Minggu, 09 Agustus 2009

MASALAH PENILAIAN TAMBAHAN

MODUL 11


AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I


RESKINO


image002



PERSEDIAAN:


MASALAH PENILAIAN TAMBAHAN














image003
image004





NILAI TERENDAH ANTARA BIAYA DAN HARGA PASAR


Persediaan di catat pada biaya awal,akan tetapi penyimpanagn yang besar terhadap prinsip biaya historis bisa dilakukan jika nilai persediaan mnurun di bawah biaya awalnya. Aturan ummnya adalah bahwa prinsip biaya historis tidak dapat di terpkan apabila manfaat (kemampuan menghasilkan laba )masa depan dari aktiva itu tidak lagi sebesar biaya awalnya.


Nilai terendah antara biaya dan harga pasar _Batas Atas dan Batas bawah.


Mengapa biaya pegganti ( replacement cost) digunakan unuk menyatakan nilai pasar? Alasannya adalah bahwa penurunaan biaya pengganti suatu barang biasanya mencerminkan atau meramalkan penurunana harga jual.Pemakaian biaya pengganti memungkinkan sebuah perusahaan untuk mempertahankan tingkat laba kotor yang konsisten atas penjualan( marjin laba yang kotor).Akan tetai, kadang kadangenurunana biaya pengganti suatu tidak menunjukan penurunan manfaat ( utilitas).Jadi,dua pembatasan penilaian tambahan akan digunakan untuk menilai persediaan akhir-nilai realisasi bersih dikurangi marjin laba normal.


Nilai realisasi bersih (net realization value-NRV) didefinisikan sebagai estimasi harga jual dalam keadaan bisnis normal dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan penjualan yang dapat di prediksi secara layak.Jumlah tersbut dikurangkan dengan argin laba normal untuk medapatkan nilai realisasi bersih dikurangi margin laba normal(net realization value less a normal profit margin)


Aturan umum dari “ nilai terendah antara biaya dan harga pasar” adlah ; persediaan di nilai pada nilai terendah antara biaya dan harga pasar,dengan harga pasar di batasi hingga jumlah yang tidak melebihi nilai realisasi bersih atau lebih rendah dari nialai realisasi ersih dikuragi margin laba normal.


Batas atas ( ceiling) adalah nilai realisasi bersih .Batas bawah( floor) adalah nilai relisasi bersih dikurangi margin margin laba normal.


Pembatasan minimum yaitu tidak lebih rendah dari nilai relisasi bersih di kurangi penyisihan untuk perkiraan margin laba normal ( batas bawah). Pembatasn ini menetapkan batas bawh,dimana persediaa tidak boleh dinilai tanpa memperhtikan biaya penggantinya.Tidk masuk akal untuk menetapkan harga persediaan di bawah harga nilai realisasi bersih di kurangi margin laba normal karena jumlah minimum ini ( batas bawah)mengukur berapa yang dapat diterima perusahaan atas persediaan dan masih menghasilkan laba yang normal.Pengguaan batas bawah mencegah pelaporan perediaan yang kurang saji dan kerugian yang lebih saji dalam periode berjalan.



Pedoman -pedoman tersebut di ilustrasikan secara grafi dalam ilustrasi berikut: Down Arrow: Tidak kurang dari Up Arrow: Tidak lebih dari image007 image008 image009 image010 image010 image011 Rounded Rectangle: GAAP Rounded Rectangle: Batas bawah Rounded Rectangle: Biaya Rounded Rectangle: Harga pasar Rounded Rectangle: Nilai terendah antara biaya dan harga pasar Rounded Rectangle: NRV dikurangi Margin Laba Norm Rounded Rectangle: Nilai Penggti Rounded Rectangle: Batas atas Rounded Rectangle: NRV


Metode Pangaplikasian LCM


Praktek yang paling umum adalah penilain persdiaan atas dasar barang per barang.Karena suatu hal,aturan perpajakan mewajibkan dasar pebarang digunakan kecuali kalau tidak praktis .Selain itu,Pendekatan perbarang menyediaakan penilain yang paling konservatif bgi tujuan penyajian neraca,Persediaan sering di nilai atas dasar total persediaan jika hanya ada satu produk akhir.( yag terbuat dari bahan baku yang berbeda).Jika perusahaan membuat beberapa produk akhir ,maka pendekata kategori bisa di pakai.Metode yang dipilih harus merupakn etode yang paling jelas mencerminka laba. Apapun etode yang dipilih,metode tersebut harus di aplikasikan secara konsisten dari satu period ke periode lain.



Pencatatan harga “Pasar” an bukan biaya.


Salah satu dari dua metode digunakan untuk mencatat persediaan pada harga pasar.Dalam metode pertma,yang di sebut sebagai metode langsung( direct method)Biaya digunakan denga harga pasar ( yang lebih rendah) ketika enilai persediaan.Akibatnya tidak ada kerugian yang di laporka dalam laporan laba-rugi. Karena kerugian ini sudah di masukan dalam harga pokok penjualan.Metode kedua, Yang di sebut sebagai metode tidak langsung( indirect method) atau metode penyisihan (allowance method), tidak mengubah anka biaya ,tetapi membetuk akun konta-aktive yang terpisah dan akun kerugian untuk mencatat pebghapusan.



Evaluasi atas Aturan LCM


Aturan LCM memiliki beberapa definisis atau kelemahan konseptual:


1. Penurunan nilai aktiva dan pencatatannya sebagai beban diakui pada periode ketika kerugian utilitas ini terjadi-bukan pada periode penjualan.Pada sisi lain,kenaikan nilai aktiva hanya di akui pada saat penjualan terjadi.Perlakuan ini tidak konsisten dan dapat menyebabkan data laba terdistorsi.


2. Plikasi antara LCM menghasilkan inkonsistensi karena persdiaanperusahaan mungkin di nilai menurut biaya dalam satu tahun dan harga psar dalam tahun berikutnya.


3. LCM menilai persdiaandalam nerca secara konservatif,etapi dampaknya terhadap laporan laporan laba rugi mungki atau tidak mungkinbersifat konservatif.Laba bersih tahun berjalanketika kerigian di akui jelas lebih rendah;laba bersihuntuk periode berikutnya mungkin lebih tinggi dari normal jika penurunan yang diterpkan atas harga jual tidak material.


4. Aplikasi aturn LCM menggunakan “laba normal” dalam menetukan nilai persediaan.Karena laba normal merupakan anka estimasi yang di dasarkanpada pengalaman masa lalu( dan mungkin tidak berlaku lagi dimasa depan ).maka” laba normal’ bersifat tidak objective dan memeberikan peluang untuk memanipulasi laba.



DASAR PENILAIAN


Penilain menurut Nilai Realisasi Bersih


Secara umum,persediaan di catat pada biayanya atau menurut aturan LCM.Akan tetapi, banayk pihak yang percaya bahwa harga psar harus selalu di definisikan sebagai NILAI REALISASI BERSIH( harga jual di kurangi estimasi biaya penyelesaian dan penjualan ),bukan biaya pengganti,untuk tujuan pegaplikasian aturan LCM.Argumen ii di dasarkan pada fakta bahwa nilai reliasi bersih adalah jumlah yang di peroleh dari persediaan ini di masa depan.



Penilaian dengan menggunakan Nilai Penjualan Relatif


Suatu masalah khusus muncul ketika sekelompok unit yang berbeda di beli dengan satu harga lump sum ( lump sum price ) yang juga di sebut BASKET PURCHASE.


Sebagai ilustrasi ,asumsikan bahwa wooland developers membeli tanah seharga $1 juta yang dapat di bagi menjadi 400 petak.petk-petak ini memiliki ukuran dan betuk yang berbeda,tetapi secara kasar dapat di kelompokan ke dalam tiga kelas,A,B,dan C.Ketika petak-petak ini di jual,arga beli sebesar $1 juta akan di bagi di antara petak-petak yang telah terjual dan petak-petak yang masih ada di tangan.


Namun tidak tepat untuk membagi total biaya sebesar $ 1 juta ke dalam 400 petak secara merata, atau $ 2.500 per petak,karena ukuran,bentu,dan daya tariknya berbeda.Ketika meghadapi situasi semacam itu yang tidak jarang di temui.praktek yag paling umum dan aling logis adalah mengalokasikan total biaya di antara berbagai unit dasar nilai penjualan relatifnya.


.


Komitmen Pembelian-Satu Masalah Khusus


Dalam banyak lini bisni,kelangsungan hidup an probabilitas perusahaan tergantung pada tersedianya persedian barang dagang yang mencukupi untuk memenuhi semua permintan pelnggan.Akibatnya,sangat wajar bagi sebuah perusahaan untuk mebuat komitment pembelian ( purchase commitment)yang setuju untk membeli persedian beberapa minggu,bulan,atau bahkan bebrapa tahun di muka.Umumnyahak atas barang dagang atau bahan baku yang terkaitdegan koitment pembelian ini belum berpindah ke pembelian.SEbenarnya,barang itu masih berupa sumber daya ala atau daam kasus komoditi,bibit yang belum di tanam,atau dalam kasus produk ,asih berupa barang dalam proses.



METODE LABA KOTOR UNTUK MENGESTIMASI PERSEDIAAN


Tujuan dasar dari perhitungan isik persediaan adalah untuk memeriksa keakuratan catatan persediaan perpetual atau,jika tidak ada catatan, untuk mengetahui jumlah persediaan.Kadang-kadang,perhitungan fisik tidak praktis untuk di lakukan .Jadi,ukuran yang lain dapat di gunakan untuk menegstimasi persediaan yang ada di tangan.


Salah satu metod yang di maksud adalah metode laba-kotor ( atau sering juga disebut metode margin kotor).Metode ini diguakan untuk secara lus oleh para auditor dalam situasi dimana hanya di perlukan sutu estiasi atas persdiaanperusahaan.


Metode laba kotor ( gross profit method) di dasarkan pada tiga asumsi:


1. Persediaan awal di tambah pembelian sama dengan total barang yang di perhitugkan.


2. Barang yang belum terjual hrus berada di tangan.


3. Jika penjualan,dikurangi biaya,dikurangi dari jumlah persediaan awal di tambah pembelian,maka hasilnya adalah persediaan akhir.



Perhitungan Persentase Laba Kotor


Dalam sebagian besar situasi,persentase laba kotor( gross profit percentage) di sediakan sebagai persentase harga jual.


Laba kotor atas harga jual merupakan etode yang umum untuk enghitung laba karena beberapa alas an:


1. Sebagian besar barang di nyatakan atas dasar eceran,bukan biaya.


2. Laba yang di hitung atas harga jual lebih rendah dari pada laba yang didasarka atas biaya,dan persentase yang lebih rendah ini disukai pelanggan.


3. Laba kotor yang di dasarkan atas harga jual tidak pernah melebihi 100%



Evaluasi atas Metode Laba Kotor


Salah satu kelemahan utama adalah bahwa metode ini meghasilkan suatu estimasi. Akibatnya, perhitungan fisik persediaan haus di lakukan sekali setahun untuk memeriksa jumlah persediaan yang sebenarnya ada di tangan.Kedua,metode laba kotor menggunakan persentase masa lalu dalam menentukan mark up.



METODE PERSEDIAAN ECERAN


Konsep Metode Eceran


Kharga,dan diskon pembelian terlbat.konsep eceran ini merupakan harga eceran awal,dengan mengasumsikan bahwa harga tidak berubah.Dalam prktek,harga jual sering kali di markup atau di markdown.



Metode Persediaan eceran dengan Markup and Markdown-Metode Konvensional


Perusahaan eceran atau retail meggunakan konsep markup dan markdowndalam melakukan penilaian persediaan yang layak pada akhir periode akuntansi.Untuk mendapatan angka persediaan yang tepat ,markup,pembatalan markup,markdown,dan pembatalan markdown,harus diperlakukan secara tepat.


Metode persediaan secara konvensional dirancang utuk memperkirakan nilai terendah antara biaya rata-rata dan harga pasar.Kita akan menyebut pendekatan ini sebagai pendekatan LCM atau metode persediaan eceran konvensional( convensional retail inventory method).


Pos-Pos Khusus yang Berhubungan dengan Metode Eceran.


Metode persediaan eceran menjadi lebih rumit apabila pos-pos seperti transportasi-masuk,return pembelian dn pengurangan harga,dan diskon pembelia terlibat.Dalam metode eceran,kita memperlakukan pos-pos semacam itu sebagai berikut:


a. Biaya pengangkutan ( freight cost) diperlakukan sebagai bagian dari biaya pembelian.


b. Return Pembelian( purchase return) biasanya di pandang sebagai pengurangan baik pada biaya maupun harga eceran.


c. Diskon pembelian dan pengurangan harga( purchase discount and allowances) biasanya di pandang sebagai pengurang biaya pembelian


Singkatnya perlakuan atas pos-pos yang mempegaruhi kolom biaya dari metode persediaan eceran mengkuti perhitungan biaya barang yang tersedia untk di jual.


Perhatikan juga bahwa return penjualan dan pengurangan harga( sales return and allowances)dipandang sebagai penyesuaian terhadap penjualan kotor;namun diskon penjualan ( sales discount) tidk di akui apabila penjualan dalam situasi seacam itu akan menghasilkan angka perseidaanakhir ( menurut harga eceran) yang lebih saji.



Selain itu,sejumlah pos-pos khusus juga memerlukan analisis yang seksama


* Transfer masuk(transfer-in) dari deprtement lain,misalnya harus di laporkan dengan cara yang sama seperti pada pebelian dari perusahaan lain.


* Kekurangan Normal( normal Shortages)( pecah,rusak,hilang dan aus)harus mengurangi kolom “harga eceran” karena barang-barang ini tidak lagitersedia untuk di jual


* Kekurangan Abnormal( abnormal shortages) harus di kurangkan dari kolom “ Biaya”dan kolom “Harga eceran” serta dilaporkan sebagai jumlah persediaan khusus atau sebagai kerugian.


* Diskon untuk karyawan(employee discount) Peruahaan sering kali memberikan iskon khusus kepada para karyawannya untuk meningkatkan kesetiaan ,kinerja yang lebih baik,dan sebaginya harus dikurangkan dari kolom harga eceran dengan cara yang sama seperti dalam penjualan.Diskon ini idak boleh di masukan dalam perhitungan rasio biaya terhadap harga eceran karena tidak mencerminkan perubahan harga jual secara keseluruhan.



Evaluasi atas Metode Persediaan Eceran


Beberapa alasan menggunakan metode persediaan eceran diantaranya:


Ø Agar laba bersih dapat dihitung tanpa harus melakukan perhitungan fisik persediaan


Ø Sebagai ukuran pengendalian dalam menentukan kekurangan persediaan


Ø Dalam pengaturan kuantitas barang dagang di tangan


Ø Untuk informasi asuransi



PENYAJIAN DAN ANALISIS


Penyediaan Persediaan


Standar akuntasi mewajibkan laporan keuanagn mengugkapkan kompsisi dari persediaan,pengaturan pembiayaan perediaan,dan metode kalkulasi biaya persediaan yang di gunakan.Standar akuntansi ini juga mewajibkan metode kalkulasi biaya di aplikasikan secara konsisten dari satu period ke periode berikunya.


Perusahaan manufaktur harus melaporkan komposisi persediaan baik dalam neraca ataupun dalam skedul terpisah dari catatan ini.Bauran relative dari bahan baku,barang dalam proses,dan barang ajdi akan di erlukan untuk menilai likuiditas serta menghitung tahap penyelesaian pesediaan.


Dasar penilian persediaan dan metode yang di pakai dalam menghitung biaya ( LIFO,FIFO,biaya rata-rata dsb)



Analisis Persediaan


Rasio rasio keuanagn dapat di gunakan untuk mencari jalan tengah diantara kedua extream ini.Rasio yang umum di gunakan dalam pengelolaan evaluasi tingkat persediaan adlah rasion perputran persediaan dan ukuran yang berhubungan , julah hari rata-rata untuk menjual persediaan.



Rasio Perputaran Persediaan


Rasio perputaran persediaan ( inventory turnover ratio) mengukur berpa kali,secara rata-rata persediaan terjual selama suatu periode.Tujuannya adalah untuk mengukur likuiditas persediaan.Rasio perputaran persediaandihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata yang ad di tangan selama suatu periode.


Jumlah Hari Rata-Rata utuk menjual Persediaan


Salah satu varian dari rasio perputaran persediaan adalah jumlah hari rata-rata untuk menjual persediaan( average days to sell inventory). Yang merupakan jumlah hari rata-rata penjualan persediaan yang ada di tangan.Sebagian contoh,jika perputaran persediaan Gunawan Company, 8 kali dibagi dengan 365 hari,maka hasilnya adalah 45,6 hari.


Tingkat persediaan umumnya berbeda-beda dalam setiap industry. Akan tetapi, perusahaan yang mamapu mempertahankan tingkat persediaan yang rendah dan memiliki rasio perputaran persediaan yang lebih tinggi dari pad pesaingnya,serta mampu memenuhi kebutuhan pelanggannya adalah contoh perusahaan yang paling sukses.

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER