Sabtu, 22 Agustus 2009

PENGUKURAN POLYGON

Modul 6


Oleh : Ir. Zainal Arifin


Pengukuran Polygon



PENDAHULUAN


Polygon ialah serangkaian garis lurus yang menghubungkan titik-titik yang terletak di permukaaan bumi


Prinsip kerja pengukuran polygon yaitu mencari sudut jurusan dan jarak dari gabungan beberapa garis yang bersama-sama membentuk kerangka dasar untuk keperluan pemetaan suatu daerah tertentu.


6.1. POLYGON TERBUKA


Yaitu polygon yang titik awal dan titik akhirnya bukan merupakan satu titik yang sama.


Macamnya :


6.1.1. Polygon terbuka bebas ( tidak terikat )


image003


6.1.2. Polygon terbuka terikat sebagian


§ Polygon terbuka terikat azimuth sebagian


image004


§ Polygon terbuka terikat koordinat sebagian


image005


6.1.3. Polygon terbuka terikat sebagian


§ Polygon terbuka terikat azimuth


image006



§ Polygon terbuka terikat koordinat


image007



6.2. POLYGON TERTUTUP


Yaitu polygon yang berawal dan berakhir pada satu titik yang sama


6.2.1. Polygon tertutup bebas (tidak terikat)



image008


6.2.2. Polygon tertutup terikat sebagian


§ Polygon tertutup terikat azimuth sebagian


image009


§ Polygon tertutup terikat koordinat sebagian


image010


6.2.3. Polygon tertutup terikat sempurna


§ Polygon tertutup terikat azimuth


image011


§ Polygon tertutup terikat koordinat


image012


6.3. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN


§ Pesawat Theodolit


§ Statif


§ Rambu ukur


§ Payung


§ Data board


§ Patok


§ Alat tulis


§ Alat hitung


6.4. LANGKAH KERJA


6.4.1. Pengukuran Polygon Terbuka Bebas


o Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.


o Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik


o Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.


o Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah.


o Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth.(Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka.)


o Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong 180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.


o Lakukan pembacaan sudut horisontal.(Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka.)


o Pindah pesawat ke titik P2 dan lakukan penyetelan alat.


o Arahkan pesawat ke titik P3, baca dan catat sudut horisontalnya (bacaan biasa untuk bacaan muka).


o Lakukan pembacaan sudut luar biasa pada titik P2.


o Putar teropong pesawat searah jarum jam dan arahkan ke titi P1. Baca dan catat sudut horisontalnya, baik bacan biasa maupun luar biasa.(Bacaan ini merupakan bacaan belakang.)


o Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polygon berikutnya sampai P akhir.


o Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.


o Lakukan perhitungan sudut pengambilan , sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.


o Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.


6.4.2. Pengukuran Polygon Tertutup


o Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.


o Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik


o Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.


o Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah.


o Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth. (Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka.)


o Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong 180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.


o Lakukan pembacaan sudut horisontal. (Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka.)


o Putar teropong pesawat dan arahkan di titik P akhir dan lakukan pembacaan sudut horisontal pada bacaan biasa dan luar biasa.(Bacaan ini merupakan bacaan belakang.)


o Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polygon berikutnya hingga kembali ke titik P1.


o Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.


o Lakukan perhitungan sudut pengambilan , sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.


o Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.


6.5. LANGKAH PERHITUNGAN


6.5.1. Pengukuran Polygon Terbuka Bebas (Tidak Terikat)


· Sudut Pengambilan ()


= sudut Hz (muka) - sudut Hz (blk)


· Sudut Azimuth (a)


an = aawal + n -180°


· Koordinat


Dxn = dn . Sin an


Xn = X n-1 + Dxn


Dyn = dn . Cos an


Yn = Y n-1 + Dyn


6.5.2. Pengukuran Polygon Tertutup Bebas


· Sudut Pengambilan ()


luar = Hz (muka) - Hz (blk)


dalam = Hz (blk) - Hz (muka)


Syarat :


å luar = ( n+2 ) . 180°


å dalam = ( n+2 ) . 180°


Jika å lapangan ¹ å teori maka ada koreksi.


Adapun besar koreksi adalah :


å koreksi = å teori - å lapang


* Cara koreksi sudut ada 2, yaitu :


§ Metode Perataan


Kor. D = å kor. / n


§ Metode Bow Dieth


Kor. D = ( / å ) . å kor. atau


Kor. D = ( d / å d ) . å kor.


o Sudut Azimuth (a)


an = aawal + n -180°


n adalah sudut pengambilan setelah koreksi


3. Koordinat


Dxn = dn . Sin an


Xn = X n-1 + Dxn


Dyn = dn . Cos an


Yn = Y n-1 + Dyn


Syarat :


å Dx (+) - å Dx (-) = 0


Jika ¹ 0, maka ada koreksi (å kor.Dx).


Koreksi (+) jika kesalahan (-)


Koreksi (-) jika kesalahan (+)


* Cara koreksi ada 2, yaitu :


o Metode Perataan


Kor. Dx = å kor. Dx / n , jumlah titik


o Metode Bow Dieth


Kor. Dx = ( / å ) . åkor. x atau


Kor. Dx = ( d / å d ) . å kor. x


å Dy (+) - å Dy (-) = 0


Jika ¹ 0, maka ada koreksi (å kor.Dy).


Koreksi (+) jika kesalahan (-)


Koreksi (-) jika kesalahan (+)


* Cara koreksi ada 2, yaitu :


o Metode Perataan


Kor. Dy = å kor. Dy / n , jumlah titik


o Metode Bow Dieth


Kor. Dy = ( / å ) . åkor. y atau


Kor. Dy = ( d / å d ) . å kor. Y




image013



image014



image015

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER