Kamis, 06 Agustus 2009

Memori

Modul 9


Memori


Ingatan atau memori adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan banyak dipelajari dalam psikologi kognitif dan ilmu saraf. Dalam lingkup ilmu Psikologi, ada beberapa teori mengenai Memori yang dikemukakan oleh para ahli. Di bawah ini akan dibahas beberapa dari teori-teori tersebut.


ASSOCIATION MODEL(MODEL ASOSIASI)
Teori awal mengenai Memori dikenal sebagai Association Model (Model Asosiasi). Menurut model ini, memori merupakan hasil dari koneksi mental antara ide dengan konsep. Tokoh yang terkenal mendukung teori ini antara lain adalah Ebbinghaus yang melakukan beberapa penelitian, antara lain mengenai fungsi lupa serta savings. Grafik di bawah menunjukkan salah satu hasil penelitian yang menunjukkan tingkat retensi yang makin rendah dengan berjalannya waktu.


Image


COGNITIVE MODEL(MODEL KOGNITIF)
Cognitive Model (Model Kognitif) mengatakan bahwa Memori merupakan bagian dari information processing. Teori ini mencoba menjelaskan bahwa manusia memiliki tiga macam Memori sebagai berikut:


· Memori Sensoris: Memori Sensoris didefinisikan sebagai ”momentary lingering of sensory information after a stimulus is removed.” Diterjemahkan secara bebas, kalimat di atas bermakna bahwa Memori Sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus diambil. Tidak semua informasi yang tercatat dalam Memori Sensoris akan disimpan lebih lanjut ke Memori Jangka Pendek atau Jangka Panjang, karena manusia akan melakukan proses selective attention, yaitu memilih informasi mana yang akan diproses lebih lanjut.


· Memori Jangka Pendek: Memori Jangka Pendek disimpan lebih lama dibanding Memori Sensoris. Memori ini berisi hal-hal yang kita sadari dalam benak kita pada saat ini. Otak kita dapat melakukan beberapa proses untuk menyimpan apa yang ada di Memori Jangka Pendek ke dalam Memori Jangka Panjang, misalnya rehearsal (mengulang-ulang informasi di dalam benak kita hingga akhirnya kita mengingatnya) atau encoding (proses di mana informasi diubah bentuknya menjadi sesuatu yang mudah diingat). Salah satu contoh konkret proses encoding adalah ketika kita melakukan chunking, seperti ketika kita mengingat nomor telepon, di mana kita akan berusaha membagi-bagi sederetan angka itu menjadi beberapa potongan yang lebih mudah diingat.


· Memori Jangka Panjang: Memori Jangka Panjang adalah informasi-informasi yang disimpan dalam ingatan kita untuk keperluan di masa yang akan datang. Ketika kita membutuhkan informasi yang sudah berada di Memori Jangka Panjang, maka kita akan melakukan proses retrieval, yaitu proses mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan tersebut. Proses retrieval ini bisa berupa:


1. Recognition: Mengenali suatu stimulus yang sudah pernah dialami sebelumnya. Misalnya dalam soal pilihan berganda, siswa hanya dituntut untuk melakukan recognition karena semua pilihan jawaban sudah diberikan. Siswa hanya perlu mengenali jawaban yang benar di antara pilihan yang ada.


2. Recall: Mengingat kembali informasi yang pernah disimpan di masa yang lalu. Misalnya ketika saksi mata diminta menceritakan kembali apa yang terjadi di lokasi kecelakaan, maka saksi tersebut harus melakukan proses recal.


Retrieval bisa dibantu dengan adanya cue, yaitu informasi yang berhubungan dengan apa yang tersimpan di Memori Jangka Panjang. Terkadang kita merasa sudah hampir bisa menyebutkan sesuatu dari ingatan kita namun tetap tidak bisa; fenomena ini disebut tip of the tounge. Misalnya ketika kita bertemu dengan kenalan lama dan kita yakin sekali bahwa kita mengingat namanya namun tetap tidak dapat menyebutkannya.


Teori belajar kognitif membagi memori jangka panjang kedalam 3 bagian :


1. Memori episodic (Episodic memory); adalah memori tentang pengalaman personal, yakni semacam gambaran mental mengenai sesuatu yang telah dilihat /didengar


2. Memori semantic (semantic memory), berisi tentang fakta dan informasi tergeneralisasi yang telah diketahui sebelumnya, konsep-konsep prinsip, dan cara menggunakan informasi tersebut, serta keterampilan pemecahan masalah dan strategi belajar


3. Memori procedural (procedural memory); menunjuk pada pengetahuan tentang cara mengerjakan sesuatu, terutama alam mengerjakan tugas-tugas fisik. Jenis memori ini disimpan dalam serangkaian pasangan stimulus-respon.


TULVING’S THEORY OF MULTIPLE MEMORY SYSTEMS
Menurut Tulving, Memori dapat dilihat sebagai suatu hirarki yang terdiri dari tiga sistem Memori:


· Memori Prosedural: Memori mengenai bagaimana caranya melakukan sesuatu, misalnya Memori mengenai bagaimana caranya mengupas pisang lalu memakannya. Memori ini tidak hanya dimiliki manusia, melainkan dimiliki oleh semua makhluk yang mempunyai kemampuan belajar, misalnya binatang yang mengingat bagaimana caranya melakukan akrobat di sirkus.


· Memori Semantik: Memori mengenai fakta-fakta, misalnya Memori mengenai ibukota-ibukota Negara. Kebanyakan dari Memori Semantik berbentuk verbal.


· Memori Episodik: Memori mengenai peristiwa-peristiwa yang pernah dialami secara pribadi oleh individu di masa yang lalu. Misalnya Memori mengenai pengalaman masa kecil seseorang.


Tulving mengajukan bukti adanya sistem memori yang terpisah-pisah seperti di atas antara lain melalui:


· Amnesia: Adanya amnesia yang berbeda-beda, misalnya penderita amnesia yang melupakan semua Memori Episodik (pengalaman masa lalu), tapi masih mengingat Memori Prosedural.


· Penyakit Alzheimer’s yang juga hanya menyerang sistem memori tertentu saja.


Dengan kemajuan riset neuropsikologi, system memori telah dibagi menjadi beberapa komponen; yaitu :


1. Memori Implisit


Respon motorik yang dipelajari yang tidak berhubungan dengan aspek kesadaran, misalnya : mengendarai mobil dan ketrampilan motorik lainnya.


2. Memori Eksplisit


Berhubungan dengan akses kesadaran yang kemudian disubklasifikasikan lagi menjadi:


a. Memori episodik; misalnya menceritakan kembali secara detail tentang autobiografi dan kejadian pengalaman pribadi lainnya yang berhubungan dengan waktu tertentu


b. Memori Semantik, penyimpanan pengetahuan dunia secara umum


Konsep-konsep lain yang berguna adalah :


1. Memori jangka pendek yaitu memori yang bertanggung jawab untuk mengingat segera materi verbal atau spasial dalam jumlah yang sedikit.


2. Memori Arterogard, yaitu memori yang bertanggung jawab untuk mengingat hal-hal yang baru.


3. Memori Retrogard, yaitu memori yang bertanggung jawab untuk mengingat kembali informasi yang telah dipelajari.


CARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMORI
Para ahli masih memperdebatkan apakah Memori merupakan suatu trait (sifat) atau skill (kemampuan). Trait merupakan sesuatu yang stabil dan tidak dapat ditingkatkan, sedangkan skill merupakan sesuatu yang bisa dipelajari dan ditingkatkan.
Orang yang memiliki kemampuan Memori yang sangat tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


· Proses encoding yang majemuk dan bermakna.


· Memiliki banyak cue dengan asosiasi tinggi


· Banyak latihan


Contoh orang-orang dengan kemampuan Memori yang tinggi:


· Steve Faloon: dapat mengingat deretan angka yang panjang


· John Conrad: dapat mengingat pesanan makanan di restoran dengan sangat baik


· Rajan: dapat mengingat angka phi


Bagi orang normal, ada cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Memori, antara lain:


· Mnemonic: Menciptakan asosiasi antar hal yang harus diingat.


· Method of loci: Berusaha menciptakan gambaran seperti peta di benak kita dan mengasosiasikan tempat-tempat dalam peta itu dengan hal yang ingin diingat.


· Peg word/ irama: Mengasosiasikan kata yang ingin diingat dengan kata lain yang berirama.


· Menggunakan bayangan visual, misalnya John Conrad menggunakan bayangan visual untuk mengingat pesanan makanan dari para tamu.


· Memahami hal yang harus diingat, dan tidak hanya menghafalkan di luar kepala. Hal yang dipahami akan diingat lebih lama daripada hafalan luar kepala.


· Konteks ketika suatu hal sedang dipelajari sama dengan konteks ketika hal tersebut harus diingat kembali (encoding specificity)


· Memori akan baik ketika individu merasa terlibat secara emosional, namun keterlibatan emosional tidak terlalu tinggi.


· Menggunakan sebanyak mungkin cue ketika berusaha mengingat sesuatu.


· Memori akan lebih baik jika sesuatu dipelajari berulang kali walaupun masing-masing sesi cukup pendek, daripada mempelajari sesuatu dalam satu sesi yang panjang. Jadi, lebih baik mempelajari sesuatu dalam 3 sesi terpisah yang masing-masing lamanya 20 menit daripada 1 sesi yang lamanya 1 jam.


· Memori akan lebih baik jika bahan pelajaran disimpan dalam beberapa cara, misalnya mengingat suatu pelajaran baik dari segi visual maupun audio akan lebih baik daripada hanya salah satu saja.


Amnesia


Amnesia (dari Bahasa Yunani ¼½·Ã¯±) adalah kondisi terganggunya daya ingat. Penyebab amnesia dapat berupa organik atau fungsional. Penyebab organik dapat berupa kerusakan otak, akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan (biasanya yang bersifat sedatif). Penyebab fungsional adalah faktor psikologis, seperti halnya mekanisme pertahanan ego. Amnesia dapat pula terjadi secara spontan, seperti terjadi pada transient global amnesia [1]. Jenis amnesia global ini umum terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua, terutama pada pria, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.


Dampak lain dari amnesia adalah ketidakmampuan membayangkan masa depan. Penelitian terakhir yang dipublikasikan dalam jaringan di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa amnesia dengan kerusakan pada hippocampus tidak dapat membayangkan masa depa[. Hal ini terjadi karena bila seorang yang normal membayangkan masa depan, mereka menggunakan pengalaman masa lalu untuk mengkonstruksi skenario yang mungkin dihadapi. Sebagai contoh, seseorang yang mencoba membayangkan apa yang akan terjadi dalam pesta yang hendak didatanginya akan menggunakan pengalaman pesta sebelumnya untuk membantu mengkonstruksi kejadian di masa depan.


Bentuk amnesia


1. Anterograde amnesia: kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Penderitanya tidak akan bisa mengingat apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat.


2. Retrograde amnesia: ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari peristiwa lupa biasa.


Kedua kategori amnesia tersebut dapat muncul bersamaan pada pasien yang sama. Contohnya seperti pada pengendara sepeda motor yang tidak mengingat akan pergi kemana dia sebelum tabrakan (retrograde amnesia), juga melupakan tentang kejadian di rumah sakit dua hari setelahnya (anterograde amnesia).


Apakah Ingatan Disimpan diluar Otak ?


Setelah melakukan penelitian selama beberapa dekade, ilmuwan masih belum dapat menjelaskan mengapa tidak dapat menemukan bagian otak yang bertugas untuk menyimpan ingatan. Banyak orang berasumsi bahwa ingatan kita pasti berada di dalam kepala kita. Tetapi tidak peduli berapa banyak usaha untuk mencarinya, peneliti kesehatan tidak dapat menemukan bagian otak mana yang sebenarnya menyimpan ingatan kita. Apakah mungkin ingatan kita sebenarnya berada di ruang di luar struktur fisik kita?


Dr. Rupert Sheldrake, seorang ahli biologi, penulis, dan peneliti mengatakan bahwa pencarian pikiran telah dilakukan kedua arah berlawanan. Ketika kebanyakan ilmuwan mencari di dalam kepala, dia mencari keluar.


Berdasarkan Sheldrake, penulis beberapa buku dan artikel ilmiah, ingatan manusia tidak berada di dalam ke dua bagian otak kita, tetapi tersimpan dalam semacam medan yang mengelilingi o-tak. Sementara otak itu berfungsi sebagai decoder atau penstabil informasi yang dihasilkan dari interaksi setiap orang dengan lingkungannya.


Dalam tulisannya "Perspektif Psikologi," Sheldrake menyamakan otak dengan sebuah televisi menggambarkan sebuah analogi untuk menggambarkan bagaimana pikiran dan otak berinteraksi.


"Jika saya merusak televisi Anda sehingga tidak dapat menerima sinyal dari stasiun tertentu, atau jika saya membuat TV Anda cacat dengan merusak bagian tertentu untuk menghasilkan suara sehingga Anda masih dapat melihat gambarnya tetapi tidak ada suaranya, hal ini tidak membuktikan bahwa suara atau gambar disimpan di dalam televisi.


Hal ini menunjukkan bahwa saya telah mempengaruhi sistem tuning sehingga Anda tidak dapat menangkap sinyal yang tepat lagi. Mirip dengan kasus kehilangan ingatan akibat kerusakan bagian otak juga tidak membuktikan bahwa ingatan tersimpan di dalam otak.


Kenyataannya, kebanyakan kasus hilang ingatan ada-lah bersifat sementara, contohnya amnesia akibat gegar otak, biasanya bersifat sementara. Pulihnya kembali ingatan sangat sulit dijelaskan dengan teori konvensional: jika ingatan telah hilang akibat rusaknya selaput ingatan di otak, maka ingatan tidak mungkin kembali lagi; tetapi seringkali ingatan tersebut kembali," tulisnya.


Sheldrake lebih lanjut menyangkal konsep bahwa ingatan disimpan di dalam otak, dengan mencontohkan penelitian penting yang dia percayai telah salah diinter-pretasikan. Penelitian ini melibatkan pasien yang dapat mengingat kembali kejadian dari masa lalu ketika bagian otak mereka dirangsang dengan listrik.


Banyak ilmuwan menyimpulkan bahwa area otak yang dirangsang harus dihubungkan secara logika dengan ingatan tersebut, tetapi Sheldrake mempunyai sudut pandang berbeda, menyampaikan dengan menggunakan analogi televisinya kembali, "jika saya menstimulasi sirkuit tuning televisi dan tiba-tiba program berpindah ke chanel lain, hal ini tidak membuktikan bahwa informasi disimpan di dalam sirkuit tuning," tulisnya.



Medan Morphonegetic


Tetapi jika ingatan tidak disimpan di dalam otak, dimanakah dia tersimpan? Mengikuti ide dari ahli biologi sebelumnya, Sheldrake percaya bahwa semua organisme mempunyai bentuk resonansi sendiri - sebuah medan yang eksis baik di dalam dan sekitar organisme itu, yang memberinya informasi dan bentuk.


Sebuah alternatif bagi pengertian biologi umum, bahwa pendekatan morphogenetic melihat bahwa makhluk hidup berinteraksi secara erat dengan medan yang berhubungan dengan mereka, meng-hubungkan mereka dengan akumulasi ingatan pengalaman masa lalu dari spesies tersebut.


Tetapi medan ini menjadi lebih spesifik, membentuk medan di dalam medan, dengan setiap pikiran - bahkan setiap organ tubuh - mempunyai resonansi dan sejarah uniknya sendiri, menstabilkan kehidupan tersebut dengan gambaran dari pengalaman masa lampau. "Konsep utama dari resonansi morphic adalah suatu hal yang sejenis saling mempengaruhi melintasi ruang dan waktu," tulis Sheldrake.


Tetapi, masih banyak ahli neurologi bersikeras menyelidiki lebih jauh ke dalam otak untuk menemukan tempat tinggal ingatan. Salah satu peneliti yang terkenal adalah Karl Lashley, yang mendemonstrasikan bahwa meskipun otak seekor tikus telah dipotong lebih dari 50 persen, tikus tersebut masih mampu untuk mengingat trik-trik yang telah dilatih sebelumnya.


Anehnya, sepertinya baik bagian otak kiri atau otak kanan yang dipotong juga tidak ada bedanya, tikus itu masih mampu melaksanakan trik yang telah dipelajari sebelumnya. Peneliti lainnya juga melaporkan hasil serupa pada binatang lainnya.


Bayangkan hal ini


Teori holografis, lahir dari eksperimen yang dilakukan dari peneliti seperti Lashley, menganggap bahwa ingatan tidak tinggal di daerah spesifik dari otak besar tapi berada di otak secara keseluruhan. Dengan kata lain, seperti sebuah gambar hologram, sebuah ingatan disimpan sebagai sebuah pola gelombang pada seluruh bagian otak.


Tetapi, ahli neurologi telah menemukan bahwa otak bukanlah sebuah entitas statis, tetapi sebuah kumpulan syaraf dinamis yang terus menerus berubah -semua kimiawi dan substansi sel berinteraksi dan berubah posisi secara konstan.


Tidak seperti sebuah CD komputer dengan format teratur dan tidak berubah yang bisa menarik informasi yang sama yang disimpan beberapa tahun sebelumnya, maka sulit untuk menjaga agar sebuah ingatan dapat disimpan dan dipanggil kembali dalam otak yang terus berubah.


Tetapi kondisi yang kita percayai bahwa semua pikiran disimpan di dalam kepala kita, gagasan bahwa ingatan dapat dipengaruhi dari luar otak sejak awal telah membingungkan.


Sheldrake menulis dalam artikelnya Eksperimen Menatap: "ketika Anda membaca halaman ini, sebuah sinar redup memancar dari buku menuju mata Anda, membentuk sebuah gambar terbalik di retina. Gambar ini dideteksi oleh sel yang peka cahaya, menyebabkan rangsangan syaraf melewati syaraf optik, terbentuk menjadi sebuah pola aktivitas elektro-kimiawi kompleks di dalam otak."


Semua ini telah diselidiki secara detail oleh ahli neurologi. Tetapi kemudian muncul misteri. Anda sepertinya menyadari gambar dari ha-laman ini. Anda mengalami-nya di luar Anda, di depan muka Anda. Tetapi dari sudut pandang ilmu pengetahuan konvensional, pengalaman ini adalah ilusi. Dalam ke-nyataannya, gambar tersebut seharusnya berada di dalam diri Anda, bersama-sama de-ngan aktivitas mental Anda."


Ketika pencarian ingatan menantang pengertian tradisional ahli biologi, peneliti seperti Sheldrake percaya bahwa tempat sesungguhnya dari ingatan akan ditemukan di dimensi lain yang tidak dapat diobservasi.


Gagasan ini sesuai dengan Konsep utama pikiran dari Jung bernama "ketidak-sadaran kolektif" atau pemikiran dari aliran Tao yang memandang pikiran manusia dan jiwa berasal dari berbagai sumber di dalam dan di luar tubuh, termasuk pengaruh energi dari berbagai macam organ (kecuali otak).


Dari sudut pandang ini, otak tidak berfungsi sebagai fasilitas penyimpanan atau pikiran itu sendiri, tetapi syaraf fisik yang diperlukan untuk menghubungkan individu dengan medannya. (Leonardo Vintini/The Epoch Times/san)


Memori Dalam Tinjauan Filosofi


Socrates mendefinisikan memori sebagai inscribing feeling, perasaan yang hampir tertulis, tercetak, tergores dalam jiwa manusia. Konsekuensinya adalah ketika inscribing feeling itu menulis sesuatu yang benar, maka opini dan proposisi menjadi benar menurut kita.
Secara etimologi, memori atau memory (Inggris), memoire (Prancis) adalah keberadaan akan pengalaman masa lampau yang hidup kembali, catatan yang berisi penjelasan, alat di komputer yang dapat menyimpan dan merekam informasi. Memori juga berarti ingatan yang mempunyai arti lebih luas yaitu:


1.Apa yang diingat, yang terbayang di pikiran sepanjang ingatan
2.Alat atau daya batin untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yang pernah
diketahui (dipahami atau dipelajari)
3.Pikiran, dalam arti angan-angan, kesadaran
4. Apa yang terbit di hati, seperti niat atau cita-cita (Tim PKP3B, 1998:331)


Plato mengungkapkan adanya “having before the mind” dalam objek sekarang. Maksudnya manusia sudah mempunyai memori tentang apa yang dia hadapi sekarang tanpa adanya impresi atau pengalaman sebelumnya. Dalam bukunya Confession X, St. Augustine mendefinisikan memori sebagai gua besar tempat imaji berada, dan akan dimunculkan apabila dibutuhkan. Hal senada juga dikemukakan oleh Locke dalam edisi pertama bukunya yang berjudul Essay Concerning Human Understanding, bahwa memori adalah gudang dari ide-ide kita. Dalam edisi kedua, Locke tidak hanya mendefinisikan memori sebagai penyimpanan tetapi berfungsi juga menghidupkan kembali persepsi yang tersimpan. Pernyataan Locke dikerucutkan oleh Hume dalam Treatise of Human Nature, dengan mengatakan bahwa ketika impresi telah hadir bersama pikiran, maka impresi muncul di sana sebagai ide.(Edward, 1967:266).


Hal penting yang disepakati oleh Locke dan Hume adalah memori sebagai persepsi masa lalu berbeda dengan persepsi itu sendiri. Artinya dalam memori selalu ada reduksionis atau penambahan yang membuat peresepsi dan impresi menjadi lebih kompleks bahkan berubah menjadi ide. Pengertian memori bergeser dari sekedar tempat penyimpanan atau sesuatu yang disimpan menjadi proses penyimpanan, dari definisi pasif menjadi sebuah kemampuan aktif. Pengertian memori inilah yang kemudian dipakai dalam kajian psikologi.


Dalam Encharta 2003 disebutkan bahwa memori adalah proses encode, store (penyimpanan) dan retrieve information yang dilakukan manusia dan organisme lain. Encoding adalah pemberian inisial dan registrasi terhadap informasi. Storage adalah penyimpanan informasi yang telah dikodekan tadi, sedangkan retrieve adalah proses dalam penggunaan informasi yang telah tersimpan (stored information)(Roediger, 2003).


Definisi memori sebagai proses belum menjawab pertanyaan tentang wujud memori. Permasalahannya, memori tidak bisa dipandang sebagai wujud material seperti organ tubuh semacam liver, jantung atau bahkan otak. Begitupun memori tidak bisa hanya sekedar dibicarakan sebagai aspek kognitif yang lepas dari fungsi organ tubuh. Bergson dalam Matter and Memory mendahului analisanya dengan menyatakan bahwa memori ada di persimpangan mind dan matter (materi) (Bergson, 1911:2).


Secara material, sudut pandang pengertian memori terletak pada mekanisme otak dan sistem saraf pada tubuh manusia yang terus berkembang sejalan dengan penemuan-penemuan baru. Memori dijelaskan dalam neurophysiology, yaitu ilmu positif yang mempelajari sistem saraf, sedangkan penemuan tentang rekayasa genetika memberi wacana baru bagi pengertian memori yang sangat terkait dengan pencerapan informasi sebagai ‘bahan bakarnya’. Gen mengandung informasi untuk membuat semua protein yang diperlukan oleh organisme. Semua DNA dalam sebuah organisme disebut genom, termasuk gen.. Ketika genom manusia mulai berhasil dipetakan, maka informasi genetika yang tersimpan tersebut dapat dipakai dalam merekayasa manusia baru sesuai yang diinginkan (Naissbit, 2002:187).


Fisiologi memberi kita definisi memori yang terus berkembang selayaknya cara kerja ilmu positif, sedangkan psikologi memberi definisi memori secara kognitif. Freud, menjabarkan memori sebagai akar kepribadian. Memori berada dalam konsep kesadaran dan ketidaksadaran. Suatu ingatan prasadar dengan mudah akan menjadi sadar ketika perintangnya lemah. Suatu ingatan tak sadar lebih sulit menjadi sadar ketika perintangnya kuat Dia menegaskan bagaimana ingatan pada masa anak-anak dapat membentuk pola-pola kepribadian tertentu bahkan histeria (Lindzey, 1993:77). Memori juga merupakan bahan pembentukan mimpi yang mengalami modifikasi.Mimpi merupakan reproduksi pengalaman yang tersimpan dalam ketidaksadaran (Freud, 2001:11).


Jung menjabarkan memori dalam konteks yang lebih luas. Dalam teorinya tentang alam tak sadar kolektif, ada pengalaman psikis purba nenek moyang, keluarga, yang terwariskan kepada komunal maupun individu (Jung, 1989:13),.
Al Farabi menjelaskan memori (Ad-Dzãkirah) atau hafalan (al-Hãfizhah) sebagai daya yang menyimpan makna-makna yang dimengerti oleh waham. Waham adalah daya yang memahami makna-makna non-inderawi yang ada pada objek inderawi eksternal. Ada dua memori, yaitu pertama, memori untuk menyimpan gambar-gambar inderawi internal setelah menghilang, dan itulah daya konsepsi. Kedua, memori untuk menyimpan makna-makna non-inderawi yang ditangkap oleh waham, dan itulah memori atau daya ingat (Najati, 2002:68).


Berbagai definisi memori tersebut sebenarnya dapat dikelompokkan dalam tiga kategori besar, yaitu :
a.Fisiologis, yang mencakup tentang basis biologi memori,
b. Psikologis, yang mencakup tentang aspek kognitif memori.
c. Filosofis, sebagai kategori ketiga mendefinisikan memori sebagai
hubungan paralel antara Fisiologi dan psikologi.


Bergson mengutarakan bahwa paralelisme lahir sebagai akibat dari ilmu positif (Bergson, 1911:2). Salah satu contoh definisi memori dalam lingkup paralelisme tampak pada tulisan Alan Baddeley dalam bukunya yang berjudul Memory, A User Guide, mengatakan bahwa :
Perhaps the best way to appreciate the importance of memory is to consider what it would be like to live without it, or rather without them, since memory is not a single organ like the heart or liver, but an alliance of system work together, allowing us to learn from the past and predict the future (Baddeley, 1996:1)


Mungkin cara terbaik untuk menghargai pentingya memori adalah mengandaikan hidup tanpanya atau tanpa mereka, karena memori bukanlah sebuah organ tunggal layaknya jantung atau hati, namun sebuah aliansi dari sistem yang bekerja bersama-sama, memberikan kita kemampuan untuk belajar dari masa lalu dan memprediksi masa depan.
Belajar dari masa lalu dan memprediksikan masa depan dalam kutipan Baddeley itu mengarahkan kita bahwa definisi memori tak lepas dari fungsi memori. Perdebatan tentang sudut pandang mana yang akan dipakai dalam pendefinisian memori ini berakar dari peran memori dalam permasalahan manusia baik secara individu maupun sosial.


RETRIEVAL MEMORI


1.Definisi Retrieval Memori


Pengkodean dan penyimpanan adalah hal penting ketika menyerap dan mengumpulkan informasi. Proses yang paling krusial dalam mengingat adalah retrieval, karena tanpa retrieval manusia tidak bisa mengakses memori. Retrieval merupakan cara pemanggilan kembali isi memori.Selama beberapa tahun psikolog beranggapan bahwa retrieval adalah suatu proses pengumpulan kembali fakta-fakta yang pernah dialami dan pengalaman seseorang secara selektif. Namun, pada awal tahun 1980 para psikolog mulai menyadari bahwa seseorang dapat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu tanpa melalui proses pengingatan atau bahkan tanpa diingat oleh orang yang bersangkutan. Sebagai contoh pada serangkaian eksperiman menunjukan bahwa pasien amnesia yang menderita kerusakan otak sehingga kehilangan beberapa fungsi memori tertentu, masih dipengaruhi oleh informasi yang dilihat sebelumnya walaupun tidak memiliki ingatan secara sadar (conscious memory) bahwa mereka telah melihat informasi tersebut sebelumnya. Berdasarkan kasus ini dan temuan lainnya, para psikolog kemudian membedakan proses retrieval menjadi dua, yaitu proses retrieval memori implisit dan proses retrieval memori eksplisit.(Encharta, 2003


2.Fungsi Retrieval Memori


Penyimpanan memori di dalam otak dapat diibaratkan sebagai sebuah perpustakaan luas yang penuh dengan informasi. Agar perpustakaan tersebut menjadi berguna maka informasi harus dapat diakses, sehingga diperlukan penataan dan katalogisasi. Sebuah memori yang tidak tertata hanya ibarat sebuah perpustakaan luas yang penuh dengan infromasi tanpa pengaturan. Fungsi proses retrieval adalah menyediakan kembali informasi yang dibutuhkan pada saatnya, baik sadar maupun tidak sadar, dengan mengakses informasi yang telah tersimpan sebelumnya di dalam otak sebagai memori. Jika pada saat yang dibutuhkan memori tidak dapat diakses, maka memori tersebut tidak berguna (Kihlstrom, 2002).


Lupa dan Ingat


Salah satu alasan penting orang mengalami lupa adalah karena faktor interferensi. Interferensi terjadi apabila informasi bercampur dengan atau tergeser oleh informasi yang lain. Salah satu bentuk interferensi adalah ketika orang mengalami hambatan dalam melakukan rehersal atas informasi yang dimiliki karena adanya informasi lain.


Interferensi ada 2 bentuk :



  1. Interferensi tetro aktif terjadi apabila informasi yang telah dipelajari mengganggu siswa dalam mempelajari infomasi berikutnya.
  2. Interferensi proaktif, terjadi apabila informais yang baru dipelajari mengganggu seseorang dalam mengingat informasi yang telah dipelajari sebelumnya.


Cara untuk mengurangi interfernsi retro aktif.



  1. Konsep yang sama atau yang memiliki karakteristik sama hendaknya tidak diajarkan dalam waktu yang berdekatan.
  2. Menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dalam mengajarkan konsep yang sama, menggunakan metode pembelajaran bervariasi dalam mengajarkan konsep yang sama.

Bentuk pelancaran dalam membangkitkan ingatan : 1). Pelancaran proaktif Yaitu seseorang akan mengingat informasi sebelumnya apa bila informasi yang baru dipelajari memiliki karakteristik yang sama. 2). Penalaran retro aktif. Yaitu seseorang yang mempelajari informasi baru akan memantapkan ingatan informasi yang telah dipelajari.


Oleh : Sri wulandari S.Psi, Psi

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER