Rabu, 19 Agustus 2009

CHARACTERISTICS OF BROADCAST NEWS WRITING

MODUL 1


ENGLISH FOR BROADCAST


Juwarti Hafsah, SS, M.Si



SUBJECT:


CHARACTERISTICS OF BROADCAST NEWS WRITING



DESCRIPTION: This modul explain about broadcast story structure and how to use


conversation tone, contraction and declarative sentences.



GOAL : By learning and understanding modul 1, wish the students can:


1. Knowing how to use the structure in broadcasting English, conversation tone, contraction and declarative sentences correctly.


2. Can make the short news text in English perfectly.


REFERENCES :


1. Broadcast Journalism, written by Andrew Boyd (Focal Press)


2. The Handbook of How To Say It, written by Robby Lou (E Series Plus)




DIFFERENT TYPES OF NEWS


Whether a news story is local, national or international, it will usually fall into one or more of the following categories:


1. Crime


2. Local and national government


3. Planning and developments


4. Conflict and controversy


5. Pressure groups


6. Industry


7. Health


8. Human interest


9. Personalities


10. Sport


11. Seasonal news


12. Special local interest


13. Weather


14. Traffic


15. Animal


NOTE: For knowing all of above different kinds news explanation above, please read book titled Broadcast Journalism, written by Andrew Boyd


There are many kinds of newspaper, tabloid, and also magazine in this capital city using long headline news. If that all printing media can be easy to interprete by the people seen it, that product probably will has no big commercial value. It means that the media industry will be lost because society have no suspicious to know it more.


The above explained happened to newspaper, magazine and tabloid. But how with the television field industry? Does the broadcast program concern to the television field about?


Menurut istilah atau bahasa sesuai dengan kamus, broadcast berarti:


1. Siaran radio atau televisi


2. Penyiaran melalui radio dan televisi


3. Program radio dan televisi


4. Penyebarluasan (menyiarkan pesan, berita, musik, dan lain-lain melalui radio dan televisi


5. Mengambil bagian dalam program radio atau televisi


6. Dsb


Bagaimanapun juga, arti atau makna dunia broadcast menitikberatkan pada radio dan televisi. Namun karena dunia radio sudah banyak ditinggalkan, masyarakat cenderung menggunakan pesawat televisi sebagai sarana untuk memperoleh informasi apapun. Berdasarkan sejarah perkembangannya, dunia broadcast mengalami kemajuan yang luar biasa pesat. Sejarah media penyiaran dunia dapat dibagi menjadi dua, yaitu sejarah penyiaran sebagai penemuan teknologi dan sejarah media penyiaran sebagai suatu industri. Sejarah penyiaran sebagai penemuan teknologi mencakup perkembangan dibidang pesawat televisi yang semakin maju dan canggih. Misalnya, televisi yang full color merupakan hasil perkembangan teknologi pertelevisian. Sedangkan yang termasuk dalam sejarah penyiaran sebagai suatu industri mencakup perkembangan program penyiaran yang kompetitif. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah stasiun televisi swasta yang bermunculan dan kesemuanya menarik pasar dengan cara menawarkan pogram-program unggulan yang diminati masyarakat.


Broadcasting English or English for Broadcast


Sebenarnya merupakan istilah yang berarti sama. Intinya menekankan pada mempelajari cara untuk memahami dan membuat pemberitaan dalam bahasa Inggris. Disamping itu, mempelajari Broadcasting English juga mempelajari tentang istilah-istilah dan cara memahami dan atau membacakan berita atau pemberitaan dalam bahasa Inggris.


Untuk memudahkan menganalisa, di awal pembelajaran tentang English for Broadcast, mahasiswa diharapkan telah mapan dan atau mampu secara baik menulis sebuah pemberitaan dalam tulisan untuk koran. Meskipun berbeda, setidaknya mahasiswa mampu memahami tata cara membuat sebuah pemberitaan.


Ada beberapa hal yang harus dipahami oleh siapapun dalam memahami pemberitaan berbahasa Inggris, yaitu:


1. Structure


2. Conversation tone


3. Contractions


4. Short and Declarative sentences.


1. Structure


Adalah sistem penulisan yang baik dalam sebuah pemberitaan. Seseorang yang bekerja untuk program televisi khususnya divisi pemberitaan, harus memahami betul tata cara pembuatan berita yang baik dan benar karena struktur kalimat dalam bahasa Inggris sangat penting. Struktur kalimat juga meliputi tenses (bentuk kata kerja) yang digunakan untuk menjelaskan tentang waktu kejadian atau peristiwa.


Menurut bahasa, struktur atau structure merupakan susunan; bangunan, gedung, jembatan; atau sesuatu yang dikonstruksikan. Kalimat merupakan gabungan dari kata-kata. Kata-kata merupakan gabungan dari huruf-huruf yang dirangkai sehingga memiliki arti. Membangun atau membentuk sebuah kalimat harus memenuhi ketentuan. Dalam bahasa Indonesia, kalimat terbagi menjadi dua, yaitu kalimat sederhana (simple sentence) dan kalimat lengkap (complete sentence). Berikut adalah rumusnya:


a. Kalimat sederhana/simple sentence [Subject + Predicate]


b. Kalimat lengkap/complete sentence [subject + predicate + object]


Sebuah berita tentunya terdiri dari rangkaian kalimat-kalimat karena berita biasanya terdiri dari paragraf-paragraf. Berikut adalah salah satu headline:


Example:


FITNA SUPPORTS DESTRUCTION


Kalimat headline news di atas merupakan kalimat lengkap karena terdiri dari S + P + O. FITNA adalah sebuah judul film produksi Belanda. FITNA berperan sebagai subjek. SUPPORTS, merupakan kata kerja atau predikat dan DESTRUCTION berperan sebagai objek. Headline di atas sangat singkat. Meskipun belum menjelaskan secara rinci tentang pemberitaan tersebut, namun bila kalimat tersebut tercantum dalam running text atau teks berjalan seperti yang ada di televisi, setidaknya masyarakat mampu menginterpretasikan secara dini pemberitaan yang dimaksud. Atau sekurang-kurangnya, kalimat tersebut mampu membuat pemirsa menjadi penasaran untuk mencari tahu lebih banyak lagi informasi tersebut sehingga pemirsa tersebut akan memberikan perhatian lebih pada penjelasan berita lanjutannya.


2. Conversation tone


Merupakan intonasi atau penekanan suara yang didasarkan pada conversation atau percakapan. Dalam membuat sebuah pemberitaan, pembuat berita harus mengerti bagaimana cara untuk membuat sebuah pemberitaan yang mudah dikenali bagian-bagian conversation tone-nya. Selanjutnya, seorang pembaca berita harus dengan tegas dan jelas dalam membacakan teks berita. Seorang pembawa berita harus mampu membawakan berita selayaknya seseorang yang sedang berkomunikasi dengan orang lain.


Conversation tone merupakan penekanan suara pembawa berita untuk menyebutkan inti (stressing point) dari suatu pemberitaan. Dengan pembacaan berita yang baik, pembawa berita berharap bahwa berita yang dibacanya dapat dipahami oleh masyarakat, sekurang-kurangnya point pemberitaan yang dimaksud.


Example:


The consulate office of Dutch in North Sumatra was destroyed by some of people. They are united in the Youth Islamic Student Organization, HMI. They protested FITNA movie that felt so insulting Moslem.


Yesteday, the demonstrans came to consulate office to meet the consuler of that Tulipe Country. But, they were forbidden by the security, and the riot can be avoided at that time. This action is to protest about FITNA, a movie that created by one of the Dutch Parliament member. This movie is showing of the Koran and its meaning from Western paradigm. But the meaning is supposed not at all complete. It just considered so not fair for Moslem because it is touching the sensitive means, the sustenance.


The spokesman of Indonesian Affair Department, Dinno Pati Djalal said that the accident happened in The Dutch Consulate Office is purely a criminal. He asked the government to punish the provocator of that demonstration because the state must responsibility to protect the savety of foreign people and all of their facility.


Question:


Please find the conversation tone of above passage! To make it easy, please decide per-each paragraph.



3. Contractions


Contractions berarti singkatan. Dalam sebuah berita, tidak jarang ditemui singkatan-singkatan (akronim) atau istilah. Singkatan-singkatan tersebut dapat berupa organisasi dan atau istilah lainnya. Contohnya: WHO, OKI, APEC, H5N1 dan seterusnya. Seorang pembuat berita harus mengenal dan atau familiar dengan singkatan-singkatan atau istilah-istilah yang dimaksud. Seorang pembuat dan pembaca berita juga harus mampu mengucapkan akronim-akronim tersebut dengan baik, sesuai dengan cara pengucapan bahasa Inggris yang baik dan benar.


Dalam pemberitaan di luar negeri (negara yang berbahasa utama Bahasa Inggris), setiap akronim atau istilah diucapkan sesuai dengan lafal mereka. Namun, di Indonesia yang memiliki abjad dan berbahasa utama bukan bahasa Inggris, selalu melafalkan akronim-akronim sesuai dengan lafal yang biasa digunakan oleh masyarakat meskipun pemberitaan yang dibawakan tetap dalam bahasa Inggris. Tapi tak jarang pula akronim-akronim tersebut dibacakan sesuai dengan lafal berbahasa Inggris karena memang seharusnya demikian.


Example:


The consulate office of Dutch in North Sumatra was destroyed by some of people. They are united in the Youth Islamic Student Organization, HMI. They protested FITNA movie that felt so insulting Moslem.


Jika HMI dibaca sebagai -eij -em -ai, maka penikmat berita akan menjadi tidak familiar dengan akronim tersebut. Apabila akronim tersebut tidak dijelaskan kepanjangannya, maka mutlak akronim tersebut dibacakan sesuai lafal masyarakat biasanya. Tetapi apabila dijelaskan kepanjangan dari HMI itu seperti Youth Islamic Student Organization, maka HMI dilafalkan dengan -eij -em -ai, menjadi tidak masalah atau sah-sah saja. Namun, para pembuat naskah berita harus mampu juga memperkirakan apakah istilah atau akronim tersebut merupakan istilah yang familiar didengar atau digunakan oleh masyarakat. Untuk itu, pemunculan pertama pemberitaan tentang hal-hal baru, terutama yang menggunakan istilah-istilah atau akronim baru harus mampu menciptakan sebutan atau lafal yang mudah diingat dan disebut oleh masyarakat karena itu akan menjadi lafal atau sebutan-sebutan selanjutnya.


4. Short and Declarative Sentences


Salah satu cara memahami sebuah pemberitaan, pemirsa harus mengetahui stressing points dari sebuah pemberitaan. Untuk itu, seorang broadcaster harus mampu mengemas sebuah pemberitaan dengn lugas, singkat dan mudah dipahami. Seoran pembuat berita harus mampu merangkum sebuah pemberitaan yang panjang menjadi singkat dan padat tanpa harus mengurangi atau menghilangkan unsur-unsur penting berita tersebut.


Selanjutnya, seorang pembuat berita ataupun pembaca berita harus mampu menganalisa dan mengetahui kapan kalimat penegasan (declarative sentences) diucapkan atau dibacakan. Hal ini dapat membantu para penikmat berita atau pemirsa, memahami isi berita yang ingin disampaikan, apalagi jika pemberitaan tersebut dibawakan dalam bahasa Inggris.


Example:


The consulate office of Dutch in North Sumatra was destroyed by some of people. They are united in the Youth Islamic Student Organization, HMI. They protested FITNA movie that felt so insulting Moslem.


Yesteday, the demonstrans came to consulate office to meet the consuler of that Tulipe Country. But, they were forbidden by the security, and the riot can be avoided at that time. This action is to protest about FITNA, a movie that created by one of the Dutch Parliament member. This movie is showing of the Koran and its meaning from Western paradigm. But the meaning is supposed not at all complete. It just considered so not fair for Moslem because it is touching the sensitive means, the sustenance.


The spokesman of Indonesian Affair Department, Dinno Pati Djalal said that the accident happened in The Dutch Consulate Office is purely a criminal. He asked the government to punish the provocator of that demonstration because the state must responsibility to protect the savety of foreign people and all of their facility.


Question:


Please try to find the declarative sentences of the passage above! Please mention the words that can be functioned as the declaration if it is necessary.


Answer sheet.


Conversation tone:


Paragraph 1 : -----



Paragraph 2 : - Yesteday, the demonstrans came to consulate office to meet the consuler of that Tulipe Country.


- But, they were forbidden by the security, and the riot can be avoided at that time.


- This action is to protest about FITNA, a movie that created by one of the Dutch Parliament member.


Paragraph 3 : He asked the government to punish the provocator of that demonstration because the state must responsibility to protect the savety of foreign people and all of their facility.



Declarative Words:


destroyed, HMI, FITNA, forbidden, spokesman, said, and so on.


Declarative Sentences:


1. The consulate office of Dutch in North Sumatra was destroyed by some of people.


2. They are united in the Youth Islamic Student Organization, HMI.


3. They protested FITNA movie that felt so insulting Moslem.

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER