Kamis, 06 Agustus 2009

PIKIRAN DAN BAHASA

MODUL 14


PIKIRAN DAN BAHASA


BAHASA


Bahasa penting bagi banyak proses kognitif dan sulit membayangkan suatu peradaban dimana tidak ada bentuk bahasa. Beberapa psikolog begitu yakin akan pentingnya bahasa. Bahasa itu adalah hal yang paling mendasar dari pikiran JB Watson yakin bahwa pemikiran itu sesungguhnya berbicara pada diri sendiri. Hal ini telah disetujui oleh para ahli bahasa bahwa bahasa dan pemikiran berinterrelasi dalam beberapa cara.


Manusia adalah prosesor informasi yang aktif. Daripada menjadi pendengar yang pasif terhadap bahasa, manusia menggunakan beragam strategi, bentuk harapan dan menarik kesimpulan Awalnya bahasa lebih merupakan bentuk komunikasi antara manusia dengan makhluk lain. Secara sangat sistematis bahasa dikaitkan dengan symbol. Dalam perkembangannya, bahasa merupakan alat yang sangat penting dalam aktivitas kehidupan manusia tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai alat untuk berpikir, menyampaikan informasi dan sebagai high order cognition.


Bahasa dalam psikologi penting untuk dipelajari karena berbagai alasan :




  1. Bahasa sebagai alat komunikasi; dalam perkembangannya menunjukkan abstraksi yang tinggi pada manusia dimana mekanisme abstraksi (berpikir) adalah dasar dari kognisi


  2. Proses bahasa dianggap penting berkenaan dengan bentuk dan sifat-sifat penyimpanan informasi. Disini bahasa dan berpikir bersama-sama tersimpan dalam memori sementara bahasa sebagai suatu fenomena atau produk dari berpikir memegang peranan penting dalam kognisi


  3. Segala bentuk pikiran dan pemecahan masalah dapat dikonsepkan sebagai proses yang melibatkan bahasa.


  4. Bahasa adalah alat komunikasi utama, dimana banyak bentuk-bentuk informasi yang saling tertukar


  5. Bahasa mempengaruhi persepsi- aspek penting dalam kognitif- sehingga perkembangan bahasa sangat tergantung dari persepsi kita mengenai bahasa. Atau sebaliknya persepsi kita tentang dunia dipengaruhi oleh bahasa yang digunakan untuk mengambarkan dunia.

MEMAHAMI BAHASA


Mengerti bahasa disebut juga pemahaman bahasa (language comprehension), yang meliputi penggunaan pengetahuan yang tersimpan secara permanen untuk menafsirkan input / masukan baru (Lachman, Lachman & Butterfield, 1979). Psikolog kognitif cukup lama mengabaikan topic pemahaman ini, sebab pemahaman bahasa adalah proses kognitif tersembunyi yang sulit diselidiki. Kalau menguji produksi bahasa (analisa kata - kata atau kalimat-kalimat) itu mudah, tetapi bagaimana mendengar atau mengamati seseorang memahami ?


a. Persepsi Bicara


Langkah pertama dalam memahami bahasa yang diucapkan adalah persepsi bicara. Proses persepsi bicara sangat kompleks. Beberapa fakta mengenai persepsi bicara :


1. Transmisi pararel


Informasi bunyi dalam satu suku kata dikirimkan secara pararel, bukan sekali waktu untuk satu huruf.


2. Persepsi bicara dan konteks


Orang itu pendengar aktif, dapat memakai konteks sebagai tanda membantu menggambarkan bunyi atau kata. Pendengar mampu mengisi / melengkapi bunyi yang hilang dari konteks akhir atau sisa kata maupun kata - kata lainnya dalam satu kalimat.


Dalam hubungan konteks dan salah ucap, Cole (1973) menunjukkan bahwa orang sering kali tidak memperhatikan salah ucap yang timbul dalam konteks sebuah kalimat, sebab begitu toleran terhadap salah ucap dalam kalimat, sehinggal gagal mengamati salah ucap yang dibuat anak -anak.


3. Batasan kata ( word boundaries )


Pernahkah mendengar atau menangkap percakapan dalam bahasa yang tidak diketahui? Kata - kata tampaknya meluncur dalam arus bersambung, tanpa batas - batas kata di antaranya. Kalau mendengar percakapan dalam bahasa sendiri, kata kata didengar dengan jelas.Saat membaca, ruang putih, sebagai batasan kata - kata sangat jelas.


Sering kali terdapat kesalahan dalam membuat batasan kata, Contoh ketika mendengar lagu. Pendegar memakai pengetahuan menafsirkan fonem - fonem yang ambigus dan menentukan batas - batasdiantara kata - kata. Paling sering pengetahuan ini mengarah pada konklusi yang benar tetapi kadang - kadang mengarah pada salah tafsir / misinterpretasi pebuh humor.


4. Teori persepsi bicara


Teori analisys by synthesis (Hallen & Steven 1964)


Perangkat pendengaran menyusun hipotesis tentang kemungkinan seperti apa stimulus bicara. Stimulus bicara aktual dibandingkan dengan setiap hipotesis yang dibuat. Salah satu mendekati benar, inilah pesan yang akhirnya kita dengar.



Teori Cole dan Jakimik (1980)


Menekankan pentingnya konteks. Pembicaraan yang lancar adalah stimulus yang dapat ditafsirkan dalam beberapa cara berbeda. Asumsinya, kata - kata dibatasi oleh struktur akustiknya dan konteks dimana muncul.Dan bahwa pendengar memakai kedua informasi untuk mengenali kata - kata dari bicara yang fasih / lancar, Segera setelah mengetahui satu kata, kita dapat mengindentifikasi awal kata selanjutnya dalam sekuensi / rangkaian,


b. Struktur Konstituen


Konstituen adalah kelompok kata - kata yang tampaknya bersama - sama. Pendengar memakai informasi dalam konstituen (unit-unit konstituen) untuk menggambarkan makna.


Konstituen adalah frase atau unit dasar dalam satu kalimat. Biasanya lebih dari satu kata tetapi tidak sampai satu kalimat keseluruhan. Sifat konstituen :


1. Sebagai panduan kata, yang dapat diganti / substitusi oleh kata tunggal tanpa mengubah fungsi dan tanpa merusak sisa kalimat.


2. Dapat di pecah menjadi dua Immidiate Constituen, dan tiap immediate constituen dapat dibagi lagi sampai dapat ultimate constituen.



Konstituen dan pemahaman, beberapa langkah memahami kalimat :


1. Mendengar bunyi pembicaraan


2. Menyimpan representasi bunyi pembicaraan dalam STM


3. Melokasikan makna kata - kata dalam memori semantic


4. Mengorganisir representasi bunyi


5. Menentukan makna konstituen


6. Mengkombinasikan konstituen - konstituen untuk menggambarkan makna keseluruhan kalimat


7. Melupakan susunan kata konstituen yang panjang, hanya menyimpan intisari pembicaraan saja.



Realitas psikologis struktur konstituen, strategi mengidentifikasi konstituen :


1. Function words, kata - kata proposisi dan konjungsi. Misalnya kata bahwa dan untuk


2. Content words, kata - kata seperti kata-kata benda, kata kerja yang merujuk pada orang, benda dan tindakan.


3. Affiks, sisipan akhir seperti : er (kata benda), y (kata sifat), ly (kata keterangan)


4. Heuristik, petunjuk praktis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.



c. Faktor Yang Mempengaruhi Pemahaman


1. Negatif


Kalimat negatif lebih sulit dipahami daripada kalimat positif. Menambah kalimat negatif berarti menambah kesulitan.


2. Label (Marking)


Kalimat yang mengandung kata - kata berlabel lebih sulit dipahami, kata - kata tak berlabel adalah bentuk dasar kata, yang lebih umum dalam penggunaan. Contoh bersahabat-tak bersahabat.


3. Kalimat pasif


Kalimat pasif lebih sulit dipahami daripada kalimat aktif, Bentuk aktif itu tak berlabel dan bentuk dasar, sedangkan bentuk pasif itu berlabel dan lebih kompleks. Kalimat pasif biasanya sangat popular dalam tulisan ilmiah. Akibatnya tulisan ilmiah itu terdengar sangat megah dan angkuh.


4. Ambiguitas


Kata yang memiliki dua atau lebih makna, yang membuatnya lebih sulit dipahami. Kemungkinan karena menuntut satu keputusan tentang makna mana yang tepat untuk kalimat.


MENGHASILKAN/PRODUKSI BAHASA


A. Konteks Sosial Pembicaraan/Ucapan


Seringkali kita memusatkan perhatian pada aspek gramatikal dan lekstikal bahasa dalam pendidikan formal membuat kita melupakan pentingnya segi sosial bahasa.


1.The given - new strategy


Satu cara dimana pembicara menunjukkan keperduliannya pada pendengar. Kalimat pembicara mengandung sebagian informasi yang ‘ada”, yang dengannya pendengar telah familiar, dan sebagian lagi informasi baru. Ini memampukan pendengar mengidentifikasi informasi mana yang ada (given) dan mana yang baru dan mengintegrasikan informasi baru ke dalam memori bersama-sama dengan memori lama.


2.Format Percakapan


Kita memiliki aturan sosial perihal format percakapan. Satu aturan adalah pembicara harus bergantian. Pertukaran pembicara, khususnya pada permulaan percakapan dan beberapa simpangan diperlukan untuk mengakhiri sebuah percakapan.


3.Formalitas Pembicaraan


Menurut Ervin-Dust (1972) ada 3 tingkatan gaya : formal, colloquial dan slang


4.Directive


Kalimat yang meminta seseorang melakukan sesuatu.


B. Seleksi Isi pembicaraan


Memilih subjek kalimat dan menyeleksi beberapa kata kerja sebelum memulai suatu kalimat. Orang memakai seperangkat aturan yang konsisten dalam menyampaikan kalimat sederhana. Misalnya setiap cerita meliputi setting (latar) dan satu episode. Orang-orang juga menunjukkan keseragaman ketika melukiskan tempat, misalnya tempat tinggalnya.


C. Kesalahan Bicara


Meliputi pause/berhenti ditengah satu kalimat, awal yang salah atau memulai suatu kalimat baru sebelum mengakhiri kalimat sebelumnya, menggunakan kata-kata tambahan (misalnya oh, ehmm, maksud saya, anda tahu, ok dan lain-lain) dan kesleo lidah (slip of tongue), kesalahan karena bunyi dirangkai diantara dua atau lebih kata yang berbeda. Kesalahan berbicara ini meliputi kesalahan antisipasi, preserpasi, dan pembalikkan serta bunyi 2 kata bertukar.


D. Artikulasi


Membuat pembicaraan berbunyi melibatkan paru-paru, larinks, lidah dan bibir.


E. Berbahasa pada non manusia


Peneliti mencoba mengajari simpanse berkomunikasi.



MENGINGAT BAHASA


a.Memori Verbatim


Memori kata demi kata, merecall kata persis dalam urutan sebagaimana ditunjukkan. Orang cukup baik dalam memori verbatim pada kalimat sederhana, positip dan kalimat aktif. Bila satu frase adalah bagian dari konstituen yang sedang diproses, maka akan direcall lebih baik daripada bila merupakan bagian konstituen sebelumnya. Faktor sosial mempengaruhi apakah orang merecall lebih baik perintah sopan dari pada perintah tak sopan. Orang merecall permintaan sopan bila diucapkan orang berstatus tinggi, tetapi tidak merecall bila diucapkan orang berstatus rendah begitu pula sebaliknya. Mahasiswa lebih banyak mengingat ucapan-ucapan tidak relevan (seperti lelucon dan pengumuman daripada kalimat-kalimat factual dan recall verbatim rendah bila materi yang diingat cukup lama)


b.Memori terhadap arti/makna


Orang dapat merecall lebih baik makna kalimat daripada kata-katanya persis. Orang-orang menggabungkan kalimat secara bersama-sama dalam memori dan tidak dapat menguraikannya ke dalam komponen aslinya atau asal. Orang mengingat makna umum materi yang didengarnya meskipun lupa bentuk spesifik kalimat. Lupa bentuk asli kalimat kadang-kadang menguntungkan juga. Kita tidak perlu merecall kalimat asal, melainkan sintesa beberapa potongan informasi terpisah ke dalam keseluruhan yang terorganisir baik dan merecall makna paragraph.


c.Memori untuk kesimpulan/Inferensi/Konklusi logis


Pengetahuan terdahulu akan menyesatkan orang dan merecall inferensi/kesimpulan yang tak disebutkan sebelumnya. Bartlet menemukan bahwa recall terhadap cerita menjadi menyimpang dalam arahan pengetahuan pendengar terdahulu. Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan terdahulu sangat membantu dalam inferensi. Bransford dan Johnson menemukan bahwa orang sudah mengetahui topik paragaf sebelum membacanya, mampu merecall lebih banyak daripada yang tidak mengetahui. Macam pengetahuan terdahulu seperti ini membantu memori sebab pengetahuan tersebut konsisten dengan informasi dalam paragraph.


PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM BAHASA


Clark and Clark mencatat keterbatasan variasi yang muncul dalam bahasa :


1. dipelajari anak-anak


2. diucapkan dan dipahami orang dewasa dengan mudah dan efisien


3. menumbuhkan ide-ide orang normalnya dengan mengucapkannya


4. berfungsi sebagai satu sistem komunikasi dalam satu latar sosial dan budaya


Beberapa universal bahasa :


1.Ide-ide kompleks diekspresikan melalui bahasa yang kompleks


2. Beberapa urutan kata-kata lebih umum daripada urutan kata lainnya (S-P-O)


3. Penentu kata sifat ditempatkan dekat kata yang dibatasi


4. Kata-kata menyenangkan frekuensinya lebih tinggi daripada kata-kata tidak menyenangkan



Perbedaan Jenis Kelamin dalam Berbahasa


Menurut Jaccoby and Jacklin, bahwa superioritas perempuan dalam tugas verbal merupakan salah satu generalisasi yang mapan dalam bidang perbedaan jenis kelamin. Beberapa studi menunjukkan tidak terlalu berbeda. Perbedaannya hanya pada para perempuan lebih unggul ketelitian lafal dan pemahaman. Perbedaan jenis kelamin dalam bahasa juga ditemukan antara perempuan dan laki-laki lebih tua, skor perempuan dalam kelancaran verbal lebih tinggi.


Dalam proses bahasa melibatkan :




  1. Linguistik Struktur Bahasa

Mempelajari linguistik berarti mempelajari tentang deskripsi formal struktur bahasa meliputi deskripsi bunyi-bunyi bahasa, meaning dan tata bahasa. Dalam linguistik, dipelajari berbagai hal yang membentuk bahasa termasuk struktur bahasa adalah arti kata/kalimat, deskripsi suara percakapan dan grammar




  1. Kognitif Psikologi, termasuk didalamnya mempelajari :

a. Studi perkembangan bahasa, yaitu mempelajari bahasa yang berhubungan dengan perkembangan bahasa


b. Representasi kognitif dari bahasa; memandang bahasa umumnya dari performance nya atau melalui studi bagaimana organisme menggunakan bahasa.


Dari 2 metode diatas tentang bahasa dinamakan Psikolinguistik. Ahli psikolinguistik tertarik untuk mempelajari perkembangan kerangka deskriptif bahasa.


Diantaranya :


Perkembangan model dari isi bahasa


Struktur bahasa


Proses bahasa



LINGUISTIC HIERARCHY


Seperti penelitian terhadap memori, ahli linguistic meneliti bahasa dan menentukan suatu hieraki atau jenjang dimulai dari unsur bahasa yang paling fundamental yaitu sound units hingga meaning units.


Fonem : unit dasar dari bahasa bicara yang terdiri dari vocal dan konsonan.


Morfem : unit terkecil yang mempunyai arti dalam bahasa. Misalnya : kata, bagian dari kata, previxes, suffixes atau kombinasi dari keduanya. Morfem juga ada yang disebut free morfem dan ada bound morfem.


Sintaksis: kombinasi morfem dalam frase dan kalimat. Sintak merupakan aturan-aturan yang mengatur kombinasi morfem ke dalam frase dan kalimat.


Grammaradalah serangkaian aturan-aturan atau hukum yang mengatur aturan suatu bahasa.



Teori Chomsky tentang tata bahasa (grammar)


Ada 3 aspek penting dalam bahasa, yaitu :


1. Struktur tampak (Surface Structure)


Bagian dari kalimat actual yang dapat dibagi dan diberi label oleh penguraian kalimat konvensional


2. Struktur dalam ( Deep Structure )


Informasi yang dibutuhkan untuk membuat arti.


3. Aturan-aturan transformasional


Aturan yang mengubah satu struktur ke dalam struktur lainnya. Kalimat yang struktur bahasanya tampak berbeda ternyata memiliki struktur yang sama. Misalnya : saya makan pisang = pisang saya makan.


Untuk memahami struktur bahasa, ahli psikolinguistik berusaha memperhatikan 2 aspek yaitu :




  1. Produktifitas, berhubungan dengan jumlah yang tidak terbatas dari kalimat, phrase atau ungkapan yang memungkinkan dalam bahasa


  2. Regularity; menunjukkan keadaan sistematis dari kalimat, phrase atau ungkapan-ungkapan

Psycholinguistic Aspect of Language


Menurut Chomsky’s ; manusia mempunyai skema bawaan untuk memproses informasi dan membentuk struktur abstrak suatu bahasa. Lennerberg meneliti bahwa ada hubungan antara bahasa dan perkembangan motorik. Dari penelitiannya disimpulkan bahwa anak-anak mulai mampu berbicara tidak lebih cepat atau lebih lama sebelum mereka mencapai tingkat kematangan fisik tertentu.


Dari observasinya terhadap perkembangan bahasa diperoleh ciri-ciri ucapan anak, seperti :


a. Intonation contour, ucapannya tidak mempunyai arti tetapi mempunyai intonasi


b. Setelah mengalami kemasakan, anak mulai bisa mengontrol ucapannya dengan baik


Menurut Lennerberg, bahasa lisan berkembang dengan sendirinya tanpa latihan khusus seperti juga respon-respon motorik lainnya. Namun demikian bahasa dan tingkah laku dalam perkembangannya dipengaruhi oleh interaksi individu dengan lingkungannya. Skema tentang kematangan fisik akan mempengaruhi perkembangan bahasa karena anak mempunyai kepekaan terhadap aspek-aspek yang berbeda dari bahasa yang berurutan.


Ada pula tahap-tahap yang dilalui anak, dimulai dari reaksi anak terhadap pola-pola intonasi dilanjutkan dengan pemrosesan dari pola-pola tersebut, kemudian memungkinkan anak tersebut untuk dapat mereproduksi kembali. Kesimpulan ahli psikolinguistik mempunyai konsep bahwa otak manusia adalah merupakan sistem penyimpanan dan pemrosesan informasi yang sangat kompleks. Kebanyakan informasi bahasa disimpan dalam bentuk pengabstrakan informasi (seperti juga matematika) tetapi juga disimpan dalam bentuk kata-kata.


Menurut Whorf, sesuatu yang ditunjukkan dengan sebuah kata akan diamati secara berbeda oleh orang yang mempunyai bahasa yang memiliki cara pandang yang berbeda. Bahasa akan mempengaruhi cara individu mempersepsi realita, proses informasi serta penyimpanan-penyimpanan informasi ke dalam memori dan recall. Dengan kata lain, bahasa akan menentukan informasi apa yang dikoding/dikelompokkan, ditransform dan diingat kembali


Oleh : Sri Wulandari S.Psi, Psi

blog comments powered by Disqus

Posting Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER