Minggu, 13 September 2009

MELAKUKAN WAWANCARA DI LAPANGAN

MODUL 12


MELAKUKAN WAWANCARA DI LAPANGAN


Oleh : Sainuddin, S.Sos



A. Praktik Wawancara Hard News


Sebekum melakukan meliput peristiwa dan wawancara seorang reporter perlu menentukan engle terlibih dahulu sehingga dalam melakukan wawancara dapat lebih pocus dalam program berita, sehingga beritanya pum lebih muda dipahami penonton. Ada bebera pahal yang harus dilakuan sebelum peliputan wawancara antara lain:


Riset/Latar Belakang Informasi


Ø Mewawancarai adalah sebuah seni mendapatkan informasi, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang kebenaran, dengan cara/ jenis yg beragam. (Lihat jenis wawancara sesuai tujuannya)


Ø Aturan pertama mewawancarai adalah : “mengetahui siapa yang diwawancara & mengapa diwawancara”.


Ø Tetapkan apa yg ingin diharapkan dari wawancara


Ø Langkah selanjutnya melakukan riset, sampai sedalam apa riset, disesuaikan dengan tujuan & jenis wawancara.


Pointers & Check List


Ø Pointers


- Pointers adalah point-point mengenai subyek yang akan dikembangkan dalam wawancara.


- Point-point ini adalah ide-ide umum yang terjadi di lapangan untuk dibahas, namun masih dalam lingkup/ fokus interview.


- Lebih baik menyiapkan pointers dari pada daftar pertanyaan yang terinci, agar jalannya wawancara berlangsung alamiah, spontan, tidak kaku. (kecuali ada pertanyaan yg sensitif/ berbahaya ditulis dg ringkas)


- Dalam membuat pertanyaan harus pertanyaan terbuka, bukan pertanyaan yang jawabannya ya atau tidak


- Susun pertanyaan dari yang mudah/ netral ke pertanyaan yg sulit/ antagonis


- Buat pertanyaan yg jelas dan tidak menimbulkan salah interpretasi/ bermakna ganda


- Pertanyaan harus fokus dan menjawab pertanyaan bagaimana & mengapa


- Jangan menanyakan pertanyaan yg mudah diprediksi, karena narasumber akan memberikan jawaban yg mudah diprediksi pula (mis. Bagaimana perasaan anda, dst)


- Gunakan bahasa yang lazim/ terjemahkan istilah asing


- Tanyakan pertanyaan yg relevan ditanyakan kepada narasumber (sesuai dengan keahliannya)


- Tanyakan pertanyaan yg kita tau jawabannya


- Tanyakan pertanyaan lanjutan untuk mengklarifikasi,


- Chek kembali bila menggunakan data statistik serta tanggal-tanggal


- Tanyakan contoh-contoh sebagai penjelasan


- Buat pertanyaan yg logis dari segi penggalan waktu


- Jangan pernah mengikuti permintaan narasumber untuk memberikan pertanyaan/ pointers sebelum wawancara dimulai


- Jangan melakukan latihan wawancara sebelum wawancara resmi dimulai


- Dengan pertimbangan etika, pastikan ada kesepahaman dengan narasumber mengenai pertanyaan yg tidak boleh muncul.


Check List


Persiapan


- Pastikan secara spesifik informasi yg diperlukan


- Riset tentang subyek


- Siapkan pertanyaan umum seputar subyek


- Mengetahui latar belakang informasi yg relevan tentang narasumber


- Mengetahui keahlian narasumber


- Siapkan waktu & tempat wawancara yg netral & nyaman,


- Sesuaikan wawancara dengan kebutuhan berita & sudah dibicarakan dengan cameraman


Wawancara Hard News


- Baru/aktual


- Singkat


- To the point


- Hanya menggali fakta-fakta penting


- Untuk kebutuhan utama berita


(Pointers yg disiapkan untuk wawancara hard news disesuaikan dengan kebutuhan fakta-fakta penting & utama)


Ketika bertemu Narasumber & Wawancara


- Pastikan posisi duduk sudah sesuai


- Pastikan posisi kamera sudah sesuai


- Brief narasumber dengan percakapan ringan


- Bicarakan sebelum wawancara apabila ada hal-hal sensitif


- Jangan memberi kesan mengancam narasumber lewat nada bicara


- Buat catatan kecil hal-hal yg penting


Usai Wawancara


- Tanyakan apakah ada data yg ingin ditambahkan


- Cek kembali ejaan, tanggal, angka statistik, kutipan-kutipan


- Katakan masih akan menghubungi apabila masih kurang


- Beri tahu narasumber kapan akan di tayangkan


- Catat informasi yg berhubungan


Persiapan Teknis Wawancara TV


- Siapkan equipments selengkap mungkin (camera, tripod, mikrofon/ clip on, batere, tool kit, dst)


- Usahakan tiba lebih awal, agar memiliki waktu untuk menyiapkan segala sesuatu & lebih tenang/ rileks


- Bertindaklah profesional dan percaya diri


- Bicarakan hal-hal yg ringan untuk mencairkan suasana dan mencatat latar belakang informasi


- Jagalah bahasa tubuh, yang hangat, tidak menakutkan/ bersahabat,


- Buatlah narasumber merasa dia orang yg ahli yg kita perlukan


Untuk berita hard news : Tipe Shot & framming


- Medium Shot


- Medium close up


- Profile (tidak frontal)


- Over shoulder


- Arah pandangan narasumber melihat ke luar layar


- Arah pandangan pewawancara berlawanan/ seolah berhadapan


Cutaway/Insert


Jika hanya menggunakan satu kamera, maka harus disiapkan gambar insert (wajah pewawancara) Untuk menjembatani antara pewawancara & narasumber dalam proses editing. Ini disebut cutaway, gunanya apabila ada isi wawancara harus diedit menjadi tidak jump cut



B. Praktik Wawancara Hard News


Riset/Latar Belakang Informasi


Ø Paket features televisi, merupakan paket cerita yang lebih memberikan uraian/ penjelasan, dengan alur cerita mendasarkan pada human example/ profil, di mana digambarkan aspek-aspek human interest nya.


Ø Alur cerita features harus digambarkan dengan sequence gambar yang lengkap, berurutan dan bercerita atau mengandung makna.


Ø Riset mempersiapkan paket features lebih mendalam dibandingkan paket hardnews. (aspek lokasi, narasumber, cara mencapai lokasi, property, set up untuk membuat wawancara)



Wish List & Treatment


Ø Wish List :


Adalah guide/ pedoman yang disiapkan seorang reporter untuk meliput. Wish list terdiri dari uraian :


- latar belakang masalah yang ingin diangkat


- topik & angle yg akan diangkat


- narasumber


- pointers/ pertanyaan


- statement/ sound bite yg diperlukan


- rencana visual


- human example/ profil


- vox pop (bila diperlukan)


- Dokumentasi


- Grafik


Ø Treatment :


guide/ pedoman reporter untuk meliput & memproduksi paket features/dokumenter, terdiri dari :


- resume


- shooting script


- scene


- story board (sequential shot by shot)


- narasumber


- pointers/ pertanyaan


- sound bite/ sync


- cutaway/insert


- video clip/ dokumen


- grafik


Pointers Wawancara Features


- Gunakan bahasa yang lazim/ terjemahkan istilah asing


- Tanyakan pertanyaan yg relevan ditanyakan kepada narasumber (sesuai dengan keahliannya)


- Tanyakan pertanyaan yg kita tau jawabannya


- Tanyakan pertanyaan lanjutan untuk mengklarifikasi,


- Chek kembali bila menggunakan data statistik serta tanggal-tanggal


Pointers Wawancara Features


- Tanyakan contoh-contoh sebagai penjelasan. Siapkan property/ alat peraga untuk memberi visualisasi apa yg diuraikan narasumber (ambil gambar sambil memperagakan sesuatu)


- Buat pertanyaan yg logis dari segi penggalan waktu, pastikan memperoleh keterangan waktu yg jelas


- Jangan melakukan latihan wawancara sebelum wawancara resmi dimulai


- Dengan pertimbangan etika, pastikan ada kesepahaman dengan narasumber mengenai pertanyaan yg tidak boleh muncul.


Check List Wawancara Features


Persiapan


- Pastikan secara spesifik informasi yg diperlukan


- Riset tentang subyek & pengambilan gambar


- Siapkan pointers seputar subyek


- Mengetahui latar belakang informasi yg relevan tentang narasumber & mengetahui keahlian narasumber


- Siapkan waktu & tempat wawancara yg netral & nyaman,


- Sesuaikan wawancara dengan wish list/ treatment yg dibuat, lengkapi kebutuhan gambarnya, bicarakan dgn cameraman


Wawancara Features


- Tidak bersifat aktual (timeless)


- Pertanyaan uraian dan deskripsi dilengkapi sequence gambar yg lengkap & bercerita


- Menggali fakta-fakta penting dan hal-hal lain yang berhubungan


- Human interest


Check List Wawancara Features


Ketika bertemu Narasumber & Melakukan Wawancara


- Pastikan posisi duduk sudah sesuai


- Pastikan posisi kamera sudah sesuai


- Perhatikan aspek lighting, artistik, dimensi


- Brief narasumber dengan percakapan ringan


- Lakukan pendekatan kepada narsumber agar nyaman, dan tetap bersikap apa adanya/ natural


- Buat catatan kecil hal-hal yg penting ketika wawancara


Usai Wawancara


- Tanyakan informasi pelengkap yg ingin ditambahkan


- Cek kembali ejaan, tanggal, angka statistik, kutipan-kutipan


- Katakan masih akan menghubungi apabila masih kurang


- Beri tahu narasumber kapan akan di tayangkan


- Catat informasi yg berhubungan


Persiapan Teknis Wawancara Features TV


- Siapkan equipments selengkap mungkin. Untuk features/ dokumenter lebih lengkap dari berita hard news (camera, tripod, mikrofon/ clip on, batere, lighting set, Jimmy Jieb, genset, boom mike, tool kit, dst)


- Tiba ke lapangan lebih awal, agar memiliki waktu untuk menyiapkan segala sesuatu & lebih tenang/ rileks


- Bertindaklah profesional dan percaya diri


- Bicarakan hal-hal yg ringan untuk mencairkan suasana dan mencatat latar belakang informasi


- Jagalah bahasa tubuh, yang hangat, tidak menakutkan/ bersahabat,


- Buatlah narasumber merasa nyaman


Camera Angle Untuk Features TV :


Tipe Shot & framming


- Medium Shot


- Medium close up


- Profile (tidak frontal)


- Over shoulder


- Arah pandangan narasumber melihat ke luar layar


- Arah pandangan pewawancara berlawanan/ seolah berhadapan


- Lebih bebas melakukan pan kiri-kanan & tilt up, tilt down apabila menjelaskan sesuatu (tidak pada hard news)


Cutaway/Insert


Ø Jika hanya menggunakan satu kamera, maka harus disiapkan gambar insert (wajah pewawancara) Untuk menjembatani antara pewawancara & narasumber dalam proses editing. Ini disebut cutaway, gunanya apabila ada isi wawancara harus diedit menjadi tidak jump cut


Ø Siapkan juga insert yang menjelaskan aktivitas narasumber yg lebih rinci ketika wawancara (close up apa yg dilakukan ketika memberi penjelasan)



C. Praktik Wawancara Investigatif


Laporan Investigasi TV


Ø Paket Laporan Investigasi TV, adalah laporan penyelidikan yg disajikan secara audio visual.


Ø Dasar laporan Investigasi adalah “The Hidden Areas” yg diungkapkan. Disajikan dengan sequence gambar yg lengkap, berurutan dan bercerita atau mengandung makna, biasanya diambil dengan cara tersembunyi atau direkonstruksi/ re-enactment berdasarkan berita acara polisi


Ø Laporan Investigasi mengandung unsur : novelty, surprise, originality, actually different.


Ø Laporan investigasi biasanya mengangkat masalah politik, korupsi/ kriminal dalam pelayanan umum,penyelundupan, hukum & pengadilan & masalah-masalah sosial


Tahapan Laporan Investigasi TV


Ø Riset


Ø Shooting di Lapangan


Ø Verifikasi


Ø Konfirmasi


Ø Pembuatan laporan


Wish List :


Adalah guide/ pedoman yang disiapkan seorang reporter untuk meliput. Wish list terdiri dari uraian :


- latar belakang masalah yang ingin diangkat


- topik & angle yg akan diangkat


- narasumber


- pointers/ pertanyaan


- statement/ sound bite yg diperlukan


- rencana visual & equipments khusus


- human example/ profil


- Dokumentasi


- Grafik



Riset Laporan Investigasi TV


Ø Riset laporan investigasi dimulai dengan merekam segala kejadian kecil & bukti-bukti sederhana, informasi polisi, dokumen yg berhubungan, internet, hingga wawancara mendalam, yg terus menerus dikumpulkan & dikembangkan.


Ø Reporter Investigasi harus mengembangkan network & memiliki akses yg mudah ke kantor pemerintah, pengadilan, polisi dan penjara


Pengambilan Gambar Investigasi TV




  • Untuk laporan investigasi TV gambar/ visual merupakan keharusan/ faktor penting.


  • Biasanya pengambilan gambar dilakukan secara tersembunyi atau dengan penyamaran (under cover)


  • Menggunakan equipment khusus (hidden/candid camera, sound recorder)


  • Tidak memerlukan standard dan tipe shot tertentu dalam pengambilan gambar kamera tersembunyi.

Teknik Wawancara Investigasi TV




  • Teknik wawancara investigasi bermacam-macam, tergantung mudah dan sulitnya narasumber diwawancara. Tidak selamanya harus under cover.


  • Lakukan wawancara orang-orang yg terlibat, maupun tidak terlibat langsung/ dekat dengan subyek, dgn cara berbeda-beda (siap mental akan menghadapi kendala hukum dan kode etik).


  • Pastikan tetap mendapatkan informasi yg dibutuhkan tanpa membuat reaksi narasumber untuk menolak atau takut. Tetap & teruslah camera merekam.


  • Lakukan verifikasi dan konfirmasi

Pointers Wawancara Investigasi TV (9-R)




  • Receive

Tanya dengan pertanyaan terbuka. Jangan menginterupsi, lebih baik menerima banyak informasi.




  • Relieve

Tanggap & cepat paham untuk mengganti pokok pertanyaan apabila ada reaksi penolakan dari narasumber




  • Reflect

Biarkan narasumber melihat persoalan, bukan kita yg menginterpretasikan. Karena itu sampaikan apa yg dikatakan narasumber secara apa adanya dan rinci




  • Regress

Tanyakan aspek “apa sebelumnya” tidak sekedar “apa selanjunya”




  • Reconstruct

Kembali pada gambaran yg terjadi di lapangan, bukan hanya apa yg dipikirkan




  • Research

Kumpulkan, catat dan rekam segala perkembangan yg berkaitan dengan masalah dan tentukan yg menjadi penekanan penting




  • Review

Cek kembali fakta-fakta dan kutipan dari narsumber




  • Resolve

Bila terjadi kesalah-pahaman atau ketidak-konsistenan jawaban cepat diverifikasi dan peroleh jawaban yg sebenarnya




  • Retire

Beri narasumber kesempatan untuk menambah/ melengkapi jawaban jika masih perlu. Katakan akan mengontak untuk konfirmasi & verifikasi bila ada hal yg belum jelas. Catat hal-hal penting


Check List Investigasi TV


- Pastikan interview untuk mengungkap hal-hal dibalik fakta (hal sesungguhnya penyebab peristiwa)


- Orientasi tentang subyek & pengambilan gambar


- Pointers seputar subyek


- Mengetahui latar belakang informasi tentang narasumber.


- Sesuaikan wawancara dengan wish list/ treatment yg dibuat, lengkapi kebutuhan gambarnya, bicarakan dgn cameraman


- Lengkapi equipments khusus untuk investigasi & penyamaran (hidden camera, sound recorder)


Etika Reporter Investigasi TV


- Memiliki integritas pribadi, jujur & beretika dalam melakukan investigasi, tidak mencuri informasi


- Menjaga kenetralan, adil dalam membuat news judgement


- Memiliki tanggung jawab sosial, independen & tidak menjadi partisan atau untuk keuntungan pribadi


- Dilarang menyalahgunakan pengaruh & hak-hak istimewa sebagai wartawan


- Dilarang dengan sengaja melakukan manipulasi gambar & informasi, semata hanya untuk menampilkan berita sensasional


- Melindungi identitas dan keamanan narasumber saksi


- Jika dari hasil verifikasi terjadi kesalahan perspektif atau fakta, segera harus melakukan koreksi



D. Praktik Wawancara Hard News


Stasiun televisi atau radio perlu menyadari dalam menggunakan wawancara vox pop bukan sekedar memdapatkan tanggapan masyarakat atau opinion poll atau usaha mengumpulkan data tetapi lebih berusaha mendapatkan gambaran sepintas berkenaan pandangan masyarakat biasa.


Wawancara Vox Pop


Ø Vox Pop kependekan dari Vox Populi (suara rakyat).


Ø Wawancara Vox Pop adalah cara cepat dan mudah mendapatkan reaksi/ pendapat masyarakat mengenai suatu masalah/ obyek, khususnya mengenai hal-hal yg ringan.


Ø Hasil wawancara Vox Pop harus menggambarkan keragaman pendapat mengenai sebuah obyek, secara proporsional.


Mis : penilaian masyarakat tentang tingkat keberhasilan presiden SBY memberantas korupsi.


Ø Narasumber Vox Pop


semua lapisan masyarakat, dipilih secara random, laki- laki, perempuan, tua, muda, guru, mahasiswa, pedagang pinggir jalan, pengusaha, PNS, ibu rumah tangga, dst.


Ø Usahakan memperoleh jawaban dari beragam pihak, ambil beragam pendapat secara proporsional. Jika 7 dari 10 orang berpendapat SBY belum berhasil menangani masalah korupsi, ambil proporsinya seperti itu, jangan yg minoritas lebih banyak dimunculkan, atau jawaban yg dimunculkan yg sama semua.


Pertanyaan Vox Pop


- Tanyakan satu pertanyaan yang sama persis untuk semua yg diwawancara.


- Jangan membuat pertanyaan tertutup atau pertanyaan yang jawabannya “ya” atau “tidak”.


- Suara reporter sesedikit mungkin terdengar, upayakan tidak terdengar


Hal-hal Teknis Wawancara Vox Pop


Ø Waspada terhadap suara-suara latar/ bising yg bisa mengganggu/ membuat suara narasumber tidak jelas, karena wawancara vox pop biasanya singkat (10-15 detik).


Ø Jika banyak terdapat suara latar/bising, upayakan mikrofon mendekat ke narasumber, pastikan suara latar berada pada level konstan, agar lebih memudahkan proses editing.


Ø Selalu ubah “eye line” diantara kepala orang yg berurutan dlm vox pop (sesudah ke kiri ganti ke kanan).


Ø Upayakan frame pengambilan gambar sama, yakni medium dan close-up


Ø Untuk menggambarkan identitas narasumber yg diwawancara vox pop, dalam frame pengambilan gambar sebaiknya latar belakang berhubungan dengan pekerjaan. (tukang bakso dgn gerobak bakso, mahasiswa di kampus, dosen dg rak buku, pegawai di kantor, dst.)


Hal-hal Teknis Wawancara di Lapangan (termasuk Vox Pop)


Ø Mata narasumber adalah bagian penting. Mata harus diletakkan di sepertiga bagian atas frame pada garis “golden mean”.


Ø Pengambilan gambar wawancara ketika narasumber duduk, pastikan posisi kamera dan reporter harus pada ketinggian yg sama. “Eye level”, yakni ketinggian pandangan mata narasumber harus sama dengan level pandangan pemirsa yg menonton.


Ø Arah mana yg dilihat narasumber disebut “eye line” (garis mata). Saat wawancara, narasumber harus melihat ke reporter. Pemirsa harus merasa terlibat dg narasumber, jadi kamera harus diletakkan sedekat mungkin dgn “eye line” narasumber. (reporter harus berdiri sedekat mungkin dgn lensa kamera)


Ø Jangan pernah biarkan narasumber melihat langsung ke lensa kamera.


Ø Perhatikan, apabila menggunakan mikrofon, harus menjaga kontinuitas visual sewaktu mengedit keseluruhan wawancara. Perhatikan kabel mikrofon atau clip on tidak boleh terlihat, supaya terlihat rapi.


Ø Hindari latar belakang yg terang (menghindari back light), datar atau kosong. Atau latar belakang yg mengandung garis, yang menyebabkan seolah memotong/ menembus telinga narasumber.


Hal-hal Teknis Wawancara Vox Pop


Ø Equipment wawancara vox pop yg terpenting adalah camera, kaset, mikrofon dan batere, accu light jika perlu. Tripod tidak terlalu penting, karena cenderung menggunakan jenis door step

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER