- segment wawancara, termasuk menentukan angle dan siapa narasumbernya.


Ø Kumpulkan data awal & buat wish list liputan, sehingga dapat menentukan jenis wawancara apa yg cocok (doorstep interview, exposure, investigatif, dst)


Ø Lakukan pendekatan, agar mendapatkan kesempatan wawancara, dg cara yg sesuai & sopan


Ø Pastikan sound bite yg dibutuhkan seberapa banyak & dalam, agar dapat bekerja dengan efisien dan efektif, karena wawancara lapangan biasanya untuk dimasukkan ke dlm paket berita yg durasinya hanya 1-2 menit.


Ø Siapkan pertanyaan yg singkat & spesifik, sehingga bisa langsung dijawab oleh narasumber, tanpa berbelit-belit.


Ø Siapkan tape recorder kecil untuk merekam jawaban-jawaban tambahan yg bisa dimasukkan ke dlm narasi berita.


Ø Pastikan peralatan jangan ada yg tertinggal (camera, tripod, batere yg cukup & baik, mikrofon/ clip on)


Ø Perhatikan kerapihan pakaian & wajah narasumber, juga backround wawancara & posisi duduk/berdiri



Jebakan Yang Lazim Dilakukan Narasumber


Ø Narasumber menunda-nunda waktu untuk wawancara dg alasan jadwal padat.Jika terus menerus, berarti narasumber tidak ingin diwawancara. Reporter harus terus mengejar dg cara yg simpatik & sopan, tanpa harus marah.


Ø Narasumber memberi penjelasan namun dgn catatan “off the record”. Maka sejak menyiapkan wawancara katakan bahwa semua statement wawancara untuk dipublikasi ke masyarakat/ penjelasan kepada publik.


Ø Narasumber meminta daftar pertanyaan, dapat dijawab : saya tidak menyiapkan pertanyaan, kebijakan editorial redaksi hanya memberi tau lingkup umum wawancara

blog comments powered by Disqus

Posting Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER