Minggu, 02 Agustus 2009

MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR 4

Minggu ke- 5


MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR


SEMESTER I / 3 SKS



Penjabaran Isi Satuan acara pengajaran


CAKUPAN ISI (Content Summarry)


Elemen-elemen Pelengkap (tanaman, manusia, kendaraan)


Tanaman


§ Menggambar tanaman


§ Beberapa jenis tanaman dan penutup tanah


§ Tugas ke-5: Tanaman (teknik pensil)


TUJUAN PEMBELAJARAN (Learning Outcomes)


Melatih mahasiswa agar terampil membuat lambang, tekstur dan rendering pada beberapa jenis tanaman dan penutup tanah dengan teknik pensil untuk mendapatkan kesan tiga dimensi dengan membuat teknik arsir/ hitam-putih, tebal-tipis, terang-gelap.


KRITERIA PENILAIAN (Assesment Criteria)


Potensi dalam menggambar, metode atau tata cara menggambar arsitektur.


§ Memperhatikan syarat-syarat teknik menggambar arsiitektur


§ Memperhatikan teknik tebal-tipis, terang-gelap, dangkal-dalam dengan menggunakan teknik media warna.


§ Memperhatikan komposisi gambar tehadap bidang gambar


§ Memperhatikan skala dan proporsi elemen pelengkap terhadap gambar


METODE PENILAIAN (Assesment Method)


Tugas ke-4: membuat lambang, tekstur dan rendering pada beberapa jenis tanaman dengan teknik pensil


PENYAMPAIAN (Delivery)


§ Tatap muka


§ Diskusi


§ Tugas Individu


§ Studio



PUSTAKA (References)


Ching, Francis D.K., Grafik Arsitektur, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 1990.


Halse, Albert O, Architectural Rendering, MCGraw-Hill, Inc, NY, 1972


Mauro, Budi, Yasin, Teknik Menggambar Arsitektur, Bandung


Wang, Thomas C., Gambar Denah & Potongan, Erlangga, Jkt, 1999


White, Edward T., Halse, Albert O, Architectural Rendering, Collage of Architecture, Tallahassee, Florida


MATERI PENGAJARAN



elemen-elemen pelengkap


Gambar-gambar arsitektur seringkali membutuhkan gambar/elemen pelengkap lain sehingga informasi yang diberikan terasa lebih lengkap. Ketrampilan membuat gambar elemen pelengkap kadang-kadang terlupakan padahal merupakan bagian yang cukup penting dalam penyajian presentasi arsitektur. Elemen pelengkap tersebut seperti: semak, pohon, orang atau mobil tidak hanya sekedar pemanis gambar, tetapi dapat mengungkapkan skala, suasana ruang, aktifitas, bahkan dapat mendefinisikan fungsi ruang yang ingin dikomunikasikan dan diinformasikan.


Pohon merupakan simbol grafis yang paling sering dipakai dalam presentasi arsitektur. Dari tampak, bentuk/ struktur daun dan batang serta kelengkapan lainnya, pohon dan vegetasi lain dapat menginformasikan suasana yang ingin dicapai perancang.


Keberadaan pohon dan vegetasi lain dapat dinformasikan dengan penyajian informasi-arsitektural (bukan membuat lukisan pohon). Demikian pula dengan gambar orang atau mobil/ kendaraan dan elemen pelengkap lain yang lazim digunakan dalam gambar-gambar arsitektur. Hal yang perlu diperhatikan adalah elemen pelengkap akan sangat berguna bagi pengungkapan skala dan proporsi utama yang ingin disampaikan.


Hal yang perlu diperhatikan:


§ Teknik menggambar arsitektur bukan melukis


§ Perhatikan komposisi gambar pilihan obyek terhadap bidang gambar serta kreatifitas pemilihan obyek


§ Skala dan proporsi elemen pelengkap


§ Gunakan bayangan untuk mempertegas kesan kedalaman, tekstur dan pola sehingga gambar lebih hidup.


image001 Sebuah gambar arsitektur akan menjadi lengkap dan sempurna jika memuat pula elemen-elemen pelengkapnya.


Elemen-elemen pelengkap tersebut terdiri dari:


1. Tanaman


2. Manusia


3. Kendaraan


image002


Gambar arsitektur berikut ini memuat ketiga elemen pelengkap


Dengan adanya ketiga elemen tersebut, imajinasi suasana dari pada gambar akan terlihat. Lebih jauh lagi gambar akan menimbulkan kesan akan keadaan yang sebenarnya. Selain hal tersebut elemen-elemen pelengkap bermanfaat pula sebagai faktor pembanding atau skala antara abyek / gambar bangunan itu sendiri dengan lingkungan di sekitarnya.


Tanaman


Menggambar tanaman & Beberapa jenis tanaman dan penutup tanah


Penutup Tanah


Sebagai dasar gunakan marker, sebagai penutup gunakan pensil warna untuk membuat detail-detailnya.


image003


image004


Semak


Semak yang ditunjukkan disini merupakan semak pada umumnya, tidak dimaksudkan untuk meyajikan jenis taman tertentu..


Dasar yang diaplikasikan di sini, 1. Marker leaf green, 2. Marker Teal Blue dan 3. Maarker yellow green. Bintiki semak sebagai teksturnya. Pensil warna digunakan sebagai akhiran untul kilauan, bayangan dan kontrasnya.


image005



image006


Semak Tak Berdaun luruh


Semak berdaun jarum dan pinus , dua semak tak berdaun luruh digambarkan dalam langkah-langkah berikut.


Aplikasikan dasar marker S Teal Blue yang dijentikkan dalam sederetan pola mirip kipas. . Gunakan pensil warna gelap dan pensil putih yang dijentikkan ke atas untuk mempertahankan sifat jarumnya dan terang matahari,.



image007



image008


Air yang Bergerak



image009


1. Gambar dengan marker


image010


2. Gunakan pensil putih untuk menggambar bentuk air


image011


Pohon Berdaun luruh


Gunakan Marker Yellow Green yang diaplikasikan pada sisi pepohonan yang diterangi matahari . Goresannya diarahkan ke arah luar dari pusat pepohonannya. Marker Olive (lebih gelap) digoreskan lebih tipis pada sisi setiap pohon yang ternaungi.



image012



Gunakan Marker Yellow Green yang diaplikasikan pada sisi pepohonan yang diterangi matahari . Marker Olive (lebih gelap) digoreskan lebih tipis pada sisi setiap pohon yang ternaungi. Gunakan Marker Cool Grey 90% untuk membintiki sejumlah daerah kumpulan daun yang lebih gelap.



image013 image014


Pohon Tak Berdaun luruh


image015


1. Tarikan goresan dengan marker teal blue (lihat inset) Pohon Cemara


2. Tarikan goresan dengan marker cool grey 70% pada Pohon Pinis


image016


Buat naungan dengan marker cool grey, bintiki pada 1) dan gunakan marker olive green) pada sisi bawah kumpulan daun 2)


image017


Pohon Palma


Gunakan Marker Yellow Green yang diaplikasikan pada tajuk pohon dan marker Olive Green diaplikasikan dengan ujungnya yang dijentikkan ke arah luar dari tengah-tengah tajuknya pada sisi naungannya. Marker Kraft Brown untuk warna batangnya dan French Grey 70% untuk menngelapkan bayangan pada batangnya.



image018



image019


MK MENGGAMBAR ARSITEKTUR


SEMESTER I / 3 SKS/ 2003/2004

LATIHAN MEMBUAT TANAMAN

Melatih mahasiswa agar terampil membuat lambang, tekstur dan rendering pada beberapa jenis tanaman dan penutup tanah dengan teknik pensil (free hand).


untuk mendapatkan kesan tiga dimensi dengan membuat teknik arsir/ hitam-putih, tebal-tipis, terang-gelap.



TUGAS


Mahasiswa diminta membuat: Denah/ tampak dari atas dan tampak depan tanaman (pohon dan/ semak) dan sekitarnya.


- Bidang bujur sangkar kosong berukuran 6 cm x 6 cm. Bidang-bidang tersebut diisi dengan 5 denah/ tampak dari atas beberapa jenis tanaman dengan lambang, tekstur dan rendering beberapa jenis tanaman diatas penutup tanah. Disekitar pohon dan semak tersebut terdapat: rumput, batuan, conblock, dll. Lengkapi dengan bayangan yang mengenai tanaman tersebut.


- Bidang empat persegi panjang berukuran 6 cm x tinggi pohon tersebut. Bidang-bidang tersebut diisi dengan 5 tampak dari depan beberapa jenis tanaman sesuai dengan gambar denah dibawahnya. Lengkapi dengan bayangan yang mengenai tanaman tersebut.

TUGAS V : TANAMAN, MANUSIA DAN KENDARAAN

Tugas Mandiri: M5, 5% Nilai Akhir



TUJUAN


Melatih mahasiswa agar terampil menggambar dengan teknik pensil (free hand):


- tanaman dan penutup tanah dengan teknik pensil (free hand), untuk mendapatkan kesan tiga dimensi dengan membuat teknik arsir/ hitam-putih, tebal-tipis, terang-gelap.


- manusia dengan memperhatikan proporsi dan dan perbandingan tubuh serta kesan gerak yang diinginkan/ aktivitas yang dilakukan dan mempertegas detail-detail yang diperlukan atau detail yang akan ditonjolkan secara khas. Misalnya dengan mempertebal garisnya atau dengan menghitamkan bagian-bagian tertentu.


- kendaraan dengan memperhatikan bentuk dan bagian-bagian tertentu yang merupakan karakter dari kendaraan, misalnya bagian depan, ban, serta memberikan kesan tiga dimensi dengan memberikan tekstur dan bayangan.


Buku panduan:


Ching, Francis D.K., Grafik Arsitektur, terjemahan, Erlangga, Jakarta, 1990.


Halse, Albert O, Architectural Rendering, MCGraw-Hill, Inc, NY, 1972


Mauro, Budi, Yasin, Teknik Menggambar Arsitektur, Bandung


Wang, Thomas C., Gambar Denah & Potongan, Erlangga, Jkt, 1999


White, Edward T., Halse, Albert O, Architectural Rendering, Collage of Architecture, Tallahassee, Florida


Selamat bekerja


image020


Oleh : IR. ANDJAR WIDAJANTI, MT

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER