Rabu, 12 Agustus 2009

SIFAT MEDIA PENYIARAN

MODUL 2


SIFAT MEDIA PENYIARAN


Oleh : Drs. Andi Fachrudin M.M.Si


Dalam persaingan di Era Digitalisasi, faktor kecepatan dan ketepatan dengan kualitas gambar tiga dimensi serta audio sekaliber teater sangat mempengaruhi sifat media siaran yang dapat dikatakan seolah-olah menguasai waktu juga. Dahulu orang menunggu berita sangat lama untuk mengetahui perkembangan suatu peristiwa dari media penyiaran. Kini pemirsa dapat mencarinya semudah mendapatkan berita di surat kabar dengan waktu hanya beberapa menit setelah kejadian, itulah kemajuan teknologi. Sebagai contoh radio Elsinta yang setiap menit menginformasikan berbagai perkembangan peristiwa yang sedang terjadi. Atau berita di Metro TV yang berkelanjutan menyajikan informasi suatu peristiwa faktual dan aktual. Akan tetapi semua itu tetap saja tidak menguasai waktu seperti halnya media cetak yang dapat dikutip juga sebagai penulisan buku.


Sifat media penyiaran memang berbeda dengan media massa lainnya. Adapun media massa dibagi menjadi media massa cetak dan media massa elektronik, sedangkan media massa elektronik penyiaran yang terdiri dari radio dan televisi juga memiliki perbedaan ciri dan sifatnya. Media massa elektronik non penyiaran adalah film, VCD dan internet)


Adapun agar lebih lengkapnya perbedaannya dapat dikatakan sebagai berikut;


















JENIS MEDIA


SIFAT


Cetak


- Dapat dibaca, dimana dan kapan saja


- Dapat dibaca berulang-ulang


- Daya rangsang rendah


- Pengolahan bisa mekanik, bisa elektris


- Biaya reletif rendah


- Daya jangkau terbatas


Radio


- Dapat didengar bila siaran


- Dapat didengar kembali bila diputar kembali


- Daya rangsang rendah


- Elektris


- Relatif murah


- Daya jangkau luas


Televisi


- Dapat didengar dan dilihat bila ada siaran


- Dapat dilihat dan didengar kembali, bila diputar kembali


- Daya rangsang sangat tinggi


- Elektris


- Sangat mahal


- Daya jangkau luas



Dengan demikian jelas bahwa media cetak dapat menguasai waktu tapi tidak menguasai ruang karena kapanpun dilihat surat kabar tetap utuh dan dapat dijadikan literatur berbagai kegiatan. Televisi dan radio dikelompokan menguasai ruang tidak menguasai waktu sehingga dimanapun berada selama dapat dijangkau oleh pemancar-nya, maka radio dan televisi dapat dinikmati. Radio dan televisi tidak dapat diulang-ulang ditonton oleh pemirsanya seperti halnya media cetak yang selalu bisa diulang-ulang. Walaupun ada berita pilihan Suara Anda di Metro TV, tetapi hal itu hanya dapat dinikmati oleh sebagian orang saja yang belum tentu menginginkannya. Ketika menginginkan suatu berita pun tidak bisa langsung seseorang memilih berita pilihannya. Karena Suara Anda tidak selalu ada setiap saat melayani, untuk memilih berita.


Siaran radio dan televisi sesuai dengan sifatnya yang langsung dapat dinikmati secara audio dan visual (suara dan gambar) bersamaan oleh seluruh lapisan masyarakat, tetapi tidak semua siaran tersebut dapat memuaskan seluruh lapisan masyarakat tadi. Dimana ada yang terpukau menyaksikannya tetapi ada kelompok lain yang merasa kecewa atau tidak puas dengan program tersebut. Ada kalanya kaum atas berpendidikan yang menyukai program tersebut namun kalangan bawah merasa terhina dengan hal tersebut.


Adapun lebih lengkapnya pembagian saluran komunikasi sebagai upaya manusia melakukan komunikasi baik melalui media ataupun tidak melalui media dapat dirinci sebagai berikut;


Saluran Komunikasi


1. Langsung tatap muka yaitu ; Pertemuan, forum, diskusi panel, ceramah, kuliah


2. Dengan media yaitu ;


Media Massa;


2.1.1. Periodik


2.1.1.a - Elektronik Media Penyiaran (radio, televisi)


- Elektronik Non Media Penyiaran (film, internet)


2.1.1.b - Cetak (Surat kabar, Majalah)


2.1.2. Non Periodik


2.1.2.a - Manusia (Juru kampanye, Juru penerang)


2.1.2.b - Benda (Spanduk)


Non Media Massa;


2.2.1. Manusia (Kurir)


2.2.2. Benda; Elektronik (Telpon, Fax) dan Non Elektronik (Surat)



Mengingat masing-masing sarana itu memiliki sifat khas maka cara mengolah isi pesan harus disesuaikan dengan sifat khas tadi, dengan tujuan agar isi pesan yang disajikan dapat diterima khalayak (pembaca, pendengar dan pemirsa) secara tepat dan jernih sehingga tidak menimbulkan interpretasi yang lain.


Masing-masing media memiliki kelebihan dan juga kelemahan dalam fungsinya sebagai sarana, namun demikian, bagi khalayak, kelebihan dan kelemahan ini justru dapa saling melengkapi dalam memperjelas penerimaan informasi atau isi pesan. Melalui radio dan televisi, informasi dapat diterima secara cepat tetapi tidak terinci, sedangkan informasi yang terinci dapat diperoleh melalui media massa periodik cetak.


Media massa periodik cetak maupun elektronik memiliki sifat yang disyaratkan atau diwajibkan sebagaimana layaknya sebuah media massa periodik, yaitu publisitas, universalitas, kontinuitas, dan aktualitas, yaitu;


- Publisitas dapat disebarluaskan kepada khalayak,


- Universalitas berarti isi pesannya bersifat umum atau universal, yang berarti dapat dibaca, didengar atau dilihat oleh siapa saja.


- Periodisitas berarti disajikan (diterbitkan atau disiarkan) kepada khalayak secara periodik atau tetap


- Kontinuitas berarti berita yang disajikan berkesinambungan, sampai fakta dan pendapat yang mengandung nilai berita itu tidak lagi dinilai penting atau menarik oleh sebagian besar khalayak.


- Aktualitas berarti isi pesan mengutamakan nilai kebaruan.


Fungsi dari media penyiaran dalam menyiarkan program timeless/imajinatif dan timeless faktual serta menginformasikan fakta atau pendapat yang mengandung nilai berita yang terjadi ditengah masyarakat, serta memberikan penjelasan masalah hangat melalui nara sumber yang relevan untuk mengurangi atau meniadakan ketidakpastian yang berkembang di lapisan masyarakat.


Book, D. Cary, Tannenbaum dalam bukunya The Radio & Television Commercial menulis beberapa karakteristik radio, adalah;


1. Radio terdapat dimana-mana.


2. Radio bersifat memilih. (geografi, demografi pendengar radio membantu pengiklan dalam menetapkan target pendengar)


3. Radio bersifat ekonomis.


4. Radio bersifat cepat dalam menyampaikan informasi.


5. Radio bersifat partisipasif. (Rasa persahabatan dan kesetiaan pada stasiun radio tertentu melekat pada pendengarnya)


Buku Effective Radio Advertising, Weinberger, Campbell, dan Brody menyebutkan kekuatan radio sebagai berikut;


1. Jangkauan luas. (Sepanjang hari terdapat dimana-mana)


2. Pendengarnya yang sangat specifik. (geografi, demografi, minat khusus, sampai sifat psikologis)


3. Hemat biaya bagi pengiklan.


4. Frekuensi. (dapat mencapai frekuensi yang sangat tinggi dalam waktu singkat)


5. Daya cipta atau kreatifitas. (imajinasi teater pikiran)


Dalam buku Contemporary Radio Programming Strategies, David T. MacFarland menyebutkan bahwa radio merupakan sesuatu yang paling berharga. Karakteristik radio menurutnya adalah;


1. Permintaan lemah. (dilihat dari konsentrasi dan perhatian pendengar tergolong lemah dibandingkan televisi dan koran)


2. Mengelilingi. (fantasi yang luas mengelilingi dimanapun juga pendengarnya)


3. Sesuatu yang menyuburkan fantasi dan lamunan. (Radio sebagai penyebabnya)


4. Media Komunikasi. (media yang dominan pada budaya masa kini)


5. Digunakan untuk komunikasi massa. (pendengarnya yang heterogen)


Sedangkan Candra Novriadi dalam bukunya Mengapa Menggunakan Radio? Menyebutkan karakteristik radio sebagai berikut;


1. Kelompok sasaran yang spesifik. (profil pendengar masing-masing)


2. Lebih banyak orang lebih banyak waktu. (daya jangkau luas pontensial setiap saat)


3. Terkait dengan aktivitas. (radio dapat aktif digunakan secara bersamaan/sambilan)


4. Kesegeraan dan keluwesan. (bersifat langsung/live/broadcasting, dan luwes terhadap situasi disekitarnya)


5. Pesan bersifat stand alone. (iklan berdiri sendiri dan memiliki daya imajinasi yang luas, sehingga potensial)


6. Informasi yang dapat dipercaya. (pendengar mengunakan radio karena kridibel)


7. Media personal. (radio berbicara secara pribadi pada pendengarnya yang spesifik)


8. Interaktif. (pendengar dapat melibatkan diri secara langsung)


9. Cost Effective.


10. Memiliki kepribadian. (memiliki dan memberi kepribadian yang menyebabkan orang dekat sekaligus meresponsnya)


11. Memberikan hasil. (iklan radio berhasil mengingatkan dengan detail merk yang khas)


Andy Rustam dalam makalah kepenyiaran menyebutkan bahwa kekuatan radio adalah sebagai berikut;


1. Menjaga Mobilitas. (pendengarnya diupayakan tetap pada mobilitas tinggi)


2. Informasi tercepat. (kesegaran informasinya)


3. Auditif. (suara mempunyai kelebihan dalam pendekatan dengan pendengar)


4. Menciptakan theather of mind. (imajinasi yang mengoda rasa penasaran pendengar)


5. Komunikasi Personal. (menciptakan keakraban dengan pendengar, sehingga ikatan kebutuhan dan saling ketergantungan menjadi kuat)


6. Murah.


7. Mass Distributor. (sebagai distributor informasi, edukasi, dan hiburan yang simultan)


8. Format dan Segmentasi Tajam. (konsep radio menajamkan format dan segmentasi pendengar)


9. Daya Jangkau Luas. (areal sasaran yang luas untuk mengatasi hambatan geografis, cuaca, dan sistem distribusi)


10. Menyentuh kepentingan lokal dan regional. (kebutuhan untuk mengetahui situasi lokal dan regionalnya)


Adapun makalah Bagaimana menjadi Penyiar/Jurnalis Profesional?, Ari R. Maricar menyebutkan kekuatan dari radio, yakni sebagai berikut;


1. Yang pertama dan yang utama dalam menjangkau khalayak.


2. Unggul dalam menjaring konsumen primer. (target utama pengiklan usia 18 - 49 tahun/produktif, yang dalam keseharian diperkirakan lebih sering dengan media radio)


3. Media tercepat sebagai sumber Berita.


4. Media utama bagi khalayak bermobil. (frekuensi FM dengan kualitas stereo)


5. Media tercepat dan fleksibel. (selain cepat bentuk tampilannya fleksibel)


6. Menggoda. (suara penyiar, format siaran dan iklan radio dalam 20 - 60 detik sudah dapat mengoda minat)


7. Suara manusianya menyakinkan. (penyiar yang tampil akrab, mengharukan, marah atau komedi cepat menyerap pada pendengarnya)


8. Suara lebih cepat dicerna. (otak manusia berkemampuan mencerna pesan yang didengarnya/radio 22% lebih cepat dari yang visual)


Sedangkan dalam makalah kepenyiaran Andy Rustam menyebutkan ada tiga hal kelemahan radio, yakni sebagai berikut;


1. Hanya berupa suara.


Meskipun suara dalam butir keunggulan mempunyai kharisma besar, namun kemampuan radio yang hanya mengeluarkan suara merupakan kelemahan. Suara tidak mampu menjelaskan gambar, grafik data, atau hal-hal teknis tanpa menimbulkan salah paham. Bandingkan dengan televisi dan media cetak yang sangat mudah menjelaskan sesuatu dengan gambar, data, atau petunjuk instruksional. Dalam beberapa hal, gambar lebih mampu mengkomunikasikan sesuatu daripada rangkaian kata dan kalimat sebanyak apapun.


2. Bersifat selintas.


Kelemahan menonjol dari produksi radio yang hanya mengeluarkan suara adalah sifat selintasnya. Artinya, semua radio tersebut tidak terdokumentasikan oleh pendengar. Beda dengan media cetak yang tertulis dan tercetak sehingga dalam kesempatan apa pun pembaca bisa mengulang atau menunda membaca informasinya. Berbeda dengan radio yang memaksa pendengar untuk memerhatikan materi yang diudarakan. Selain itu, pendengar tidak bisa meminta pengulangan materi apabila ada sesuatu yang tidak jelas atau tidak dimengerti (kecuali format live interaktif dengan menyediakan nomor sms).


3. Antidetail.


Kelemahan yang bersifat auditif dan selitas, karena radio tidak mungkin menyajikan sesuatu secara detail. Contohnya, apa yang terjadi apabila radio menyiarkan deretan angka atau menjelaskan hal-hal yang bersifat teknis? Khalayak pendengar pasti merasa lelah dan tidak sanggup menyerap semua informasi yang disampaikan. Namun, pengertian ’antidetail’ bukan berarti radio tidak bisa menyajikan sesuatu secara depth, karena di radio dimungkinkan untuk menyajikan sesuatu dari tinjauan analisis prediksi atau ulasan latar belakang.


Apabila kita melihat dari kelemahan media radio dan media cetak, maka disanalah letak kekuatan dari media televisi. Seperti halnya pada masa sejarah dunia penyiaran dari segi teknologi maupun industri, maka media televisi merupakan media pelengkap sekaligus memiliki ransangan yang tinggi. Beberapa kekuatan dari televisi dapat disebutkan sebagai berikut;


1. Detail. (audio/visual)


2. Daya ransangan yang tinggi. (informasi, iklan dan program)


3. Teknologi tinggi. (digital, streaming)


4. Menggoda.


5. Mudah ditiru.


6. Jangkauan luas. (nasional, regional dan international)


Selain memiliki kekuatan, media televisi tentunya memiliki juga kelemahan yang tidak didapat oleh audien sehingga harus dicari pada media lain. Serta kelemahan yang sifatnya negative untuk audien. Kelemahan yang harus dicari pada media lain tentunya telah kita temui pada media radio. Sedangkan untuk media cetak dapat dikatakan informasi lengkap yang menguasai waktu akan memudahkan masyarakat untuk melengkapinya dari televisi. Sedangkan kelemahan negative pada televisi telah dikemukan oleh para ahli komunikasi sejak teknologi televisi berkembangkan. Seperti Melvin DeFleur, Joseph Dominick, McQuail dan lain sebagainya, bahwa dampak negative media televisi akan muncul kelak seiring dengan pemanfaatan televisi yang sangat komplek bagi kehidupan manusia. Kenyataan ini telah ada kita saksikan didepan mata kita, hampir setiap hari berbagai peristiwa terjadi yang tidak sedikit salah satu variabel penyebabnya dari media televisi.


Oleh sebab itu penyiaran radio televisi di Indonesia oleh Pemerintah saat ini tegaskan agar memproduksi program-program yang mendidik, memberdayakan dan mencerahkan bangsa. Agar kecintaan terhadap nasionalisme akan semakin menguat dan menciptakan kesejahteraan bangsa. Dengan menelaah daya ransang televisi yang demikian kuat, sebenarnya di negara-negara maju yang modern kepemilikan televisi berlangganan lebih dari 50% adalah sebagai bukti kedewasaan berpikir. Masyarakat modern akan mengunakan televisi sebagai sumber informasi dan hiburan yang demikian luas bagi pengetahuaan serta aktivitasnya sehari-hari. Sehingga materi program pada penyiaran televisi publik dan komersial sangat santun dan menjunjung tinggi nilai moral dan budaya bangsa yang bersangkutan.


Sementara itu disuatu negara yang demokratis maka fungsi pers dan media massa sedikitnya dapat digolongkan sebagai berikut;


1. Menyampaikan fakta; Media massa menyediakan fasilitas arus informasi dari kedua belah pihak. Satu sisi mencerminkan kebutuhan dan keinginan pengirim (iklan, propaganda dll) dan disisi lain kebutuhan dan harapan penerima. (berita, laporan, dll)


2. Menyajikan opini dan analisis; pada laporan berita, reporter memasukkan opini orang-orang luar, analisis berita dilakukan oleh staf redaktur khusus (kolom, editorial dll)


3. Melakukan investigasi; fungsi ini adalah yang paling sulit untuk dilakukan, tetapi jika berhasil nilai beritanya akan sangat berbobot. Untuk melakukan ini, diperlukan kecanggihan dan staf yang berpengalaman serta memiliki hubungan intensif dengan para ahli ilmuan yang membutuhkan waktu tahunan.


4. Hiburan; sajian pers dan media massa kadang-kadang berfungsi sekaligus yaitu menghibur, mendidik dan memberikan informasi. Tetapi kadang-kadang juga terpisah antara satu dan yang lainnya. Yang merepotkan adalah apabila informasi tersebut dianggap sebagai hiburan.


5. Kontrol; fungsi ini bisa dimanfaatkan oleh media kepada pemerintah dan juga sebaliknya. Ini sangat bergantung dari sistem pers di negara yang bersangkutan.


6. Analisis kebijakan; fungsi ini merupakan kecendrungan yang kini sedang tumbuh di media Amerika. Dimana sajiannya adalah menyoroti kebijakan yang diterapkan pemerintah kemudian dianalisis oleh media tersebut dengan memberikan solusi.

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER