Sabtu, 01 Agustus 2009

Hubungan struktur lantai tingkat dengan elemen lain.

Perkuliahan (tatap muka) (sipil) X (ke sepuluh)


Pokok Bahasan:


Hubungan struktur lantai tingkat dengan elemen lain.


Sub. Pokok Bahasan:


- Fungsi lantai tingkat.


- Hubungan lantai dengan dinding bata.


- Hubungan kolom dengan balok.


- Pengertian kolom praktis, kolom konstruksi.


Gambar pelat lantai, balok, kolom.


· Fungasi lantai tingkat;


- Lantai tingkat diperlukan untuk penambahan tata ruangan suatu bangunan, mengingat kebutuhan atau penempatan untuk kepuasan bagi si pemiliknya baik untuk ruangan beristirahat atau penataan barang - barang inventaris suatu rumah tinggal.


- Lantai tingkat dapat sebagai hitungan tinggi untuk bangunan bertingkat tinggi pengaturan lantai dapat difungsikan sebagai untuk kamar tidur atau untuk keperluan ruang lainnya.


- Pada lantai untuk di tempatkan macam - macam jenis penerangan lampu untuk penerangan suatu ruang bisa bentuk lampu pijar, lampu TL, atau armature mungkin memakai down light dan lain - lain.


· Hubungan lantai dengan dinding bata;


- Struktur lantai berkaitan dengan pasangan dinding bata, yang harus mendapatkan perhatian dari segi konstruksi disini pasangan dinding bata harus didudukan pada balok beton yang sudah direncanakan dan tidak boleh duduk pada pelat lantainya karena dapat terjadi pelenturan.


- Dalam peraturan pemasangan dinding bata harus terjepit oleh kolom - kolom praktis yang sudah disiapkan sebagai konstruksi penahan dinding agar lebih kuat dan aman, umumnya pemasangan kolom - kolom praktis 15/15 ini diisikan tulangan 4 ø 12 dengan adukan beton 1 Pc: 2 Ps: 3 Kr dengan luas ± 12 M2


- Hubungan antara dinding bata dengan kuzen pintu atau kuzen jendela tetap memperhatikan posisi kolom - kolom praktisnya, hal penting agar kuzen - kuzen tetap dipasangkan angkur - angkurnya pada tiang kuzennya dengan ø 10, pemasangan yang harus diperhatikan kuzen menyiku, tegak lurus dan waterpass.


· Hubungan kolom dengan balok;


- Konstruksi kolom dalam struktur berhubungan dengan balok, terus sampai kepada ketinggian bangunan yang direncanakan. Dapat juga kolom konstruksi dipasangkan stek sebagai pekerjaan kolom konstruksi selanjutnya, tetapi pemasangannya kurang efisien.


- Pemasangan konstruksi kolom pada saat dipasangkan bekisting, harus betul - betul berdirinya tegak dan pemasangan beton deking harus baik sehingga jika bekisting kolom ini dibuka hasil pengecoran kolomnya tidak mengalami kropos.


- Hal lain yang perlu diperhatikan pemasangan stek pada kolom tersebut untuk keperluan dalam pemasangan dinding bata sebagai perkuatannya.


- Pembesian balok portal yang berhubungan dengan kolom - kolom konstruksi agar memperhatikan posisi pembesian di daerah momen positip atau pada daerah tarikan begitu juga jarak dari sengkang atau cincinnya harus diperhatikan.


- Jika pada konstruksi balok portal yang membentang cukup panjang harus memperhatikan ZAKING, atau antisipasi pada kejadian lentur dikemudian hari setelah bekisting dibuka setelah umur beton sudah diliwati.


- Hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan khusus mengenai mutu beton yang akan dipakai agar melakukan percobaan slump test, begitu juga pada saat pengecoran berlangsung, harus menggunakan adukan 1 Pc: 2 Ps:3 Kr serta melakukan test kubus beton atau test silinder agar karakteristik betonnya dapat dicapai sesuai dengan persyaratan.


· Pengertian kolom praktis dan kolom konstruksi;


- Fungsi kolom praktis dengan pembesian 4 ø 12 untuk memperkuat pasangan dinding bata, menurut ketentuan dalam luas ± 12 M2 agar terpasang baik vertical maupun horizontal untuk menahan pasangan kusen pintu dan kusen jendela, kolom praktis dengan adukan beton 1 Pc:2 Ps:3Kr dalam pelaksanaannya dilakukan bertahap semester - semester. Tidak perlu di cor utuh dari tinggi tingbalk sampai ke bawah / pelat lantai.


- Kolom konstruksi mempunyai posisi untuk menahan balok portal pada ujung - ujungnya. Kolom konstruksi dapat berimpit dengan pasangan dinding bata atau dapat berdiri tersendiri sesuai gambar perencana konstruksinya.


- Lantai pelat beton di pegang oleh balok - balok portalnya dan dibantu juga dengan balok - balok anak yang ada pada pelat lantai, dimaksudkan balok anak ini menjaga posisi pelat lantai beton jangan sampai terjadi kelenturan ataupun getar pada pelat lantai.


- Pelat lantai beton umumnya dipasang dengan ketebalan e 12 cm, tergantung pada perencanaan konstruksinya, hal lain yang penting dalam pelaksanaan jangan sampai terjadi pengecoran pelat lantai kropos.


Gambar pelat lantai, balok, kolom;


image001


Bentangan pelat lantai yang banyak dianjurkan adalah: 3 x 3,3 x 4,3 x 5, 3 ½ x 4, 3 x 4 ½ , 4 x 4 (dalam meter persegi). Untuk memperoleh bentangan pelat ini dapat diatur jarak - jarak kolom dan baok portalnya, dan apabila diperlukan dapat diberi balok anak.


image002


image003


image004


image005


image006


Kolom portal harus dibuat menerus dari lantai bawah sampai lantai atas, artinya letak kolom - kolom portal tidak boleh digeser pada tiap lantai, karena hal ini akan menghilangkan sifat kekakuan dari struktur rangka portalnya. Jadi harus dihindarkan denah kolom portal yang tidak sama untuk tiap - tiap lapis lantai. Ukuran kolom makin ke atas boleh makin kecil, sesuai dengan beban bangunan yang didukungnya makin ke atas juga makin kecil. Perobahan dimensi kolom harus dilakukan pada lapis lantai, agar pada satu lajur kolom mempunyai kekakuan yang sama.


image007


Balok portal merangkai kolom - kolom menjadi satu kesatuan. Balok menerima seluruh beban dari plat lantai dan meneruskan ke kolom - kolom pendukung. HUbungan balok dan kolom adalah jepit - jepit, yaitu suatu sistem dukungan yang dapat menahan Momen, Gaya vertical dan Gaya horizontal. Untuk menambah kekakuan balok, di bagian pangkal pada pertemuan dengan kolom, boleh di tambah tebalnya.


image008


image009


Oleh : Ir, Drs Bochari, MM

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER