Kamis, 13 Agustus 2009

OPERASIONAL STASIUN PENYIARAN

MODUL


OPERASIONAL STASIUN PENYIARAN


OLEH : Drs.H.SYAFEI.S




POKOK BAHASAN


Pengertian operasional Stasiun penyiaran mencakup tentang Stasiun penyiaran Radio, Stasiun penyiaran Televisi, Stasiun Relay dan Stasiun Produksi.


DESKRIPSI


Pokok bahasan tentang operasonal penyiaran membahas mengenai Stasiun penyiaran Radio, Stasiun penyiaran Televisi, Stasiun Relay dan Stasiun Produksi



TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah mengikuti pokok bahasan ini setidaknya Mahasiswa mengerti dengan jelas operasional Stasiun penyiaran yang mencakup Stasiun penyiaran Radio, Stasiun penyiaran Televisi, Stasiun Relay dan Stasiun Produksi.



OPERASIONAL STASIUN PENYIARAN


KEPUSTAKAAN


1.WAHYUDI J.B, DASAR-DASAR JURNALISTIK RADIO DAN TELEVISI, GAJAH GITA


2.ASEPSYAMSUL .ROMLI, BROADCAST JOURNALISM, YAYASAN NUSANTARA CENDIA, BANDUNG,2004


3. MORISSAN , MEDIA PENYIARAN


RAMDINA, PRAKARSA, JAKARTA 2005




SPEKTRUM RADIO


Dalam menyelenggarakan suatu penyiaran terutama Radio diperlukan adanya spectrum frequency Radio. Frequency Radio ini juga dipakai dalam penyiaran Televisi


Program yang disiarkan oleh berbagai Stasiun. Spektrum frequency dapat dianalogikan sebagai satu jalur atau kanal tempat merambatnya sinyal yang membawa suara gambar dan sebagainya. Kanal ini banyak terdapat diudara yang tidak terlihat ataupun dirasakan manusia. Spektrum frekwensi radio jumlahnya terbatas sehingga pengalokasiannya harus diatur atau ditentukan dan dilakukan pengawasan terhadap penggunaan frekwensi tersebut. Menurut Undang-Undang Penyiaran, Spektum radio adalah kumpulan pita frekuensi radio yang berbentuk gelombang elektro magnetic serta memiliki lebar bidang tertentu. Spektrum frekuensi radio terdiri atas kanal frekuensi radio yang merupakan satuan terkecil dari spectrum fkekuensi radio yang ditetapkan untuk suatu stasiun radio.


Setelah memiliki spectrum frekuensi yang dapat dialokasikan kepada stasiun penyiaran radio, maka stasiun penyiaran radio dimaksud harus mempunyai organisasi penyiaran agar dapat melakukan aktifitas penyiaran khususnya penyiaran radio.


Organisasi penyiaran yang dalam bahasa Inggris disebut Broadcasting organisation merupakan wadah maupun tempat berkumpul tenaga kreatif yang menghasilkan produk yang bernama broadcast atau siaran.


Siaran sendiri dalam Undang-Undang penyiaran no 32 tahun 2002 tentang penyiaran, mempunyai pengertian sebagai pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran. Sementara penyiaran yang merupakan padanan kata broadcasting dalam bahasa Inggris, mempunyai pengertian sebagai kegiatan pemancar luaskan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana tranmisi didarat, dilaut atau diantariksa dangan menggunakan spectrum frekuensi radio ( sinyal radio ) yang berbentuk gelombang elektro magnetic yang merambat melalui udara, kabel, dan atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.


Penerima siaran atau radio yang dapat menerima suara dari pemancar radio adalah suara yang dapat didengar manusia dengan frekuensi tertentu.


Suara yang dapat diterima telinga manusia memiliki frekuensi yang sangat rendah yakni dengan kekuatan frekuensi antara 20 herz hingga 20.000 hz. Frekuensi antara 20 sampai 20.000 hz disebut frekuensi audio, karena pendengaran manusia umumnya dibatasi pada frekuensi tersebut. Frekuensi audio adalah frekuensi getaran yang dapat didengar oleh telinga manusia


Frekuensi yang lebih tinggi yang disebut frekuensi Radio, dapat diciptakan dengan bantuan peralatan elektronik. Frekuensi radio digunakan untuk transmisi siaran radio jarak jauh. Frekuensi jradio yang diperlukan untuk transmisi jarak jauh berkisar antara 100.000 Hz (gelombang panjang) hingga 300.000 Hertz (gelombang pendek).


Alokasi frekuensi merupakan hal yang sangat penting dalam dunia penyiaran, sebab betapapun hebatnya satu program, Pemerintah masing-masing Negara kemudian mengalokasikan atau membagi berbagai frekuensi tersebut diatas, kedalam pembagian yang lebih kecil sesuai dengan kebutuhan domestik masing-masing ,misalnya, untuk blok frekuensi AM,FM untuk Radio dan VHF,UHF untuk Televisi. tanpa diikuti kualitas yang bagus pada perambatan gelombang elektromagnetic yang membawa signal suara maupun signal gambar dan suaramaka akan sulit menjaring pendengar maupn pemirsa



TRANSMITTER RADIO


Dalam suatu penyiaran Radio, ada beberapa hal yang harus dimiliki agar Stasiun Radio tersebut dapat melaksanakan Siaran Radio sebagaimana mestinya. Pertama , harus tersedia spektum frekuensi Radio yang telah dijelaskan sebelumnya yakni frekuensi radio yang tersedia untuk suatu Stasiun Radio agar Stasiun Radio tersebut dapat memancarkan dan diakses atau diterima oleh pesawat radio penerima. Kedua adanya Transmitter radio yang akan memancarkan sinyal audio agar dapart diterima oleh pesawat penerima radio. Untuk memancarkan sinyal frekuensi audio (sepereti suara, musik, suara manusia) dengan menggunakan gelombang radi, maka sinyal frekuensi tersebut harus menggunakan kenderaannya agar bisa dibawa ketempat lain.


Kenderaan dimaksud adalah gelombang frekuensi carrier atau gelombang frekuensi pembawa. Untuk itulah maka frekuensi audio yang merupakan suara manusia ataupun musik ditumpangkan pada frekuensi pembawa tadi agar dapat dikirim ke pesawat penerima radio. Amplitudo dan frekuensi dapat berubah-ubah sesuai dengan irama sinyal yang hendak disiarkan.


Perubahan ampituda dan frkuensi ini disebut modulasi dan radio mempunyai system modulasi yang disebut amplitude modulation (AM) dan frekuensi modulation (FM) Tugas mengirim sinyal audio ini dibebankan pada peralatan Transmitter atau Pemancar. Pemancar radio memiliki dua komponen utama yakni;


Rangkaian pemancar yang mengubah sinyal listrik menjadi gelombang elektro magnetic.


Antena pemancar yang memancarkan gelombang elektro magnetic sehingga dapat merambat ketempat yang jauh.


Rangkaian pemancar ini terdiri dari sebuah oscillator, Amplifier atau penguat frekuensi radio, penguat frekuensi audio dan modulator. Penguat frekuensi berguna untuk memperkuat sinyal yang dating baik darim microphone maupun dari sumber lain yaitu tape recorder, audio cassette reel recorsder, cassette dish, turntable. Disamping itu terdapat frekuensi oscillator yang menghasilkan frekuensi tnggi. Gelombang radio frekuensi tinggi ini bekerja sebagai gelombang pembawauntuk membawa sinyal dari sumber suara yakni microphone dan tape recorder yang disiarkan.


Gabungan dari gelombang radio dan gelombang audio dinamakan modulasi audio. Gelombang yang telah dimodulasi ini kemudian dipancarkan melalui antenna pemancar.



STASIUN PENYIARAN RADIO


Stasiun penyiaran Radio atau dalam bahasa Inggris disebut Broadcasting Radio station menurut hukum Penyiaran adalah Message or group of message in audio form video or audio video or in graphic form, character, either interactive or not which can be received by receiver equipment. Stasiun penyiaran Radio adalah merupakan sarana untuk menyampaikan pesan ataupun grup dari pesan dalam bentuk suara, gambar, suara dan gambar, atau dalam bentuk grafis maupun interaktif ataupun tidak, yang mana dapat diterima oleh pesawat penerima.


Untuk itulah dalam penyampaian pesan dimaksud Stasiun Radio melakukan dengan merencanakannya yang disebut program acara. Program acara merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam media radio ataupun media penyiaran.


Program acara mutlak dibuat dan harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku disuatu Negara dimana stasiun itu berada. Program acara sendiri menurut Pringle-star-McCavitt kebanyakan program acara yang didominasi oleh satu prinsip elemen atau suara yang dikenal format. Format didefinisikan adalah suatu usaha dari pemilik stasiun radio untuk memproduksi program radio yang dibutuhkan Audien.


Tujuan ditetapkan format adalah untuk mengacomodasikan keinginan dan kebutuhan Audien dan juga untuk dapat bersaing dengan stasiun radio lainnya yang begitu banyak. Format siaran yang dibuat , dapat ditentukan dengan berbagai aspek demografis yakni aspek berdasarkan kelompok umur.profesi, jenis kelamin dan geography. Dengan adanya aspek demography ini maka hadir stasiun Radio denganformat nama kelompok demography tersebut seperti, woman radio, radio remaja, dewasa. Kemudian muncul rula radio berdasarkan profesi , gaya hidup,dan ada jugamemiliki format professional, intelektual, mahasiswa, tani, buruh dan sebagainya.



STASIUNPENYIARANTELEVISI Struktur organisasi stasiun penyiaran pada umumnya tidak memiliki standar yang baku. Bentuk organisasi stasiun penyiaran berbeda-beda satu dengan lainnya, bahkan pada wilayah yang sama stasiun penyiarannya tidak memiliki struktur organisasi yang persis sama . Perbedaan ini biasanya disebabkan oleh perbedaan skala usaha atau besar kecilnya stasiun penyiaran.


Untuk mengoperasikan stasiun penyiaran dapat dibagi dalam dua kategori umum yaitu :1)Manajemen penyiaran.2)Pelaksanaan operasional penyiaran.


Fungsi manajemen stasiun penyiaran akan dimulai dari atas sampai kebawah ; mulai dari Pimpinan paling atas, seperti direktur utama atau manajer umum hingga ke manajer, staf dan seterusnya ke bawah.


Mereka yang bekerja sesuai teori menajemen yakni bertanggung jawab terhadap bidang-bidang yang di stasiun penyiaran.


Pelaksana operasional adalah mereka yang tergabung dalam kerja penyiaran yaitu, teknisi, perancang program dan staf produksi yang membuat materi acara , Sementara staf pemberitaan seperti reporter ,news camera man, Editor in chief, harus ditempatkan terpisah karena kebutuhan atas editorial dan operasional yang independen. Untuk kedua kategori tersebut berlaku ketentuan yang menyebutkan” kewenangan mengalir ke bawah dan tanggung jawa mengalir ke atas”.


Struktur organisasi sangat tergantung pada suatu Stasiun Televisi.


Menurut Willis dan Aldridge (1991) stasiun penyiaran pada umumnya memiliki empat fungsi dasar ( areas of operations ) dalam struktur organisasinya yaitu :


(1) Bidang Teknik


(2) Bidang Program


(3) Bidang Pemasaran


(4) Bidang Administrasi


Melihat pembagian bidang tersebut, maka struktur organisasi setiap stasiun penyiaran - komersial atau non komersial biasanya terdiri atas empat bagian ini sesuai dengan fungsinya masing-masing. Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fungsi bagian masing-masing itu umumnya juga sama untuk setiap media penyiaran.


LAJUR KERJA STASIUN TELEVISI


Bidang teknik bertanggung jawab untuk menjaga kelancaran siaran khususnya peralatan tehnik baik yang distudio maupun yang ada dipemancar agar siap pakai.


Suatu siaran tidak akan dapat mengudara tanpa adanya peralatan siaran yang memadai. Seluruh peralatan ini harus dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya .


Teknologi siaran cenderung berubah dengan cepat sesuai dengan kemajuan teknologi. Peralatan teknik siaran dapat menjadi ketinggalan zaman hanya dalam waktu beberapa tahun. Bidang teknik bertugas merencanakan penggunaan peralatan ,memelihara dan memperbaiki peralatan yang rusak dan mengusulkan pembelian peralatan baru, melaksanakan instalasi (pemasangan alat) dan melakukan perawatan atas alat itu. Stasiun Televisi harus menyediakan anggaran khusus maintenance dan sparepart untuk menjaga seluruh peralatannya tetap dalam kondisi prima.


Bidang teknik dipimpin oleh seorang kepala teknik yang bertugas melakukan koordinasi kelompok teknisi dan operator teknik yang terdapat pada stasiun Televisi. Kepala teknik harus mempersiapkan usulan anggaran untuk pembelian peralatan baru dan mempersiapkan penjadwalan atas berbagai peralatan yang harus diganti,disamping mengoperasikan serta memelihara peralatan tehnik. Kegiatan ini harus dilakukan secara rutin setiap tahunnya. Namun umumnya kepala bidang teknik mengawasi minimal dua kelompok yaitu satu kelompok operasional dan satu kelompok pemeliharaan ( maintenance) peralatan. .


Bidang program stasiun penyiaran memilki tugas utama menyediakan berbagai acara yang akan disuguhkan kepada audien. Acara itu dapat diproduksi sendiri, diproduksi pihak lain atau membeli program dari pihak lain, maka bagian program harus memilih dan menjadwalkan program yang sudah dibeli itu. Pada stasiun radio, bagian program bertugas memilih lagu-lagu atau musik yang akan disiarkan. Keputusan bagian program biasanya muncul setelah melalui pembahasan dengan bagian penjualan dan pemasaran .


Program berita televisi pada dasarnya juga merupakan salah satu bentuk program sebagaimana film, kuiz atau sinetron. Namun sebagian stasiun televisi membentuk bidang pemberitaan sebagai unit atau departemen yang terpisah dari bidang program. Bidang pemberitaan biasanya dipimpin seorang manajer atau Direktur Pemberitaan yang bertanggung jawab langsung kepada Pimpinan Stasiun televisi. Mengapa bidang Pemberitaan harus dibuat terpisah ? Bidang Pemberitaan Stasiun televisi besar biasanya memperkerjakan banyak orang mulai dari Reporter, Penulis, Juru kamera, Editor, Librarians, Produser dan sebagainya. Untuk mengelola semua ini maka diperlukan suatu bidang Pemberitaan yang terpisah.


Kecepatan merupakan sifat berita, oleh sebab itu berita harus segera disiarkan ( berbeda dengan film atau sinetron yang bisa ditunda penayangannya) dan juga karena adanya misi tertentu atau tanggung jawab tertentu yang diemban manajemen. Head and sterling (1982) mengatakan : ” This seperation (news) from entertainment programming arises because of the timely nature of news”


( pemisahan bidang pemberitaan dari bidang hiburan disebabkan sifat berita yang sangat terikat oleh waktu ) .



Bidang pemasaran atau penjualan (sales-marketing) bertugas untuk menjual program kepada pemasang iklan. Staf bidang penjualan akan selalu berkoordinasi dengan bidang program. Kerjasama kedua bidang ini akan menghasilkan berbagai kesepakatan untuk mengatur waktu siaran yang biasanya sangat rinci yang dihitung berdasarkan detik. Misalnya pada detik ke berapa suatu iklan harus ditayangkan, dilanjutkan dengan info layanan publik kemudian iklan lainnya dan seterusnya. Bagian administrasi stasiun penyiaran bertugas menyediakan berbagai kebutuhan yang terkait dengan fungsi administrasi sebagaimana organisasi lain pada umumnya. Tanggung jawab bagian administrasi juga mencakup antara lain mengelola sumber daya manusia .


Pimpinan tertinggi suatu stasiun penyiaran biasanya disebut general manager (manajer umum) , pada stasiun besar berskala nasional, pimpinan tertinggi ini disebut juga direktur utama. Pimpinan tertinggi media penyiaran sekaligus juga menjadi ketua dewan direksi ( Board of Directors) yang anggotanya terdiri dari beberapa Direktur. Dewan direksi merupakan piimpinan stasiun penyiaran, merekalah yang mengelola manajemen dan bisnis stasiun penyiaran secara keseluruhan. Direktur utama bertanggung jawab untuk seluruh bagian stasiun penyiaran, namun ia mempunyai dua tanggung jawab utama yaitu : 1) menetapkan sasaran (target) pemasaran dan ; 2) mengendalikan pengeluaran. Manajemen stasiun penyiaran mengeluarkan berbagai kebijakan dan mewakili stasiun terhadap pihak luar. Manajemen juga bertugas melakukan koordinasi atas berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan dan memastikan bahwa stasiun penyiaran bisa mendatangkan keuntungan.


Direktur Utama atau manajer umum stasiun penyiaran harus mengetahui operasi seluruh bagian atau departemen dan mampu bekerja dengan setiap orang secara baik. Pimpinan stasiun penyiaran harus mampu memberikan masukan dalam hal pemilihan program , merancang bentuk-bentuk promosi, merencanakan strategi penjualan serta merencanakan kerja sama dengan pihak-pihak luar.


dakan untuk mengambil keputusan sendiri.

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER