Minggu, 09 Agustus 2009

NERACA DAN LAPORAN ARUS KAS

MODUL 5


AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I


RESKINO


image001


NERACA DAN LAPORAN ARUS KAS


Neraca (balance sheet) disebut juga sebagai Laporan Keuangan, yang melaporkan aktiva, kewajiban, ekuitas pemegang saham peusahaan bisnis pada suatu tanggal tertentu. Laporan keuangn ini menyediakan informasi mengeai sifat dan jumlah investasi dlam sumber daya perusahaan, kewajiban kepda kreditor dan ekuitas pemilik dalam sumber daya bersih.Dengan demikian neraca dapat membantu meramalkan jumlah, waktu dan ketiakpastian arus kas dimasa depan.



KEGUNAAN NERACA untuk menganalisis Likuiditas, Solvensi, dan fleksibilitas keuangan perusahaan.


Likuiditas (liquidity) menguraikan jumlah waktu yang diperkirakan akan di butuhkan sampai waktu aktiva terealisasikan atau sebaliknya I konversi menjadi kas atau sampai kewajiban di bayar. Kreditor sangat berkepentingan dengan rasio likuiditas jangka pendek seperti rasio kas terhadap kewajiban jangka pendek.


Solvensi (solvency) mengacu pada kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utangnya pada saat jatuh tempo.


Likuiditas dan solvensi mempengaruhi fleksibilitas keuangan (financial fleksibility) entitas yang mengukur “kemampuan perusahaan mengambil tindaan yang efektif untuk mengubah jumlah dan penetapan waktu arus kan sehngga bisa bereaksi terhadap kebutuha dan peluang yang tak terduga”. Sebagai contoh, sebuah peusahaan yang memiliki banyak hutang -tidak fleksibel secara keuangan -mungkin memiliki sumber kas yang terbatas atau tidak sama sekali untuk membiayai ekspansi atau melunasi utang yang telah jatuh tempo. Sebuah perusahaan yang memiliki tingkat fleksibel keuangan yang tinggi akan lebih mampu melalui periode yang buruk, memulihkan diri dari krisis dan memanfaat kan peluang investasi yang tak terduga dan menguntungkan. Secara umum semakin tinggi fleksibitas keuangan, semakin kecil resiko kegagalan perusahaan.



KETERBATASAN-KETERBATASAN NERACA


1. Sebagai besar aktiva dan kewajiban dicatat pada biaya historis.


2. Pertimbangan dan estimasi harus digunakan untuk menentukan berbagai pos yang di laporkan dalam neraca.


3. Neraca perlu mengabaikan bayak pos yang merupakan nilai keuangan bagi perusahaan tetapi tidak bisa dicatat secara objektif.



KLASIFIKASI NERACA


Financial Accounting Standard Board (FSAB) menyatakan bahwa bagian dan subbagian dari laporan keuangan bisa lebih informativ dari pada laporan keuangan itu secara keseluruhan. Karena itu, seperti yang diperkirakan, pelaporan akun ikhtisar semata (total aktiva, aktiva besih, total kewajiban, dll) tidak di anjurkan.


Untuk mengklasifikasikan pos-pos dalam laporan keuangan ,peusahaan mengelomokan pos-pos yang memiliki karakteristik serupa dan memisaahkan pos-pos yang memiliki karkteristik yang berbeda.Sebagai contoh,perusahaan harus melaporkan secara terpisah:


1. Aktiva yang berbeda jenis atau fungsi yang diharapkan dalam operasi sentral atau aktifitas lainnya. contoh, IBM melaporkan persediaan barang dagang secara terpisah dari propeti, pabrik dan peralatan.


2. Aktiva dan kewajiban yang memilki implikasi berbeda atas fleksibilitas keuangan perusahaan.


3. Aktiva dan kewajiban yang memiliki karakteristik likuiditas umum yang berbeda.


Tiga kelompok pos yang umum terdapat dalam neraca adalah aktiva, kewajiban, dan ekuitas, Berikut adalah definisi dari masing-masing pos .


1. Aktiva. Manfaat ekonomi yang mungkin diperoleh di masa depan , ata di kendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lalu.


2. Kewajiban. Pengorbanan mandfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan yang berasal dari kewajiban berjalan entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jaa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau kejaian masaa lalu.


3. Ekuitas. Kepentingan residu dalam aktiva sebua etitas setelah di kurangi dengan kewajiban-kewajibannya


Pos-pos ini kemudian di bagi lagi kedalam beberapa subklasifikasi.Ilistrasi dibawah ini mempelihatkan formt umum dari neraca:


AKTIVA LANCAR


Aktva lancar (current asset) ialah kas dan aktiva lainnya yang di harapkan akan dapat di konversi menjadi kas, dijual atau di konsumsi dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi, tergantung mana yang paling lama. Siklus operasi ini adalah waktu rata-rata ntara akuisisi bahan dan perlengkapan dengan realiasi kas melalui penjualan produk (yang digunakan untuk mendapatkan perlengkapan dan bahan baku). Siklus ini bermula dari kas, persediaan, produksi, dan piutang, lalu kembali ke kas lagi.


Aktiva lancar di sajikan dala neraca menurut urutan likuiditas. Lima pos penting dari kativa penting dari lancar dan dasar penilaian mereka.lihat ilustrasi di bawah ini.



Pos-Pos Dasar Penilaian


Kas dan ekuivalen kas Nilai wajar


Investasi jangka pendek Pada umumnya nilai wajar


Piutang Estimasi jumalah yang tertagih


Persediaan Harga peolehan ataupasar yanglebihrendah


Beban di bayar dimuka Harga perolehan



Kas


Kas Pada umumnya terdiri dari mata uang dan giro atau demand deposit (uang yang tersedia untuk memenuhi permintaan di institusi keuangan). Ekuivalen Kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid dan akan jatuh tempo dalam jangka tiga bulan atau kurang.



Investasi jangka pendek


Investasi dalam sekuritas utang dan ekuitas di kelopokan kedalam tiga portofolio terpisah untuk tujuan penilaian dan pelaporan. Ketiga portofolio itu di kategorikan sebagai berikut:


Sekuritas yang dipegang higga jatuh tempo (held to manturity securities) sekuritas utang perusahaan yang meiliki nilai positif dan kemampuan untuk di pegang sampai jatuh tempo.


Sekuritas perdagangan (trading securities): sekuritas utang dan ekuitas yang terutama dibeli da dipegaguntuk dijual dalam waktu dekat untuk mendapatkan laba atau selisih harga jangka pendek.


Sekuritas yng tersedia untuk di jual (available for sale securities): sekurias hutang dan ekuitas yang tidak di klasifikasikan sebagai sekuritas yang dipegang hingga jatuh tempo dan sekuritas perdagangan.



Piutang


Setiap kerugian yang diantisipasi akibat piutang tak tertagih,jumlah dan sifat dari setiap piutang non dagang serta setiap piutang yang di gunakan sebagai jaminan harus diidentifikasikan secara jelas. Kategori utama piutang harus disajikan dalam neraca atau catatan terkait. Untuk piutang yang berasal dari transaksi tidak biasa (seperti penjualan property, atau pinjaman kepada afiliasi atau karyawan), perusahaan harus mengklasifikasinya secara terpisah sebagai piutang jangka panjang, kecuali diperkirakan akan diterima dalam waktu setahun.



Persediaan


Untuk menyajikan persediaan secara tepat ,dasar penilaian ( yaitu;mana yang tererdah antaara baya atau harga pasar) dan meode penetapa harga ( FIFO atau LIFO) harus di ungkapkan.



Beban dibayar dimuka


Beban dibayar dimuka yang termasuk dalam aktiva lancar adalah pengeluaran yang telah dilakukan untuk manfaat (biasanya jasa) yang akan diterima dalam satu tahun atau satu siklus operasi,tergantung mana yang lebih panjang. Pos-pos ini merupakan aktiva lancar karena jika hal itu belum di bayar.maka perlu digunakan kas selama tahun berjalan atau siklus akuntansi beikutnya.Beban dibayar dimuka dilaporkan pada jumlah biaya yang belm jatuh tempoatau belum digunakan.



Aktiva tidak Lancar


Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang tidak memenuhi definisiaktiva lancar.Aktiva ini mencakup berbagai pos, seperti yang akan di bahas pada bagiaan berikut ini.



Invetasi jangka panjang


Investasi jangka panjang (long term investment), yang sering disebut investasi saja, biasanya terdiri dari satu diantara empat jenis investasi berikut:


1. Investasi dalam sekurita, seperti obligasi, saham biasa,atau wesel jangka panjang.


2. Investasi dalam aktiva tetap berwujud, yang saat ini tidak digunakan dalam operasi,seperti tanah yang ditahan untuk spekulasi.


3. Investasi yang disisihkan dalam dana khusus seperti dana pelunasan, dana pensiunan, atau dana ekspansi pabrik, Nilai penyerahan tunai (cash surrender value)


4. Investasi dalam anak perusahaaan atau afiliasi yang tidak di konsolidasikan.


Properti, Pabrik, dan peralatan


Properti, pabrik dan peralatan (property, plant, and equipment) adalah kekayaan yang bersifat tahan lama yang digunakan dalam operasi regular perusahaan. Aktiva ini terdiri dari property atau kekayaan fisik seperti tanah, bangunan, mesin, perabotan, perkakas, dan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (hutan, mineral). Kecuali tanah, sebagian besar aktiva ini dapat disusutkan (seperti bangunan) atau dideplesikan (seperti hutan dan cadangan minyak).



Aktiva tak berwujud


Aktiva tak berwujud (intangible assets) tidak memiliki substansi fisik dan bukan merupakan instrument keuangan. Aktiva tak berwujud meliputi paten, hak cipta, warlaba, goodwill, merek dagang, nama dagang, dan daftar pelanggan, Pada umumnya, semua aktiva tak berwujud ini di amortisasikan (dihapus) selama masa manfaatnya yang terbatas. Perusahaan secara periodik menilai umur aktiva tak berwujud (seperti goodwill) berdasarkan penurunan nilai (impairment) yang terjadi. Aktiva tak berwujud dapat menjadi sumber daya ekonomi yang signifikan, namun para analis keuangan sering kali mengabaikannya karena penilaiannya sulit dilakukan.



Aktiva Lainnya


Pos-pos yang di cantumkan dalam kelompok aktiva lainnya sangat bervariasi dalam praktek.Umumnya pos-pos ini meliputi beban dibayar dimuka jangka panjang, biaya pension di bayar dimuka, piutang tidak lancar, aktiva dalam dana khusus, pajak penghasilan yang di tangguhkan (deferref inco tax) property yang di pegang untuk dijual dan kas atau sekuritas yang di batasi . Perusahaan harus membatasi bagia ini hanya untuk pos-pos tidak biasa yang cukup berbeda dengan aktiva yang termasuk dalam kategori khusus.



Kewajiban


Seperti pada aktiva,perusahaan juga mengklasifikasikan kewajiban sebagai lancar atau jangka panjang


Kewajiban Lancar


Kewajiban lancar (current liabilities) adalah kewajiban yang diperkirakan secara memadai akan dilikuidasi melalui penggunaan aktiva lancar atau penciptaan kewajiban lancer lainnya. Konsep meliputi:




  1. Utang yang berasal dari akuisisi barang dan jasa: utang usaha, utang gaji, utang pajak, dll.


  2. Penagihan yang diterima dimuka sebelum barang dikirimkan atau jasa diberikan seperti pendapatan sewa yang belum dihasilkan atau pendapatan langganan yang belum dihasilkan.


  3. Kewajiban lain yang likuidasinya akan dilakukan dalam siklus operasi seperti bagian obligasi jangka panjang yang harus dibayarkan dalam periode berjalan, atau kewajiban jangka pendek yang berasal dari pembelian peralatan.


Kewajiban Jangka Panjang


Kewajiban jangka panjang (long-term liabilities) adalah kewajiban yang diperkirakan secara memadai tidak akan dilikuidasi dalam siklus operasi normal, melainkan akan dibayar pada suatu tanggal diluar waktu itu.


Secara umum kewajiban jangka panjang terdiri dari tiga jenis:




  1. Kewajiban yang berasal dari situasi pembiayaan khusus, seperti penerbitan obligasi, kewajiban lease jangka panjang, dan wesel bayar jangka panjang.


  2. Kewajiban yang berasal dari operasi normal perusahaan, seperti kewajiban pensiun dan kewajiban pajak penghasilan yang ditangguhkan.


  3. Kewajiban yang tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya satu kejadian atau lebih di masa depan untuk mengkonfirmasi jumlah yang harus dibayar, atau pihak yang dibayar, atau tanggal pembayaran seperti jaminan jasa atau produk dan kontinjensi lainnya.


EKUITAS PEMILIK


Kelompok ekuitas pemilik (owner’s equity) atau ekuitas pemegang saham adalah satu bagian yang paling sulit dibuat dan dipahami. Bagian Ekuitas Pemegang Saham: Modal saham, Modal disetor tambahan, Laba ditahan.



FORMAT NERACA


Salah satu bentuk susunan yang sering dipergunakan dalam penyajian neraca berklasifikasi adalah format akun (account form). Dimana kelompok aktiva dicantumkan pada sisi kiri dan kelompok kewajiban serta ekuitas pemegang saham pada sisi kanan. Kelemahan utama dari format ini adalah diperlukannya satu halaman yang cukup lebar untuk menyajikan pos-pos tersebut saling berdampingan.



INFORMASI TAMBAHAN YANG DILAPORKAN


1. Kontinjensi


Kontinjensi (contingency) didefinisikan sebagai suatu situasi yang melibatkan ketidakpastian menyangkut keuntungan (keuntungan kontinjensi) atau kerugian (kerugian kontinjensi) yang pada akhirnya akan menjadi pasti setelah satu kejadian dimasa depan atau lebih terjadi atau terjadi. Singkatnya, kontinjensi adalah kejadian material yang memiliki ketidakpastian dimasa depan. Keuntungan Kontijensi adalah kerugian operasi pajak yang dikompensasi ke depan (tax operating-loss carry-forward) atau tuntutan hokum perusahaan terhadap pihak lainnya. Kerugian Kontijensi biasanya berhubungan dengan litigasi, masalah lingkungan, penilaian pajak yang mungkin, atau investigasi oleh pemerintah.



2. Kebijakan Akuntansi


Pengungkapan prinsip-prinsip dan metode akuntansi serta risiko dan ketidakpastian ini berguna jika disajikan dalam Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Penting (Summary of significant Accounting Policies) yang terpisah sebelum catatan atas laporan keuangan atau sebagai catatan awal.



3. Situasi Kontraktual


Situasi kontraktual yang penting juga perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Sebagai contoh, perusahaan wajib menjelaskan provisi penting dari kontrak lease, kewajiban pensiun, dan program opsi saham dalam catatan.



4. Nilai Wajar


Pengungkapan yang terkait dengan nilai wajar, terutama yang terkait dengan instrumen keuangan. Instrumen keuangan (financial instruments) didefinisikan sebagai kas, kepentingan kepemilikan, atau hak kontraktual untuk menerima atau kewajiban untuk membayar kas atau instrumen keuangan lainnya.



TEKNIK PENGUNGKAPAN


Pengaruh dari berbagai kontinjensi terhadap kondisi keuangan, metode penilaian aktiva dan kewajiban, dan kontrak serta perjanjian perusahaan harus diungkapkan secara lengkap dan sesederhana mungkin.




  1. Penjelasan dalam tanda kurung: Informasi atau uraian tambahan seringkali ditampilkan dalam tanda kurung setelah pos tertentu.


  2. Catatan: Catatan digunakan jika penjelasan atau uraian tambahan tidak dapat ditampilkan secara ringkas dalam tanda kurung.


  3. Referensi-silang dan pos-pos kontra: Hubungan langsung antara suatu aktiva dan kewajiban “direferensi silang” pada neraca.


  4. Skedul pendukung: Sering kali sebuah skedul yang terpisah dibutuhkan untuk menyajikan informasi yang lebih terinci menyagkut aktiva atau kewajiban tertentu, karena neraca hanya menyajikan satu pos ikhtisar.


LAPORAN ARUS KAS


TUJUAN LAPORAN ARUS KAS


Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode. Untuk meraih tujuan ini, laporan arus kas melaporkan:




  1. Kas yang mempengaruhi operasi selama suatu periode,


  2. Transaksi investasi,


  3. Transaksi pembiayaan,


  4. Kenaikan atau penurunan bersih kas selama satu periode,


ISI DAN FORMAT LAPORAN ARUS KAS


Penerimaan kas dan pembayaran kas selama suatu periode diklasifikasikan dalam laporan arus kas menjadi 3 aktivitas berbeda antara lain:




  1. Aktivitas operasi (operating activities) meliputi pengaruh kas dari transaksi yang digunakan untuk menentukan laba bersih.


  2. Aktivitas investasi (investing activities) meliputi pemberian dan penagihan pinjaman serta perolehan dan pelepasan investasi (baik utang maupun ekuitas) serta property, pabrik, dan peralatan.


  3. Aktivitas pembiayaan (financing activities) melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemilik. Aktivitas ini meliputi: a) perolehan sumber daya dari pemilik dan komposisinya kepada mereka dengan pengembalian atas dan dari investasinya, b) peminjaman uang kreditor serta pelunasannya.


Format dasar laporan arus kas


Laporan Arus Kas


Arus kas dari aktivitas operasi $ XXX


Arus kas dari aktivitas investasi XXX


Arus kas dari aktivitas pembiayaan XXX


Kenaikan (penurunan) bersih kas XXX


Kas awal tahun XXX


Kas akhir tahun $ XXX










image002



PEMBUATAN LAPORAN ARUS KAS


Informasi yang dibutuhkan untuk membuat laporan arus kas biasanya berasal dari:




  1. Neraca komparatif


  2. Laporan laba-rugi periode berjalan


  3. Data transaksi terpilih


Pembuatan laporan arus kas dari ke tiga sumber ini melibatkan langkah-langkah berikut:




  1. Menentukan kas yang disediakan oleh aktivitas operasi.


  2. Menentukan kas yang disediakan oleh atau digunakan dalam aktivitas investasi dan pembiayaan.


  3. Menentukan perubahan (kenaikan atau penurunan) kas selama periode berjalan.


  4. Merekonsiliasi perubahan dalam kas dengan saldo kas awal tahun dan saldo kas akhir tahun.


Tidak semua aktivitas signifikan perusahaan melibatkan kas. Contoh dari aktifitas nonkas yang signifikan adalah:


a) Penerbitan saham biasa untuk membeli aktiva.


Konversi obligasi menjadi saham biasa.


c) Penerbitan surat utang untuk membeli aktiva.


d) Pertukaran aktiva jangka panjang.



KEGUNAAN LAPORAN ARUS KAS


Likuiditas Keuangan


Salah satu rasio yang sering digunakan untuk menilai likuiditas adalah Rasio cakupan utang tunai lancar (current cash debt coverage ratio). Rasio ini mengindikasikan apakah perusahaan dapat melunasi kewajiban lancarnya dalam tahun tertentu dari operasinya.



Fleksibilitas Keuangan


Rasio cakupan utang tunai (cash debt coverage ratio) menyediakan informasi mengenai fleksibilitas keuangan. Rasio ini mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk membayar kembali kewajibannya dengan kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi, tanpa harus melikuidasi aktiva yang dipakai dalam operasi.



Arus Kas Bebas


Arus kas bebas (free cash flow) adalah jumlah arus kas diskresioner perusahaan untuk membeli investasi tambahan, melunasi utang, membeli saham treasury, atau hanya untuk menambah likuiditas perusahaan.

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER