Senin, 24 Agustus 2009

SUSUNAN BERKALA DANBEBERAPA SIFAT UNSUR

MODUL 4


SUSUNAN BERKALA DANBEBERAPA SIFAT UNSUR


Oleh : Ir. Nanang Ruhyat MT,




Perhitungan kimia seperti yang telah dipelajari pada modul sebelumnya merupakan cara atau alat yang digunakan oleh ahli kimia untuk mem­pelajari kenyataan dalam kimia, misalnya komposisi dan reaksi kimia suatu zat. Kenyataan ini membentuk pusat inti (central core) dari ilmu kimia dan menjadi dasar untuk menerangkan secara teoritis gejala yang terjadi, dengan demikian cara atau alat ini sangat penting.


Tujuan modul ini adalah memperkenalkan beberapa sifat unsur dan reaksi yang terjadi untuk membentuk senyawa. Selama mempelajari bagian ini, akan diketahui bagaimana daftar periodik disusun dan akan dijumpai bagaimana seorang ilmuwan mempelajari struk­tur yang ada dalam atom. Dan akhirnya, Anda akan mempelajari nama senyawa kimia, sebagai alat yang sangat penting untuk berkomunikasi di antara ahli kimia.


Beberapa Sifat Unsur


Cakupan sifat-sifat yang diperlihatkan. oleh unsur sangat mengagumkan. Pada temperatur kamar, sebagian bersifat gas, sebagian bersifat cair dan lainnya padat. Sebagian lagi bersifat logam (metal), sebagian bukan logam, sebagian lainnya ada pula yang mempunyai sifat di antara keduanya, sebagian unsur keras, sebagian lagi lunak, sebagian sangat padat (very dense) dan yang lainnya sangat ringan (low density). Karena sangat beragarnnya sifat-sifat unsur, dicari jalan atau cara untuk mem­bagi sifat-sifat unsur, sehingga dapat memudahkan pengertiannya..



Salah satu metoda yang paling sederhana untuk mengklasifikasi unsur ini adalah membaginya menjadi tiga kategori: logam (metal), non-logam (non-metal) dan metaloid. Unsur-unsur yang ada dalam setiap kategori mempunyai beberapa sifat yang berbeda-beda.


Logam (Metal)


Setiap orang pernah melihat logam, misalnya besi pada telapak kuda, kertas pembungkus dari aluminium (Al-foil), kawat tembaga atau bumper mobil yang dilapisi krom (chrom-plated). Dan Anda juga tidak akan raga-raga dengan beberapa sifat logam, meskipun Anda tidak begitu mengetahui tentang sifat-sifatnya. Salah satu contoh, misalnya adalah bentuk yang menarik dari logam. Cahaya dari logam sangat spesifik, sehingga disebut cahaya metal (metallic luster)


Logam juga mempunyai sifat yang sama dalam kemampuannya mengubah bentuk tanpa pecah, jika ditempa dengan pemukul (hammer) atau ditarik untuk meluruskannya. Semua, logam mempunyai kemam­puan seperti ini sampai derajat tertentu. Kemampuan mengubah bentuk jika dipukul disebut malleabilitas (malleability) dan beberapa logam, misalnya emas dapat ditempa atau diperas sampai sangat tipis. Daun emas, misalnya terdiri dari emas dan sedikit perak dan tembaga yang didorong masuk ke dalam lapisan yang sangat tipis (kira-­kira 1/280.000 inci) yang menyebabkan campuran logam ini transparan, sehingga sebagian sinar dapat melewatinya. Sifat mudah ditempa (len­tur) dari logam juga merupakan sifat yang dapat digunakan oleh pandai besi untuk membuat sepatu kuda dan pandai perak dalam membuat kerajinan dari perak.


Kemampuan logam yang dapat diluruskan jika ditarik dari arah yang berlawanan disebut mempunyai sifat lentur (ductility). Sifat ini diguna­kan pada pembuatan kawat. Logam yang akan dijadikan kawat dapat berupa baja, tembaga atau bras (cam­puran logam yang terdiri dari tembaga dan seng), dibuat dulu menjadi batang. Salah satu batang diperkecil melalui suatu alat yang berputar yang dapat mengubah batang kawat menjadi lebih kecil lagi dan kawat yang terbentuk dikumpulkan pada "pulling divice" pada sisi lainnya. Dengan deinikian logam tersebut dibawa melalui alat penipis batang (die) dimana ukuran garis tengahnya menjadi berkurang dan panjang­nya bertambah.


Non Logam


Kebanyakan unsur non logam jarang dijumpai dalam bentuk unsurnya yang murni dalam kehidupan sehari hari, yang sering dijumpai adalah dalam bentuk senyawa kimia (compound). Salah satu benda non logam yang banyak diketahui adalah karbon, yang terjadi di alam dalam dua bentuk yang berbeda.. Salah satu bentuk karbon yang cukup dikenal adalah grafit. Bentuk ini banyak dijumpai pada arang bakar dan isi pencil. Bentuk karbon vane kurang dikenal tetapi sangat berharga adalah berlian (diamond ). Grafit dan berlian adalah dua sifat yang sangat berbeda jika dikaitkan sebagai logam. Kedua bentuk karbon tersebut tidak mempunyai sifat sebagai logam yang mudah ditenipa atau bersifat lentur (ductile).


Non logam lainnya yang sangat banyak dijumpai adalah oksigen dan nitrogen, yaitu komponen yang penting dari atmosfir. Biasanya kita tidak sadar akan kehadirannya, karena kedua nonlogam ini adalah gas yang tidak dapat dilihat. Scperti telah dipelajari sebelumnya , oksigen dan nitrogen terdiri dari molekul yang mempunyai dua atom (molekul diatom), molekul yang mengandung dua atom dalain setiap molekulnya. Unsur nonlogam lainnya yang bentuk molekulnya juga sama dengan oksigen dan nitrogen kebanyakan juga berbentuk gas adalah hidrogen (H2), fluor (F), klor (Cl), Brom (Br) clan Yodium (Y), unsur ini juga mengandung dua atom dalam setiap molekulnya, tetapi brom berbentuk cair dan Yodium berbentuk padat pada temperatur kamar.



Sama seperti sifit-sifat logam yang, batasnya sangat luas, demikian juga sifat-sifat unsur non-logam. Seperti yang telah disarnpaikan se­ belumnva, beberapa unsur berbentuk gas dan ada satu (brom) berbentuk cair. Ada yang berbentuk padat, karbon adalah salah satu con­ tohnya. Disamping perbedaan dalam sifat- sifat fisika, unsur nonlogam juga berbeda dalam sifat-sifat kimianya. Fluor misalnya sangat reaktif, tetapi helium inert (tidak reaktif sama sekali).



Metaloid


Metaloid adalah unsur yang mempunyai sifat antara logam dan non logam. Perbedaan ini. yang merupakan hal yang sangat penting akan diuraikan lebih terinci pada pembahasan selanjutnya. Antara logam (metal) dan nonlogam (nonmetal). Contoh yang paling terkenal adalah elemen silikon. Yang lainnya misalnya arson (As) dan antimon (Sb). Jika dilihat dari bentuk luarnya, unsur ini agak berbentuk logam, tetapi warna gelapnya agak berbeda. Bentuknya agak berbeda jika dibandingkan dengan logam yang spesifik misalnya besi atau perak.


Metalloid adalah semikonduktor yang spesifik, unsur ini dapat meng­antar arus listrik, tetapi tidak tepat sama seperti logam. Sifat semikon­duktor ini sangat berguna dalam industri elektronik, karena unsur ini dapat memungkinkan alat-alat milcroelektronik diperoleh dalam bentuk ukuran kecil (dapat digenggam dalam Langan) misalnya dijumpai dalam kalkulator dan mikrokomputer.


Susunan Berkala yang Pertama


Sifat kimia dan fisika seperti yang diuraikan dalam paragraf sebelum ini, telah ditemukan pada permulaan sejarah ilmu kimia. Ilmuwan pada permulaan tahun 1800, telah mengumpulkan sejumlah informasi yang sangat penting tentang unsur yang mereka ketahui. Pengetahuan ini bagaimanapun juga, merupakan kenyataan yang sangat penting meski­pun sebagian-sebagian atau tidak berhubungan yang dibutuhkan dalam melakukan beberapa percobaan sebelum informasi yang sempurna da­pat dicapai. Pada permulaannya percobaan-percobaan yang dilakukan untuk mengklasifikasikan unsur hasilnya sangat terbatas dan tidak sampai pada tahun 1869, pelopor daftar periodik yang modern menemukan cara untuk mengatasinya. Penemuan ini merupakan hasil kerja dua ahli kimia, Dmitri Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. Mereka bekerja secara terpisah, tetapi menghasilkan daftar periodik yang sama pada waktu yang hampir bersamaan. Mendeleev mempre­sentasikan hasil kerjanya di depan Persatuan Ahli Kimia Rusia (Russian Chemical Society) pada permulaan tahun 1869, tetapi daftar periodik Meyer belum muncul sampai bulan December tahun itu. Dalarn-hal ini Mendeleev lebih beruntung karena telah memperagakan lebih dahulu penemuannya, sehingga dia Iebih dikenal sebagai penemu daftar periodik.


Mendeleev adalah seorang guru kimia, dimana ketika dia memper­siapkan buku penuntun (text book) untuk muridnya, dia menemukan bahwa jika unsur disusun menurut massa atom yang menaik, unsur dengan sifat-sifat yang sama akan dijumpai jarak (interval) secara perio­dik (periodic interval). sebagai contoh, diambilnya unsur litium (Li), natrium (Na), kalium (K), dan rubidium (Rb). Setiap unsur membentuk senyawa yang larut dalam air jika direaksikan dengan khlor dengan rumus urnum MCI, dimana M adalah Li, Na, K dan seterusnya. Meski­pun hal ini suatu kenyataan yang menarik, yang paling penting adalah bahwa jika kita teliti unsur setelah Li, Na, K dan Rb dalam daftar (Be, Mg, Ca dan Sr, misalnya), unsur-unsur ini juga termasuk grup unsur yang sama. Misalnva unsur ini membentuk senyawaBeCl2, MgCl2, CaCl2 dan SrCl2,. Mendeleev menemukan fakta (phenomena) seperti ini terjadi berulang-ulang dalam daftar unsurnya dan dia sadar bahwa daftar ini dapat dibaginya menjadi beberapa seri barisan (row). Jika satu deratan unsur terletak di atas deretan yang lain, maka deretan unsur itu mem­punyai sifat yang sama dalam kolom vertikal. Hasilnya adalah merupa­kan susunan berkala yang pertama.



Ketika Mendeleev menyusun hal ini, belum semua unsur ditemukan. Dia menyadari hal ini, karena untuk selalu memperoleh unsur yang sama dalam satu kolom atau grup, dia selalu terpaksa mengosongkan tempat dalam daftarnya. Hal ini juga diperlakukannya untuk membalik susunan massa atom, misalnya tellurium (Te) dan iodium (I), dimana massa atomnya dalam tahun 1869 diduga adalah 128 dan 127 u, Men­deleev menempatkan unsur dalam susunan yang terbalik (menurut massa atom), karena sifat-sifatnya menunjukkan tellurium masuk dalam kelompok (grup) VI dan iodium dalam kelompok VII (Golongan ditulis dengan angka Romawi untuk memudahkan penandaan).


Salah satu keuntungan daftar Mendeleev adalah memungkinkan membuat perkiraaan sifat-sifat unsur yang masih kosong dalam daftar. Sebab unsur yang ada dalam setiap kolom tertentu mempunyai sifat yang sama. Sebagai contoh germanium yang terletak di bawah silikon dan di atas timah putih dalam Kelompok IV, belum ditemukan ketika Mendeleev menyusun daftar ini. Oleh karena itu pada pita yang dibuatnya ditemukan kolom yang kosong. Berdasarkan letak elemen itu, Men­deleev dapat menduga sifat unsur ini yang disebutnya "eka-silikon", yang hares terletak antara silikon dan timah putih.


Jika kita lihat daftar periodik yang terbaru, kita jumpai unsur-unsur yang tidak ada dalam daftar Mendeleev. Kolom ini sangat penting dengan judul Gas Mulia ("Noble Gases"). Unsur ini sangat tidak reaktif, dalam bentuk gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, dalam jumlah yang sangat sedikit diatmosfir. Karena unsur ini tidak dikenal senyawanya, maka para ilmuwan dimana Mendeleev tidak tahu adanya unsur ini. Setelah unsur ini ditemukan, diketahui bahwa massa atom argon. agak lebih besar dari kalium (K). Kenyataannya, kalium jelas masuk dalam unsur Kelompok I dan argon jelas masuk dalam kolompok gas mulia. Kembali lagi seperti terjadi pada Te dan I, sangat penting menempatkan sepasang unsur dalam daftar menurut massa atom yang terbalik (reverse).


Kebutuhan untuk memindahkan daftar massa atom dari kedua pasang unsur ini, menyebabkan para ilmuwan sadar akhimya, bahwa massa atom tidak menentukan sekali dimana elemen ditempatkan dalam daftar berkala. Dasar yang sebetulnya menentukan daftar periodik dapat terletak dimana saja, seperti yang akan kita bicarakan dalam uraian



Pandangan Terbaru Tentang Atom


Permasalahan yang dijumpai jika elemen disusun dalam daftar berkala Mendeleyev menurut aturan massa-atom akan hilang, jika unsur-unsur ini disusun menurut nomor atomnya. Untuk memahami nomor atom, maka kita harus mula-mula melihat struktur bagian dalam dari atom. Pandangan Dalton mengenai atom sebagai bagian yang paling kecil (partikel) yang tidak dapat dibagi, kita ketahui sekarang bahwa hal ini tidak benar. Eksperimen-eksperimen yang telah dimulai sejak alkhir abad ke sembilan betas dan dilanjutkan sampai sekarang memperlihat­kan bahwa atom itu sendiri terdiri dari partikel-partikel subatom. Ba­nyak partikel ini yang telah diketahui, tetapi suatu yang prinsip, yang sangat penting kita ketahui adalah proton, neutron, dan elektron.


Proton dan elektron merupakan partikel yang bermuatan listrik. Pro­ton dan elektron ini membawa muatan yang berbeda, dimana proton mempunyai muatan yang ditetapkan dengan tanda positif (+) dan elek­tron mempunyai muatan yang ditetapkan dengan tanda negatif (-). Suatu hal yang sangat penting dipahami mengenai muatan listrik ini adalah muatan yang berlawanan akan sating tarik menarik dan muatan yang sama saling tolak menolak. Jadi, proton menarik elektron, tetapi proton menolak proton dan elektron menolak elektron. Neutron, sesuai dengan namanya, tidak bermuatan, dengan demikian muatan listriknya netral.



Dalam SI, muatan listrik ditetapkan dalam coulomb (simbolnya Q). Satu coulomb adalah jumlah muatan listrik yang melalui titik-titik yang telah ditentukan dalam suatu kawat jika arus listrik sebesar 1 Amper melaluinya selama 1 detik. Dalam istilah yang lebih umum, jika bola lampu 100 watt bersinar, maka dibutuhkan waktu 1,2 detik larnanya muatan listrik melalui kawat bola lampu itu agar diperoleh muatan 1 coulomb. Jumlah muatan ini cukup besar, tetapi jumlah muatan yang dibawa oleh satu elektron sangat kecil, yaitu sebesar 1,60 x 10-19 C. Karena muatan elektron adalah negatif, maka muatannya adalah -1,60 •x 10-19 C. Proton juga mempunyai muatan yang sama dengan elektron, tetapi dengan muatan yang berlawanan, jadi muatan proton adalah +1,60 x 10-19 C.



Jika kita menghitung muatan listrik partikel, selalu dikalikan dengan 1,60 x 10-19 C, dengan demikian lebih sesuai untuk menyederhanakan satu unit muatan listrik sama dengan jumlah ini. Dalam Skala ini, suatu elektron mempunyai satu unit muatan negatif (disebut muatannya 1-) dan suatu proton mempunyai satu unit muatan positif (disebut muatan­nya 1 +).


Partikel subatom ini juga mempunyai sifat lain yang penting yaitu massanya. Proton dan neutron adalah partikel yang relatif berat yang massanya kira-kira satu unit massa atom (1u). Sebaliknya elektron adalah partikel yang ringan dengan massa hanya kira-kira 1/1836 dari massa proton.


Intl Atom


Konsep inti atom sudah dikenal oleh orang-orang yang pernah mende­ngar energi nuklear. Intl (nucleus) adalah nama untuk partikel yang sangat kecil dan sangat padat, neutron yang berdasarkan percobaan memperlihatkan bahwa inti ini terletak di tengah atom. Berdasarkan percobaan juga diperlihatkan bahwa semua proton dan neutron dari atom terletak dalam intinya dan elektron tersebar sekeliling inti. Bagai­mana elektron ini tersusun merupakan hal yang sangat penting dalam ilmu kimia dan akan diuraikan lebih panjang pada Bab 7. Untuk seka­rang, sudah cukup untuk diketahui bahwa elektron berada diluar inti dan elektron ini mengisi hampir semua volume dari suatu atom.


Sejauh dikaitkan dengan limit kimia, inti ini penting karena dua alasan. Alasan pertama adalah jumlah proton dalam inti, yang berhu­bungan dengan nomor atom suatu atom, menunjukkan jumlah elektron yang harus dipunyai oleh atom agar muatan listriknya menjadi netral.


Alasan kedua adalah massa atom ditentukan mula-mula oleh jumlah proton dan neutron dalam intinya, dimana setiap proton dan neutron menyumbang kira-kira satu unit massa atom. Partikel ini begitu berat dibandingkan dengan elektron, sehingga massa dari inti hampir sama dengan massa atom suatu atom. Sebagai tambahan, karena inti sangat kecil, kepadatan materi inti sangat besar, kira-kira 1014 g/cm3. Untuk menggambarkan betapa padatnya inti ini, maka jika semua inti dari semua atom ’yang ada dalam minyak mentah yang dibawa oleh satu super tanker yang terbesar diduma dipadatkan, maka inti, atom ini hanya mengambil volume kira-kira 0,004 cm3. Volume ini kira-kira sama dengan sepersepuluh dari satu tetes air, meskipun gabungan mas­sanya lebih dari 400.000 ton !



ISOtOP


Seperti telah diuraikan dalam modul sebelumnya, tidak semua atom dari unsur yang sama mempunyai massa yang identik dengan massa yang diusulkan oleh Dalton. Bentuk atom yang bermacam-macam ini disebut isotop. Keberadaan isotop merupakan fenomena yang umum dan kebanyakan unsur secara alamiah terdiri dari campuran isotop. seperti yang akan kita jumpai kemudian, sifat-sifat unsur hampir selurulinya ditentukan oleh jumlah dari distribusi elektron disekeliling nukleus. Oleh sebab itu, nomor atom yang diketahui, secara tidak lang­sung dapat membedakan suatu atom dari satu unsur dari atom unsur lainnya, karena jumlah elektron harus sama dengan nomor atom dalam suatu atom yang bermuatan listrik netral. Dengan perkataan lain nomor atom suatu atom menunjukkan identitas suatu unsur . jika massa atom dari unsur yang sama berbeda sama sekali, hal ini disebabkan oleh perbedaan jumlah neutron yang dimiliki oleh atom tersebut.


Isotop yang khusus dari suatu unsur ditentukan dengan cara menetap­kan nomor atomnya, yaitu dengan lambang Z dan nomor massanya A


Nomor massa merupakan penjumlahan banyaknya proton dan neutron dari suatu atom. Dengan demikian nomor neutron dapat-diperoleh dari perbedaan A Z.


Kita gambarkan isotop secara simbolik dengan menuliskan nomor massa atom di atas dan nomor atom di bawah, keduanya menunjukkan lambang suatu atom.


AXZ


Sebagai contoh, atom karbon (Z = 6), yang mengandung enam neutron mempunya lambang 12C6. Ini adalah karbon yang mempunyai 12 isotop, yang merupakan dasar dari Skala massa atom.


Perlu diperhatikan bahwa, kecuali karbon-12, nomor massa isotop, berbeda dengan massa yang sebetulnya yang ditetapkan dalam unit massa atom. Sebagai contoh, isotop 16 0 mempunyai nomor massa atom 16, yang berarti jumlah banyak proton dan neutron adalah 16. Sebetul­nya, massa atom 160yang benar adalah 15,99491 u.


Seperti dapat dilihat di atas, kebanyakan elemen terjadi di alam dalam bentuk campuran isotop. Elemen tembaga misalnya, ditemukan di alam mengandung dua isotop, 63Cu29 dan 65Cu29 yang massanya telah dapat ditentukan dengan tepat sebesar 62,9298 dan 64,9278 u. Berat relatif elemen tembaga adalah 69,09 % dan 30,91 %. Dari penelitian massa atom rata-rata dari tembaga adalah 63,55, yang diperoleh dari berat rata-rata massa isotop, berdasarkan berat relatif isotop.



Nomor Atom dan Tabel Periodik yang Baru


Jika unsur disusun dalam susunan berkala menurut nomor atom, semua hal yang masih diragukan yang dijumpai dalam tabel Mendeleev men­jadi hilang. Tellurium dan indium, argon dan kalium tersusun dengan sendirinya ke tempat dimana unsur ini seharusnya. Jadi, terbukti nomor atom suatu unsur--jumlah proton dalam inti atom tersebut menentukan dimana unsur tersebut ditempatkan dalam tabel dan setiap unsur dengan sifat yang sama dijumpai dalam kelompok yang sama, dan nomor atom elemen tersebut pasti menentukan macam-macam sifat kimia dan fisika unsur tersebut. Untuk sekarang, marilah kita perhatikan susunan berkala baru telah disusun, dimana kita dapat mengetahui cara menggunakannya untuk menghubungkan sifat kimia dan sifat fisika suatu unsur.


Susunan berkala yang sekarang digunakan dapat dilihat pada Gambar . Angka yang dicetak di atas simbol kimia adalah nomor atom dan yang di bawah adalah massa atom. Sama seperti tabel Mendeleev, tabel ini terdiri dari sejumlah kolom sejajar (row) yang disebut ber­kala/periodik yang ditandai dengan angka biasa (Arab) dan kolom verti­kal yang disebut kelompok/golongan (group), dimana setiap golongan mengandung satu keluarga unsur Golongan ini juga ditandai dengan angka. Sistim penomoran yang selama ini dipakai di Amerika Serikat hampir sama dengan sistim Mendeleev dan setiap golongan/grup menggunakan angka Romawi dan huruf A atau B. Hal ini dapat dilihat pada bagian atas setiap kelompok/grup. Baru-baru ini, International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) menyetujui suatu sistim alternatif dimana golongan/grup diberi nomor dari kiri ke kanan dimu­lai dari 1 sampai 18. Angka ini diletakkan di bawah penandaan Romawi. Sistim baru ini telah menimbulkan perdebatan yang hebat, banyak ahli kimia pengajar ilmu kimia menentangnya. Karena ketentuan ini masih diperdebatkan, maka kita akan menggunakan penomoran menurut angka Romawi dan golongan/grup A dan B.


Golongan yang dikiri tanda dengan huruf A (golongan I A sampai VII A) dan golongan 0 menunjukkan kebersamaan (kolektif) sebagai elemen representatif (representative element). Label dengan huruf B (golongan I B sampai VII B) ditambah golongan VIII (sebetulnya terdiri dari tiga kolom yang pendek yang terletak ditengah tabel) disebut elemen transisi (transition element). Alasan penandaan golongan A dan B adalah karena ada beberapa kesamaan sifat antara unsur kelom­pok A dan elemen kelompok B, meskipun kesamaan sifat tersebut ka­dang-kadang sedikit.


Akhirnya ada dua baris unsur yang diletakkan tepat di bawah bagian utama tabel. Unsur ini dikenal dengan nama unsur transisi bagian dalam (inner transition element), sebetulnya merupakan bagian dari bagan yang ada dalam tabel seperti terlihat dalam Gambar. Unsur ini biasanya diletakkan di bawah bagan yang telah disiapkan (conserve space), dengan demikian tabel dapat dicetak lebih menarik, seingga huruf-huruf tidak terlalu kecil untuk dapat dibaca. Perhatikan Gambar, terlihat baris pertama unsur transisi bagian dalam terletak setelah unsur lanthanum (La) dan baris kedua setelah unsur actinium (Ac). Karena unsur ini terletak mengik-un baris ini, maka baris pertama (unsur 58 sampai 71) disebut lantanida (lanthanides) dan baris kedua (90 sampai 103) disebut aktinida (actinides). Sering juga disebut, lantanida sebagai unsur yang jarang dijumpai di bumf (rare earth element), karena sangat sedikit ditemukan dalam kerak bumf.


Sebagian unsur mempunyai nama yang khusus, demikian juga jum­ lah kelompoknya. sebagai contoh, unsur Golongan I A (diluar hidrogen) dikenal dengan nama logam alkali dan unsur Golongan II A logam alkali tanah. Unsur golongan VIIA adalah halogen, nama ini diambil dari bahasa Yunani, yang berarti "pembuat garam-salt-former". Akhir­nya unsur Golongan 0 (angka nol) disebut gas mulia (juga kadang-ka­dang disebut gas invert) karena elemen ini sangat sukar bereaksi.

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER