Selasa, 04 Agustus 2009

FUNGSI DAN SIFAT GAMBAR SEBAGAI BAHASA TEKNIK

Modul 1


“ Menggambar Teknik dan ACAD “


Oleh Arief Suwandi


FUNGSI DAN SIFAT GAMBAR SEBAGAI BAHASA TEKNIK


1. Gambar Sebagai “Bahasa Teknik”


Gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan atau mengekspresikan maksud dari seseorang atau untuk penjelasan secara visual. Oleh karena itu gambar sering juga disebut sebagai “bahasa teknik”.


Perbandingan antara bahasa dan gambar diperlihatkan pada tabel dibawah, standar gambar merupakan tata bahasa dari suatu bahasa.


Penerusan informasi adalah fungsi yang penting untuk bahasa maupun gambar. Gambar sebagai “bahasa teknik” diharapkan harus meneruskan keterangan-keterangan secara tepat dan objektif.


Dalam hal bahasa, kalimat pendek dan ringkas harus mencakup keterangan-keterangan dan pikiran-pikiran yang dituangkan. Hal ini akan dapat dicapai oleh kemampuan, karir dan watak dari penulisnya. Di lain pihak keterangan dan pikiran demikian hanya dapat dimengerti oleh pembaca yang terdidik.


Keterangan-keterangan dalam gambar, yang tidak dapat dinyatakan dalam bahasa, harus diberikan secukupnya sebagai lambang-lambang. Oleh karena itu, berapa banyak dan berapa tinggi mutu keterangan yang dapat diberikan dalam gambar, tergantung dari perancang (design drafter).


Sebagai juru gambar sangatlah penting untuk memberikan gambar yang “tepat” dengan mempertimbangkan yang melihat atau membacanya. Untuk pembaca, penting juga berapa banyak keterangan yang dapat dibacanya dengan teliti dari gambar.



Tabel 1 - Bahasa dan Gambar
























Lisan


Kalimat


Gambar


Bahasa


Akustik


Visual


Visual


Ekspresi


Suara


Kalimat


Gambar


Aturan


Tata Bahasa


Standar gambar


2. Fungsi Gambar


Gambar adalah bahasa teknik dan pola informasi yang diperlihatkan. Tugas Gambar digolongkan kedalam tiga golongan berikut :


a. Penyampaian informasi


Gambar mempunyai tugas meneruskan maksud dari perancang dengan tepat kepada orang-orang yang bersangkutan, kepada perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan, perakitan, dsb. Orang-orang yang bersangkutan bukan saja orang-orang dalam pabrik sendiri, tetapi juga orang-orang dalam pabrik sub kontrak ataupun orang-orang asing dengan bahasa lain.


Penafsiran gambar diperlukan untuk penentuan secara objektif. Untuk itu standar-standar, sebagai bahasa teknik, diperlukan untuk menyediakan “ketentuan-ketentuan yang cukup”.


b. Pengawetan, penyimpanan dan penggunaan keterangan


Gambar merupakan data teknik yang sangat diperlukan dan penting, dimana teknologi dari suatu perusahaan dipadatkan dan dikumpulkan. Oleh karena itugambar bukan saja diawetkan untuk mensuplai bagian-bagian produk untuk perbaikan (reparasi) atau untuk diperbaiki, tetapi gambar-gambar diperlukan juga untuk disimpan dan dipergunakan sebagai bahan informasi untuk rencana-rencana baru mendatang. Untuk itu diperlukan cara-cara penyimpanan, kodifikasi nomor urut gambar dan sebagainya.


c. Cara-cara pemikiran dalam penyiapan informasi


Dalam perencanaan, konsep abstrak yang melintas dalam pikiran diwujudkan dalam bentuk gambar melalui proses. Masalahnya pertama-tama dianalisa dan disintesa dengan gambar. Kemudian gambarnya diteliti dan dievaluasi. Proses ini diulang-ulang, sehingga dapat dihasilkan gambar-gambar yang sempurna.











image001






Sintesa


















Perwujudan gambar

image002













image003






ç Gagasan














image004






Konsep abstrak





Gambar 1. - Proses Pemikiran dari Perencanaan dan Gambar



Dengan demikian gambar tidak hanya melukiskan gambar, tetapi berfungsi juga sebagai peningkat daya berpikir untuk perencana. Oleh karena itu sarjana teknik tanpa kemampuan menggambar, akan kekurangan cara penyampaian dan keinginan, maupun kekurangan cara menerangkan hal-hal yang sangatlah penting.



3. Pengembangan gambar dan keadaan teknik


Menurut perkembangan teknik dan perkembangan sosial, fungsi dan penggunaaan cara-cara menggambar telah mengalami perubahan-perubahan yang jelas. Pada permulaan industri, perencana dan pembuat merupakan orang yang sama. Dalam hal demikian gambar hanya berarti sebagai alat berfikir, dan gambar hanya merupakan gambar konsep. Oleh karena itu aturan-aturan gambar tidak diperlukan.


Bilamana perencana dan pembuat tidak lagi merupakan orang yang sama, tetapi mempunyai hubungan satu sama lain, maka fungsi gambar ditambah dengan penyampaian informasi dan kesepakatan bersama memegang peranan cukup dalam peraturan-peraturan gambar. Sebuah gambar susunan atau gambar sistim dari suatu grup, dimana tidak diperlukan indikasi atau catatan yang tepat, karena produk tersebut dibuat terutama sekali oleh keahlian dari pembuat.


Dalam sebuah pabrik kecil si perancang akan meminta pada si pembuat untuk membuat sebuah benda kerja. Permintaan tersebut disampaikan melalui sebuah gambar. Dengan demikian fungsi gambar menjadi “cara berfikir” dan “penyampaian informasi”. Gambar-gambar yang dipergunakan adalah gambar sistim dari satu grup atau gambar sistim individual. Standar gambar harus dipersiapkan sebagai standar perusahaan yang berlaku umum dalam perusahaan. Terhadap susunan bagian-bagian, petunjuk-petunjuknya harus lebih cermat dan seringkali menjadi pegangan bagi para pekerja.


image005Fungsi dan Sifat Gambar Sebagai Bahasa Teknik


image006 image007Perencana Ahli Gambar










image008




Perancang Proses










image009




image010 image011 Pembeli Bahan


image012 Pembuat Cetakan


image012 Perancang Mesin Perkakas


image012 Perancang Jig dan alat-alat










image013




image014Pembuat


image015 Pekerja Dalam Perusahaan sendiri


image010 image012 image016 Pekerja sambilan



image012 Sub kontraktor è Dalam Perusahaan sendiri


image017 dari luar Negeri


Peneliti


image012 image018 image019 Produk dari pabrik sendiri


image020 Produk dari luar










image021




Perakit


Dengan meningkatnya ukuran industri banyak perusahaan yang mempergunakan gambar seperti diatas. Gambar-gambar yang dipergunakan dengan sendirinya adalah gambar sistim individual. Standar gambar seharusnya dapat diperoleh pada perusahaan-perusahaan lain, seperti misalnya sub kontraktor dalam maupun luar negeri. Isi gambar harus dipilih sedemikian rupa, sehingga semua persyaratan dari berbagai yang bersangkutan dapat dipenuhi sebagai fungsi gambar, “cara berpikir” dan “penyampaian informasi” sangatlah diperlukan, tetapi kebutuhan akan “pengawetan, penyimpanan dan penggunaan informasi” meningkat, karena macam dan jenis produk telah meningkat dengan pesatnya, dan perencana haruslah selalu mengikuti perkembangan produk.


Dengan perkataan lain, bahwa fungsi dan standar gambar perlu dirubah menurut ukuran industri. Standar gambar akan berubah sesuai keadaan teknik.



4. Sifat-sifat Gambar




  1. Internasionalisasi Gambar

Peraturan-peraturan gambar dimulai dengan persetujuan bersama antara orang-orang bersangkutan, kemudian telah menjadi bentuk standar perusahaan. Bersama dengan meluasnya dunia usaha dan perkembangan zaman, keperluan standar perdagangan dan standar nasional meningkat. Pada tahun-tahun belakangan ini, peningkatan pembagian kerja secara internasional, perkenalan dengan teknologi asing, telah mengharuskan internasionalisasi gambar. Agar tujuan ini tercapai, penunjukan-penunjukan dalam gambar harus sama secara internasional, maupun ketentuan-ketentuan dari pengertian cara-cara penunjukkan dan lambang harus diseragamkan secara internasional.




  1. Mempopulerkan Gambar

Dalam lingkungan ilmu pengetahuan dan teknologi, golongan yang harus membaca dan mempergunakan gambar terus meningkat jumlahnya. Akibatnya diperlukan mempopulerkan gambar, dan gambar haruslah jelas dan mudah, peraturan-peraturan dan standar sederhana dan eksplisit sangat diperlukan.




  1. Perumusan Gambar

Hubungan yang erat antara bidang satu dengan bidang yang lainnya seperti bidang industri, permesinan, struktur, perkapalan, perumahan, arsitek, teknik sipil dan lainnya, masing-masing dengan kemajuan teknologinya, tidaklah memungkinkan menyelesaikan suatu pekerjaan atau proyek dari satu bidang saja secara bebas, tetapi lebih dari itu, telah menjadi suatu keharusan untuk menyediakan keterangan-keterangan gambar yang dapat dimengerti. Masing-masing bidang mencoba untuk mempersatukan dan mengidentifisir standar-standar dari gambar.




  1. Sistematika Gambar

Melihat gambar kerja, isi gambar menyajikan banyak perbedaan-perbedaan, tidak hanya dalam penyajian bentuk dan ukuran, tetapi tanda-tanda toleransi ukuran, toleransi bentuk dan keadaan permukaan. Disamping itu bersama dengan sistimatika teknologi, pentingnya gambar dengan lambang grafis telah meningkat, dan lambang-lambang ini dipergunakan secara luas sebagai diagram blok atau aliran proses dalam berbagai bidang industri.


Untuk hal demikian, jangkauan yang berkembang dan isi gambar sangat memperkuat susunan dan konsolidasi sistem standar gambar.




  1. Penyederhanaan Gambar

Penghematan tenaga kerja dalam menggambar adalah penting, tidak hanya untuk mempersingkat waktu, tetapi juga untuk meningkatkan mutu rencana. Oleh karena itu penyederhanaan gambar menjadi masalah penting untuk menghemat tenaga kerja menggambar.




  1. Modernisasi Gambar

Seiring dengan kemajuan teknologi, standar gambar juga mengikuti perkembangan kemajuan. Cara-cara baru (modern) dalam gambar telah dikembangkan misalnya pembuatan film mikro, berbagai macam mesin gambar otomatis dengan bantuan komputer, perencanaan dengan bantuan komputer (CAD - Computer Aided Design), dan sebagainya.


Dewasa ini manusia jelas menggunakan bahasa lisan, bahasa tulisan dalam bentuk grafik dan simbolik. Daya deskriptif dalam berbagai bentuk gambaran dapat diperbandingkan dalam tiga bentuk yaitu :


1. Pemakaian gambaran bahasa isyarat, hal ini cukup mudah untuk dipelajari dan dapat dilaksanakan dengan cepat, tetapi interpretasinya terbatas pada mereka yang mengerti bahasa khusus dimana bahasa itu disajikan.


2. Gambaran tampang jamak, hal ini dimana-mana dapat dimengerti oleh mereka yang telah terlatih untuk memakainya. Tetapi tampang yang diberikan itu akan terbukti hampir tak berarti bagi banyak orang yang tidak memperoleh latihan yang diperlukan.


3. Pelukisan, hal inilah yang dapat dimengerti dan dipakai oleh semua orang.


Seorang ahli perancang atau seorang ahli teknologi mesin harus mampu untuk melaksanakan pembuatan sketsa tangan pelukisan atau sketsa untuk memberikan gambaran yang baik dan mudah dimengerti; sebab sketsa tangan ini merupakan cara pengungkapan paling penting yang tersedia baginya untuk digunakan. Seperti halnya dengan saran lain untuk memindahkan gagasan, apabila sendiri saja yang diandalkan, biasanya sarana itu ternyata tidak mencukupi. Tetapi bila digunakan dalam kombinasi dengan bahasa tulisan atau bahasa lisan serta dengan gambaran grafik yang berhubungan, semuanya itu dapat dimengerti secara lengkap dan sepenuhnya. Setiap metoda pengungkapan untuk melengkapi pengungkapan lainnya guna memindahkan gagasan yang diharapkan, mudah diperoleh.


Perancang hendaknya mampu berbicara dalam bahasanya sendiri dan mungkin dalam satu bahasa asing dengan lancar ; juga harus memiliki kemampuan menulis untuk mengemukakan gagasannya dengan jelas dan dengan cermat . Oleh sebab itu metoda grafik haruslah dikuasai oleh seorang perancang, guna untuk menggambarkan bentuk lewat penggunaan tampang jamak, dan akhirnya perancang juga hendaknya pandai untuk membuat sketsa pelukisan dengan gambaran yang baik dan mudah dimengerti untuk menjelaskan dan memastikan pemindahan gagasannya secara lengkap kepada pihak lain.


Ahli perancang adalah seorang yang kreatif yang hidup dalam dunia dimana ciptaannya harus terdapat dalam ruang. Dia harus melukiskan kondisi ruang, jarak ruang dan gerakan dalam ruang. Disamping itu harus mampu untuk menahan dan untuk mengubah bayangan gagasannya, yang pada awalnya hanya ada dalam fikirannya. Sewaktu gagasannya terbentuk, perancang tersebut biasanya membuat sketsa untuk mengatur ide dan gagasannya dengan cepat dan untuk mempermudah menjelaskan dan melukiskan masalah yang ada dan yang timbul.

blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER