Sabtu, 01 Agustus 2009

Pekerjaan sanitasi

Perkuliahan (tatap muka) (sipil) XII (ke dua belas)



Pokok Bahasan:


Pekerjaan sanitasi


Sub. Pokok Bahasan:


- Instalasi air kotor


- Bak kontrol


- Instalasi air bersih


- Pompa air dan elemen air



· Pengertian Sanitasi, adalah usaha melengkapi fasilitas dalam rumah untuk menjamin kondisi rumah selalu bersih dan sehat.


Usaha untuk menunjang dapat bersih dan sehat ada 2 (dua) hal yang harus diperhatikan yaitu;


a). Penyediaan air bersih yang cukup.


b). Pembuangan air kotoran yang lancar.



· Instalasi air kotor, merupakan fasilitas yang ada dalam sebuah rumah tinggal seperti;


- Saluran air pembuangan dari sekitar rumah ke arah saluran / got diluar halaman rumah kita.


- Bak kontrol pada tempat - tempat tertentu, bisa sejarak 15m’ jika saluran air kotor menerus.


- Dari talang tegak, penyaluran air hujan yang turun dari penutup atap ke talang datar.


- Kemiringan saluran air kotor harus baik disarankan e 2% agar drainasenya lancar tanpa halangan.


- Saluran air kotor dari WC (water closet) ke septictank juga harus lancer, sampai saluran yang dihubungkan ke arah peresapan (sumber rembesan).



· Bak kontrol;


- Bak control merupakan bak kecil yang terpasang diantara pasangan saluran air kotor, gunanya sebagai pengontrol setiap saat jika saluran air kotor terjadi hambatan atau terjadi genangan air yang tidak kita inginkan.


- Bak control menggunakan penutup dari cor - coran beton tulang dilengkapi dengan besi pegangan untuk membuka.


- Dasar bak control harus lebih dalam dari dasar saluran air kotor yang ada dimaksudkan agar endapan yang terjadi mudah dibersihkan.


- Penempatan bak control ada juga ditempatkan pada penutup septictank. Disamping sebagai pengontrol dapat juga untuk memasukkan slang penyedot air limbah di septictank.


- Konstruksi bak control dibuat dari pasangan bata ½ batu dengan adukan 1 Pc: 4Ps dan diplester kedap air 1 Pc:3Ps.



· Instalasi air bersih;


- Jaringan instalasi air bersih direncanakan dari tempat pengambilan air bersih lalu diistribusikan antara lain ke menara air (water torn), titik - titik air yang dipasang pada titik air untuk bak air di kamar mandi, titik air untuk closet duduk, washtafel, bak cuci di dapur titik air di taman, titik air di garasi dan seterusnya.


- Sumber air bersih dapat dari sumur pompa seperti jet pump, mingkin sumur timba, atau dari jaringan instalasi air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum).


- Instalasi air bersih harus dapat melayani untuk bangunan bertingkat tinggi sehingga kebutuhan air bersih dapat merata disemua tingkat / lantai.


- Shaft adalah lubang pada pelat lantai untuk keperluan pemasangan pipa - pipa, vertical baik untuk saluran pipa air bersih dan saluran pipa air kotor.


Air bersih harus bisa untuk diminum, jernih, bersih dari kuman penyakit atau kotoran, tidak mengandung zat kimia, tidak bau dan tidak ada rasa.


Kebutuhan air bersih didapat dari PAM atau sumur yang dibuat sendiri.


a) Alat pembuangan air kotor berupa; kamar mandi, washtafel, kran - kran cuci, WC dan dari bak dapur serta talang air hujan. Pipa pembuangan harus masing - masing.


b) Saluran pembuang; dari pipa tanah atau pipa beton dapat juga dari bahan paralon.


c) Tempat pembuangan; riool kota, sungai atau peresapan buatan/ sumur peresapan.



· Pompa air dan elemen lain;


Kebutuhan air bersih dapat diambilkan dari PAM (Perusahaan Air Minum) atau sumur yang dibuat sendiri. Pada bangunan bertingkat diperlukan pompa air untuk menaikkan air dari sumber di bawah ke bak atas yang kemudian akan mendistribusikan ke lantai bangunan yang membutuhkan. Aliran air dari bak atas ke lantai bangunan akan berjalan secara gravitasi, artinya air mengalir karena ada beda tinggi, oleh karena itu letak bak air atas harus lebih tinggi 3 m atau lebih, dari tinggi lantai tingkat yang tertinggi, agar air masih dapat mengalir ke semua lantai tingkat.



image001



· Instalasi air bersih


Air dari tangki dialirkan ke lantai atas selanjutnya ke lantai dibawahnya.



image002



Saluran Pembuangan Air Hujan





























Jenis


Keuntungan


Kerugian


Menggunakan pipa diameter 80 - 100 mm


- saluran tersembunyi hingga pengaruh bau dan pemandangan tidak sedap dapat tercover.


- Biaya pelaksanaan relatif murah


- rentan kebocoran


- sulit saat pengontrolan


- mahal dan sulit saat perawatan


Menggunakan buis beton ½ (sistim terbuka)


- murah dan mudah saat perawatan


- biaya pemasangan murah


- mudah pengontrolan


- tidak rentan kebocoran


- saluran terbuka sehingga pengaruh bau dan pandangan tak sedap tidak tercover.




Resapan air hujan


- kondisi air tanah terjaga


- peresapan tidak terlalu mempengaruhi kondisi tanah


- mahal saat pelaksanaan


- butuh area tambahan untuk resapan


Saluran terbuka (bukan buis beton)


- mudah pengontrolan


- tidak rentan kebocoran


- pengaruh bau dan pandangan tak sedap tidak tercover.


- Relatif mahal dan memakan waktu lama saat pelaksanaan


Saluran tertutup dengan buis beton


- sulit saat pengontrolan


- sulit saat perawatan



Ukuran Minimal Pipa Vertikal untuk Drainase Air Hujan













No.


Luas Atap (m2)


Diameter Pipa (mm)


1.


2.


3.


4.


5.


Kurang dari 100


100 sampai 200


200 sampai 315


315 sampai 450


450 sampai 800


75


100


125


150


200



Ukuran Minimal Pipa Horizontal untuk Drainase Air Hujan



















No.


Diameter Pipa (mm)


Luas Atap Pada kemiringan Pipa Horizontal (m2)


1%


2%


4%


1.


2.


3.


4.


5.


6.


7.



100


125


150


200


250


300


375


170


300


480


1020


1820


3020


5380


250


430


690


1480


2550


4220


7520


350


610


990


2060


3710


6080


10650



Standar Ukuran Pipa Saluran Air Hujan Horizontal























Ø pipa


Kebutuhan luas atap pada kemiringan pipa


1% pipa PVC


4% pipa beton


4”/100mm


170m2


350m2


5”/125mm


300m2


610m2


6”/150mm


480m2


990m2


Sumber: peraturan bangunan nasional 1977



Ukuran Minimal Pipa Vertikal untuk Drainase Air Kotor















No.


Saniter yang Disambung


Diameter Pipa (mm)


Nilai Kesatuan/ Buah Saniter


1.


2.


3.


4.


5.


6.


7.


8.


9.


Kakus 1 - 6 bh


Kakus lebih dari 6 bh


Wastafel 1 - 7 bh


Wastafel lebih dari 7 bh


Cuci piring 1 - 5 bh


Cuci piring lebih dari 5 bh


Shower/ kran air 1 - 3 bh


Shower/ kran air 4 - 7 bh


Shower/ kran lebih dari 7 bh


100


125


50


60


60


70


50


60


70


8


8


2


2


6


6


6


6


6



Ukuran Minimal Pipa Horizontal untuk Drainase Air Kotor




















No.


Diameter Pipa (mm)


Banyaknya Kesatuan Pada Kemiringan Pipa


1%


2%


4%


1.


2.


3.


4.


5.


6.


7.


100


125


150


200


250


300


375


114


270


510


1290


2520


4390


8300


150


370


720


1860


3600


6300


11600


210


540


1050


2640


5250


9300


16800



Jenis Kloset

















Jenis


Keuntungan


Kerugian


Duduk


- bau lebih terbuffer


- memudahkan untuk manula dan penyandang cacat.


- lebih mahal


- kurang sesuai dengan kultur budaya di Indonesia terutama berkaitan dengan kepercayaan dan kebiasaan.


Jongkok


- murah


- tidak ada perawatan khusus


- sesuai dengan kultur budaya di Indonesia (kepercayan dan kebiasaan)


- mudah dalam pemasangan


- bau kurang terbuffer


- kurang baik untuk manula dan penyandang cacat



Ukuran Pipa Saluran Air Bersih


Diameter pipa yang digunakan:




















Jumlah Kran


Diameter


1 - 2


½


3 - 5


¾”


6 - 7


1”


Untuk kebakaran


1 ¾” - 2”



Jenis Pipa Untuk Air Bersih dan Air Kotor

















Jenis


Keuntungan


Kerugian


Pipa PVC


- tahan pada zat kimia dan biologis


- tahan kelembaban tinggi


- cepat dan mudah dalam pemasangan


- bobot ringan


- harga relatif murah


- tahan korosi


- mudah perawatan


- mudah pecah apabila terjadi benturan keras


- tidak tahan terhadap pemanasan yang tinggi seperti kebakaran


Pipa gip (galvanis)


- kuat terhadap benturan keras


- tahan korosi


- kuat terhadap pemasangan


- tahan terhadap kelembaban tinggi


- harga relatif mahal


- memakan waktu lama dalam pemasangan berat


- relatif mahal dalam perawatan



Bak Kontrol



Dapat dibuat sebanyak mungkin, terutama pada bagian persilangan atau belokan dan saluran yang cukup panjang. Jarak minimal bak control untuk saluran lurus adalah minimal 15m. Kedalamannya sampai dengan 1m, dengan garis tinegah 60 - 80 cm.



Oleh : Ir.Drs Bochari, MM

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER