Minggu, 13 September 2009

MELAKUKAN WAWANCARA DI STUDIO

MODUL 11


MELAKUKAN WAWANCARA DI STUDIO


Oleh : Sainuddin, S.Sos




Wawancara yang Baik


Wawancara kita dapat berhasil, maka hendaknya diperhatikan hal-hal - antara lain - sebagai berikut:


Lakukanlah persiapan sebelum melakukan wawancara. Persiapan tersebut menyangkut outline wawancara, penguasaan materi wawancara, pengenalan mengenai sifat/karakter/kebiasaan orang yang hendak kita wawancarai, dan sebagainya.


Taatilah peraturan dan norma-norma yang berlaku di tempat pelaksanaan wawancara tersebut. Sopan santun, jenis pakaian yang dikenakan, pengenalan terhadap norma/etika setempat, adalah hal-hal yang juga perlu diperhatikan agar kita dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat pelaksanaan wawancara.


Jangan mendebat nara sumber. Tugas seorang pewawancara adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya dari nara sumber, bukan berdiskusi. Jika Anda tidak setuju dengan pendapatnya, biarkan saja. Jangan didebat. Kalaupun harus didebat, sampaikan dengan nada bertanya, alias jangan terkesan membantah.



Contoh yang baik: "Tetapi apakah hal seperti itu tidak berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri, Pak?"


Contoh yang lebih baik lagi: "Tetapi menurut Tuan X, hal seperti itu kan berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri. Bagaimana pendapat Bapak?"


Contoh yang tidak baik: "Tetapi hal itu kan dapat berbahaya bagi pertumbuhan iklim demokrasi itu sendiri, Pak."



Hindarilah menanyakan sesuatu yang bersifat umum, dan biasakanlah menanyakan hal-hal yang khusus. Hal ini akan sangat membantu untuk memfokuskan jawaban nara sumber.


Ungkapkanlah pertanyaan dengan kalimat yang sesingkat mungkin dan to the point. Selain untuk menghemat waktu, hal ini juga bertujuan agar nara sumber tidak kebingungan mencerna ucapan si pewawancara.


Hindari pengajuan dua pertanyaan dalam satu kali bertanya. Hal ini dapat merugikan kita sendiri, karena nara sumber biasanya cenderung untuk menjawab hanya pertanyaan terakhir yang didengarnya.


Pewawancara hendaknya pintar menyesuaikan diri terhadap berbagai karakter nara sumber. Untuk nara sumber yang pendiam, pewawancara hendaknya dapat melontarkan ungkapan-ungkapan pemancing yang membuat si nara sumber "buka mulut". Sedangkan untuk nara sumber yang doyan ngomong, pewawancara hendaknya bisa mengarahkan pembicaraan agar nara sumber hanya bicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan materi wawancara.


Pewawancara juga hendaknya bisa menjalin hubungan personal dengan nara sumber, dengan cara memanfaatkan waktu luang yang tersedia sebelum dan sesudah wawancara. Kedua belah pihak dapat ngobrol mengenai hal-hal yang bersifat pribadi, atau hal- hal lain yang berguna untuk mengakrabkan diri. Ini akan sangat membantu proses wawancara itu sendiri, dan juga untuk hubungan baik dengan nara sumber di waktu-waktu yang akan datang.


Jika kita mewawancarai seorang tokoh yang memiliki lawan ataupun musuh tertentu, bersikaplah seolah-olah kita memihaknya, walaupun sebenarnya tidak demikian. Seperti kata pepatah, "Jangan bicara tentang kucing di depan seorang pecinta anjing".


Bagi seorang reporter pers yang belum ternama, seperti pers kampus dan sebagainya, kendala terbesar dalam proses wawancara biasanya bukan wawancaranya itu sendiri, melainkan proses untuk menemui nara sumber. Agar kita dapat menemui nara sumber tertentu dengan sukses, diperlukan perjuangan dan kiat-kiat yang kreatif dan tanpa menyerah. Salah satu caranya adalah rajin bertanya kepada orang-orang yang dekat dengan nara sumber. Koreklah informasi sebanyak mungkin mengenai nara sumber tersebut, misalnya nomor teleponnya, alamat villanya, jam berapa saja dia ada di rumah dan di kantor, di mana dia bermain golf, dan sebagainya.



Ø Istilah-istilah




  • Rundown acara (susunan acara lengkap dgn durasi)


  • Bumper Pembuka (OBB)


  • Pembukaan/ Opening oleh Host: Beri salam, mengantar topik & tujuan wawancara, kenalkan narasumber



  • Dialog/ Talk show


  • Teaser/ Closing Segment sebelum commercial break: Menginformasikan break dan akan kembali lagi



  • Bumper out



  • Bumper in


  • Pengantar/ Tag Host: Terima kasih Anda masih bersama kami dalam dialog…



  • Closing/Penutup oleh Host :Demikian pemirsa perbincangan kami dgn… mengenai… Semoga Bermanfaat. Sampai jumpa.



  • Bumper Penutup (CBB)


  • Credit Title: Nama tim produksi & crew studio, ucapan terima kasih


Teknik Menggali Informasi & Mengendalikan Wawancara


Ø Bersikap profesional, percaya diri & jangan merendah di depan narasumber meski kedudukannya tinggi, namun tetap sopan.


(Ucapkan terima kasih perlu, tapi tidak perlu mengucapkan : meski anda sibuk anda tetap meluangkan waktu datang ke sini…dst)


Ø Ajukan pertanyaan jelas, langsung & singkat/ kalimat tunggal, dengan bahasa tutur


“Apa asumsi yg melatar-belakangi dilakukannya revisi UU ketenaga kerjaan No…” (Apa+S+P+O+K)


Ø Boleh menyela/ untuk memastikan dengan : “Contohnya…?”, “Khususnya yang menyangkut apa Pak…?”, “Dengan kata lain Bapak ingin mengatakan bahwa…?”


Ø Jangan lakukan :


1. ”Apakah menurut Bapak dgn revisi UU itu serta merta iklim investasi akan membaik & dapat mengundang investor, sehingga meningkatkan kesejahteraan buruh pula, padahal itu pun belum tentu….” (ganda)


2. “Bagaimana Bapak mengatasi masalah-masalah bangsa saat ini?”, “Apa makna kehidupan ini?” (tdk spesifik)



Ø Dengarkan jawaban narasumber dgn seksama agar dapat memahami yg diucapkan & dapat menggali lebih jauh, serta mengejar bila jawaban tidak konsisten/ bohong.


Ø Bila narasumber mengalihkan subyek pembicaraan atau menghindari pertanyaan, cepat kendalikan, kejar kebenaran dengan gigih, dgn data serinci mungkin, sehingga ia tdk dapat lagi menghindar.


Ø Jika jawaban tidak relevan & melebar ke masalah lain, jangan takut melakukan interupsi.


Ø Jika jawaban tdk dapat dipahami, jangan takut untuk mengulangi pertanyaan, sehingga pemirsa pun mengerti.


Ø Jangan takut mengutip sumber-sumber.


Contoh : “Presiden SBY mengatakan revisi UU ketenaga kerjaan No.13 ditunda, & akan dicarikan jalan tengah dengan pertemuan tripartit & para pakar universitas. Mengapa buruh masih memasalahkan revisi RUU tersebut?”


Ø Jika narasumber bersikap tidak pantas & mengesalkan, bersikaplah tenang, tidak perlu arogan atau agresif. Meski anda sendiri memiliki pendapat yg bertentangan, katakan seolah-olah menyampaikan pendapat orang lain. Pewawancara tidak akan memihak.


“Para buruh berkata mereka kehabisan akal, bagaimana harus menghidupi keluarga dg uang Rp 500 ribu/ bulan.”


Ø Bersikaplah kritis atas jawaban narasumber, jangan langsung percaya apa yg ia katakan. Gali terus hingga narasumber menjawab.


Ø Jika narasumber menolak untuk menjawab pertanyaan tertentu, sikap ini akan tetap menunjukkan/ mengungkapkan sesuatu bagi penonton. Penonton dapat memberi penilaian.


Ø Jika narasumber melakukan kesalahan atau gugup, berikan kesempatan untuk mengulangi jawaban.


Ø Jadilah pendengar yg baik dan mewakili keingintahuan pemirsa, jangan menjadi humas/ corong narasumber


Ø Jadilah jembatan bagi orang awam untuk memahami penjelasan-penjelasan teknis dari narasumber seorang ahli.


Ø Jangan takut menanyakan pertanyaan yg berpotensi memalukan anda, tetapi penting. Tak perlu malu kpd narasumber


Ø Jangan berkelakar dengan narasumber yg hanya dimengerti oleh anda berdua, karena wawancara ini untuk pemirsa.


Ø Untuk menyetop narasumber yg bertele-tele atau mengulang-ulang penjelasannya, buatlah isyarat dengan mengangkat sedikit tangan atau membuka mulut seolah anda akan berbicara.


Ø Tidak perlu berkomentar: “Oh ya…”, “sangat menarik…”, “benarkah…?”. Lebih baik pikirkan & formulasikan pertanyaan anda selanjutnya.


Ø Pewawancara yg baik mampu mengungkap kebenaran dari sebuah perdebatan, dg cara mengekplor aspek-aspek yg kontroversial, penuh konflik dan tekanan.


Ø Jangan lupa ucapkan terima kasih di akhir wawancara



PRAKTIK TALK SHOW


TANGGAL 27 & 28 APRIL 2009














NO


VIDEO



AUDIO



1



2



3.



4



5



6



7.





TUNE TALK SHOW



PRESENTER



Prsenter Narasumber



Iklan



Presenter



Prsenter dan narasumber


PRESENTER



PRESENTER



ILLUSTRASI



OPENING PRESENTER DAN MEMPERKENALKAN NARASUMBER



Dilog



Bumper Out


Iklan


Bumper In



Presenter membuka segmentasi 2



Dialog



CLOSING


Nama Program : TALK SHOW


Judul : HUMAN TRAFFICKING (PERDAGANGAN MANUSIA)


Durasi : 30 Menit


Presenter : Muhardi


Pengarah Acara : Ardianto












VIDEO


AUDIO


TUNE TALK SHOW


Muhardi


Presenter



Muhardi


Presenter



Rani



Muhardi


Presenter



Rani



Muhardi


Presenter



Rani



Muhardi


Presenter



Rani



Muhardi


Presenter



Rani



Muhardi


Presenter



Icha



Muhardi


Presenter



Icha



Muhardi


Presenter



Icha



Muhardi


Presenter



Icha



Muhardi


Presenter



Icha



Muhardi


Presenter



=============ILLUSTRASI===============


Opening


PEMIRSA, MARAKNYA AKSI PERDAGANGAN MANUSIA (HUMAN TRAFFICKING) DI INDONESIA SEMAKIN MENGKHAWATIRKAN. DATA STATISTIK YANG KAMI PEROLEH, TERUS MENINGKAT DARI TAHUN KE TAHUN. PADA TAHUN 2008 YANG LALU TERCATAT ADA SEBANYAK 635 KASUS. SUNGGUH IRONIS! PENYIDIKAN BERBAGAI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT LSM MENGUNGKAPKAN, KEMISKINANLAH YANG MENJADI PENYEBAB UTAMA RAWANNYA PERDAGANGAN MANUSIA DI INDONESIA. SEBERAPA MENGKHAWATIRKAN PERDAGANGAN MANUSIA DI INDONESIA? DAN BAGAIMANA CARA MENANGGULANGINYA? LANTAS, APA SAJA YANG SUDH DILAKUKAN PEMERINTAH UNTUK MENGURANGI TINGGINYA KASUS PERDAGANGAN MANUSIA DI INDONESIA? UNTUK MEMBAHASNYA, KITA AKAN BERBINCANG DENGAN 2 ORANG NARASUMBER KAMI YANG TELAH HADIR DI STUDIO TVRI. YANG PERTAMA ACTIVIST HAM YANG KHUSUS MEMBIDANGI PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK, IBU RANI PATRICIA. DAN, YANG KEDUA, SALAH SATU KORBAN PERDAGANGAN MANUSIA YANG BERASAL DARI SINGKAWANG, KALIMANTAN TIMUR. YAITU MBAK BUNGA (NAMA SASARAN). TERIMA KASIH TELAH HADIR DI STUDIO TVRI. SAYA AWALI PERBINCANGAN KITA KE IBU RANI.


T : KALAU DILIHAT DARI BANYAKNYA KORBAN PERDAGANGAN MANUSIA YAKNI PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK, KHUSUSNYA PEREMPUAN. MENURUT PENGAMATAN IBU, BAGAIMANA PELAKU MELAKUKAN AKSI KEJAHATANNYA DALAM MENGELABUI PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG MENJADI KORBAN HUMAN TRAFFICKING?


J : ……………………………………………………………………


…………………………………………………………………………………………….



T : DARI DATA YANG MASUK KE DATA BASE ANDA, KEMANA SAJA KORBAN-KORBAN INI DIPERDAGANGKAN DAN BEKERJA SEBAGAI APA?


J :………………………………………………………………………


…………………………………………………………………………………………..



T : KEMISKINAN MENJADI PENYEBAB UTAMA RAWANNYA PERDAGANGAN MANUSIA DI INDONESIA. MENGAPA KEMISKINAN DI INDONESIA MENJADI PEMICU TERJADINYA HUMAN TRAFFICKING?


J : ………………………………………………………………………


……………………………………………………………………………………………..



T : APA SAJA USAHA YANG SUDAH PEMERINTAH INDONESIA LAKUKAN UNTUK MEMBERANTAS PERDAGANGAN MANUSIA DI INDONESIA?



J : ………………………………………………………………………


…………………………………………………………………………………………….



T : INDONESIA MENJADI NEGARA PERINGKAT PERTAMA DALAM PRESTASI PERDAGANGAN MANUSIA DIIKUTI NEGARA-NEGARA DI ASIA LAINNYA. BAGAIMANA PEMERINTAH INDONESIA MENJALIN KERJA SAMA DENGAN PIHAK ASING, DALAM HAL INI, NEGARA-NEGARA YANG MENJADI SINDIKAT /JARINAGN PERDAGANGAN MANUSIA?


J : ………………………………………………………………………


……………………………………………………………………………………………..



T : MBAK BUNGA, BAGAIMANA AWALNYA ANDA TERPEROSOK MENJADI KORBAN PERDAGANGAN MANUSIA?



J : ………………………………………………………………………


………………………………………………………………………………………………



T : ANDA KENAL DENGAN PELAKU YANG MENJERUMUSKAN ANDA MENJADI PSK?



J : ………………………………………………………………………


……………………………………………………………………………………………..



T : BERAPA BANYAK KORBAN YANG SENASIB DENGAN ANDA DI PENYEKAPAN?



J : ………………………………………………………………………


……………………………………………………………………………………………


T : SELAMA MASA PENYEKAPAN, ANDA DAN TEMAN-TEMAN BERUSAHA UNTUK MELARIKAN DIRI SAMPAI AKHIRNYA ANDA DAN TEMAN-TEMAN BERHASIL KELUAR DARI TEMPAT PENYEKAPAN. BAGAIMANA ANDA BISA KABUR DAN MELARIKAN DIRI?



J :………………………………………………………………………


……………………………………………………………………………………………



T : BAGAIMANA DENGAN KONDISI DI TEMPAT PENYEKAPAN?



J………………………………………………………………………........


………………………………………………………………………………………………………………………………………….



Pemirsa demikain perbicangan kita kali, semoga apa yang kita bahas hari ini dapat bermanfaat buat pemirsa, sampai ketemu minggu depan saya mewakili kerabatkerja mengucapkan terima kasih


blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER