Selasa, 28 Juli 2009

PHP

MODUL 1


PENDAHULUAN


Apa sih PHP itu ? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak kita saat mendengar kata PHP. PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). Dengan PHP ini Anda dapat membuat beragam aplikasi berbasis web, mulai dari halaman web yang sederhana sampai aplikasi komplek yang membutuhkan koneksi ke database.


Sampai saat ini telah banyak database yang telah didukung oleh PHP dan kemungkinan akan terus bertambah. Database tersebut adalah :



  • dBase
  • DBM
  • FilePro
  • mSQL
  • MySQL
  • ODBC
  • Oracle
  • Postgres
  • Sybase
  • Velocis

Selain itu PHP juga mendukung koneksi dengan protokol IMAP, SNMP, NNTP dan POP3.


PENGERTIAN PHP


PHP adalah singkatan dar i"PHP: Hypertext Preprocessor", yang merupakan sebuah bahasa cripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintak mirip dengan bahasaC, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik. Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web menulis halaman web dinamik dengan cepat.


· Program php harus diterjemahkan oleh web-server sehingga menghasilkan kode html yang dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri sendiri ataupun disisipkan diantara kode-kode html sehingga dapa tlangsung ditampilkanbersamadengankode-kode html tersebut


· File html yang telah dibubuhi program php harus digant iekstensi-nya menjadi .php3 atau.php.


· PHP pertamakali di buat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C.


· Versi terbaru, yaitu PHP 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya.


· Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalamhal ini, aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan web server.


· Kekuatan yang paling utama PHP adalah ada konektivitasnya dengan system database di dalam web. Sistem database yang dapat didukung oleh PHP adalah: Oracle, MySQL, Sybase, PostgreSQL, dan lainnya


· PHP dapat berjalan diberbaga system operasi seperti windows 98/NT, UNIX/LINUX, solaris maupun macintosh.


· Keunggulan lainnya dari PHP adalah bahwa PHP juga mendukung komunikasi dengan layanan seperti protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3 dan bahkan HTTP



Yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP


Untuk dapat menjalankan PHP Anda membutuhkan sebuah web server. Anda yang pake Linux dapat menggunakan Apache (www.apache.org) sebagai web servernya. Anda pemakai Windows 98 paling enak menggunakan Personal Web Server (sama2 produk Microsot, keuntungannya bisa sekalian buat belajar ASP). Web server Xitami (www.imatix.com) dapat digunakan apabila Anda menggunakan Windows NT.


Sedangkan PHP-nya sendiri dapat Anda download dari www.php.net. Perhatikan bahwa PHP yang Anda download sesuai dengan sistem operasi komputer Anda (Linux atau Windows).


Install PHP pada Windows 98



  1. Setelah Anda mendapatkan PHP dalam bentuk file zip, segera ekstrak dengan menggunakan WinZip atau pun WinRar.
  2. Ganti nama file php.ini-dist menjadi php.ini.
  3. Copy semua file tersebut (totalnya ada 10 file) ke directory Windows Anda (biasanya C:’Windows).

Langkah selanjutnya adalah mengganti setting pada registry Windows.



  1. Dari menu Start, pilih Run.
  2. Ketikkan regedit, klik OK.
  3. Buka cabang HKEY_CLASSES_ROOT.
  4. Buat key baru dengan cara klik kanan pada HKEY_CLASSES_ROOT, pilih New - Key.
  5. Beri nama key tersebut dengan .php3.
  6. Pada panel sebelah kanan klik 2x pada [Default] dan isi dengan php3file.
  7. Buat key baru lagi pada HKEY_CLASSES_ROOT.
  8. Beri nama key baru tersebut dengan php3file.
  9. Pada php3file, buat key baru dengan nama Shell.
  10. Pada php3file’Shell, buat key baru dengan nama Open.
  11. Pada php3file’Shell’Open, buat key baru dengan nama Command.
  12. Pada panel sebelah kanan klik2x pada [Default] dan isi dengan C:’Windows’php.exe.
  13. Buka key HKEY_LOCAL_MACHINE’System’CurrentControlSet’
    Services’W3SVC’Parameters’Script Map.
  14. Pada panel sebelah kanan buat string value baru dengan cara klik kanan (pada panel sebelah kanan), pilih New - String Value.
  15. Beri nama dengan .php3.
  16. Klik 2x pada .php3 tersebut.
  17. Isi dengan C:’Windows’Php.exe.

Untuk mengecek apakah PHP Anda sudah terinstall dengan baik, tulis kode berikut ini dan simpan dengan nama test.php3.


<?
phpinfo()
?>


Jika PHP sudah terinstall dengan baik maka saat file tersebut dibaca dari browser akan terlihat informasi mengenai PHP.


Menginstall PHP Triad


Selama ini Anda mungkin hanya mengenal Personal Web Server (PWS) sebagai web server untuk menjalankan PHP pada sistem operasi Windows 9x. Padahal selain PWS Anda juga bisa menggunakan Apache sebagai web servernya. Untuk menginstall Apache for Windows Anda dapat menggunakan PHP Triad yang merupakan "kumpulan" dari berbagai software yaitu:



  • PHP - 4.0.5
  • MySQL - 3.23.32 (database server)
  • Apache - 1.3.14 (web server)
  • PHPMyAdmin - 2.1.0 (untuk administrasi database)
  • Perl - nsPerl 5.005_03

Jadi dengan menginstall PHP Triad Anda dapat menggunakannya untuk belajar PHP, Perl dan database MySQL. Untuk menginstall PHP Triad caranya adalah sebagai berikut:
























1


Download PHP Triad di http://www.phpgeek.com


2


Untuk memulai proses install, klik 2x pada file yang baru Anda download tersebut dan tunggu sampai proses install selesai.


image001


3


Untuk menjalankan Apache, klik Start - Programs - PHP Triad - Start Apache.


Untuk menjalankan MySQL, klik Start - Programs - PHP Triad - Start MySQL.


image002


4.


Untuk mengecek Apache, klik shortcut Launch Site. Jika pada browser muncul tulisan "Welcome to PHPTriad for Windows ... " maka proses install yang Anda lakukan berhasil.


5.


Untuk mengecek MySQL, klik Start MySQL dan PHPMyAdmin. Jika Anda melihat tulisan "Welcome to phpMyAdmin..." berarti proses install berhasil.


6.


Sampai di sini proses intall telah selesai. Jika sewaktu-waktu Anda ingin mencoba script PHP dan database MySQL Anda harus menjalankan Apache dan MySQL terlebih dahulu.


tambahan :


Letakkan script PHP Anda di C:’apache’htdocs.



Sintaks dasar PHP



Adaempat macam cara penulisan kode PHP, yaitu :



  1. <? echo ("ini adalah script PHP’n"); ?>
  2. <?php echo("ini juga’n"); ?>
  3. <script language="php">
    echo ("tulis pake ini jika html editor Anda tidak mengenali PHP");
    </script>
  4. <% echo ("kalau yang ini mirip dengan ASP"); %>

Anda bisa memilih salah satu dari empat cara tersebut. Tapi yang paling sering digunakan adalah cara pertama dan kedua. Perhatikan bahwa tiap akhir baris harus selalu diberi tanda titik koma (;).


Seperti pada bahasa pemrograman lain Anda pun bisa meletakkan baris komentar pada program Anda. Pada PHP caranya adalah dengan meletakkan komentar tersebut di sebelah kanan tanda // jika komentar satu baris dan di antara /* dan */ jika komentarnya lebih dari satu baris.


<? echo ("latihan PHP"; //ini adalah contoh komentar satu baris
/* kalau yang ini adalah komentar
lebih dari satu baris */
echo ("memang mudah");
?>


SCRIPT & SCRIPTING


Common Gateway Interface (CGI) merupakan salah satu protokol gateway yang pertama diciptakan, dan tersukses untuk menghubungkan web server dan aplikasi. CGI adalah aplikasi eksternal standard yang menghubungkannya dengan informasi server, seperti HTTP atau web server.



CARA KERJA CGI


Perhatikan gambar di bawah ini :


image003



1. Aplikasi CGI yang berupa file skrip, diletakkan di lokasi direktori yang dapat diakses oleh web server.


2. Jika ada permintaan terhadap aplikasi dari klien, web server akan membaca skrip dan menjalankan program.


3. Web server memberi program ini masukan (termasuk masukan yang diberikan klien) dari masukan standar (stdin) serta beberapa environment variable.


4. Web server menunggu program berjalan hingga selesai lalu menangkap keluaran standar program (stdout), keluaran inilah yang diberikan kepada klien.



KELEBIHAN CGI


1. Kelebihan yang dimiliki CGI antara lain :
Skrip CGI dapat ditulis dalam bahasa apa saja, namun barangkali sekitar 90% program CGI yang ada di tulis dalam Perl


2. Protokol CGI yang sederhana


3. Kefasihan Perl dalam mengolah teks, menjadikan menulis sebuah program CGI cukup mudah dan cepat.


4. Meski tertua hingga saat ini menurut survey dari Netcraft sekitar 70% aplikasi di web masih menggunakan CGI. Ini berarti, lebih dari separuh situs Web dinamik yang ada dibangun dengan CGI.



KELEMAHAN CGI


Salah satu kelemahannya ialah kecepatan yang rendah. Untuk menghasilkan keluaran program CGI, overhead yang harus ditempuh cukup besar, Dalam kasus CGI Perl, prosesnya sebagai berikut :


1. Web server terlebih dahulu akan menciptakan sebuah proses baru dan menjalankan interpreter Perl.


2. Perl kemudian mengkompilasi script CGI tersebut, baru kemudian menjalankan skrip.


Keseluruhan siklus ini terjadi untuk setiap request. Dengan kata lain, terlalu banyak waktu yang dibuang untuk menciptakan proses dan tidak ada cache skrip yang telah dikompilasi.


Namun demikian, mungkin ini tidak lagi menjadi kendala di saat teknologi hardware untuk server sudah sedemikian maju; kecepata prosesor saat ini sudah cukup tinggi. Jika situs web menerima kurang dari sepuluh hingga dua puluh ribu hit CGI per hari, rata-rata mesin web server UNIX yang ada sekarang ini mampu menanganinya dengan baik.



PERBEDAAN ANTARA SKRIP DAN BAHASA PEMROGRAMAN


1. Pada dasarnya, skrip lebih sederhana daripada bahasa pemrograman. Namun pada perkembangannya, bahasa scripting pun sekarang sudah cukup kompleks.


2. Untuk menterjemahkan skrip (me-run) tidak perlu suatu kompiler khusu yang komplit, sedangkan bahasa pemrograman membutuhkan suatu kompiler khusus untuk me-run program tersebut. Kompiler sebuah skrip biasa hanyalah sebuah modul (semacam plug-in) pada sisi pemroses skrip; dalam hal ini aplikasi server web seperti apache.


3. Dalam kasus halaman web, skrip diakses melalui browser di internet, sedangkan bahasa pemrograman diakses dengan membuka file/program aplikasinya.


Dilihat dari prosesor mana yang mengeksekusi skrip, penulisan skrip pada dasarnya dibagi menjadi dua, yakni client-side scripting dan server side scripting.


Client-Side Scripting


Client-side scripting melibatkan blok skrip tambahan untuk ditambahkan di file HTML. Dalam hal ini server web tidak akan memperlakukan skrip lain dari tag-tag lain yang sudah ada di halaman HTML, sebaliknya browser-lah yang akan menerjemahkan mereka pada komputer user. Karena itu, scripting jenis ini disebut client-side, yang bekerja di komputer user, bukan di server.



Kelebihan client-side scripting:


a. Tidak diperlukan server khusus untuk menjalankan skrip.


b. Tidak membebani kerja server web, terutama di server web dengan traffic tinggi.


Kekurangan client-side scripting:


a. Harus didukung oleh browser pihak klien (walaupun secara umum hampir bisa dibilang semua browser mendukung bahasa-bahasa skrip seperti JavaScript atau VBScript,


b. Kode skrip menjadi terlihat oleh user (visible) dan dapat ditiru. Namun demikian, di era open source seperti sekarang ini kebanyakan skrip memang hasil cut & paste,


Contoh bahasa client-side script:


1. JavaScript


JavaScript secara umum didukung oleh dua browser populer, yakni Microsoft Internet Explorer dan Netscape Navigator, hanya saja mereka mendukung dengan caranya masing-masing, tetapi kebanyakan script JavaScript dapat berjalan di kedua browser ini. Demikian pula pada browser lain seperti Opera atau FireFox. Pada tahun 1997 terbentuk The European Computer Manufacturers Association sebagai penyedia standar untuk JavaScript. Netscape baru-baru ini mengumumkan keluarnya JavaScript versi 1.3.



2. VBScript


Kebanyakan VBScript hanya didukung oleh Microsoft Internet Explorer. Tersedia plug-in untuk memungkinkan klien menggunakan VBScript di Netscape Navigator, tapi plug-in ini tidak gratis.



Server-Side Scripting


Server-side scripting mengunakan skrip yang dijalankan di server web, hasilnya saja yang dikirim ke browser pada sisi klien.


Kelebihan server-side scripting:


a. Karena skrip berjalan di server, Anda tahu pasti apa yang dapat Anda lakukan dengan script tersebut dan software apa yang tersedia,


b. Jika skrip Anda menghasilkan output dalam bentuk HTML yang baku, hampir semua browser akan dapat melihatnya.


Kekurangan server-side scripting:


a. menambah beban kerja Server,


b. Anda harus punya akses/permission khusus untuk menggunakan server-side scripting


Beberapa contoh server-side script antara lain:


1. CGI


CGI ini boleh dibilang teknologi klasik (tertua di Web), untuk melakukan fungsi-fungsi server-side. Kebanyakan program CGI menggunakan Perl, bahasa scripting yang cocok untuk scripting di Web. Walaupun sebenarnya anda dapat menulis program CGI hampir dengan semua bahasa, termasuk C++, Python, dan Java. Tapi, tanpa perencanaan yang hati-hati, CGI dapat membuka lubang keamanan (security hole) di server Anda, dan biasanya program CGI susah di-debug, dan susah dipelajari dan dipraktekkan terutama bagi web designer yang bekerja di platform non-*NIX.


2. Server-Side Java, JavaScript, dan VBScript


Microsoft IIS server dapat menerjemahkan Java, JavaScript, dan VBScript di server (juga untuk PerlScript). Sever Netscape juga mendukung Java dan Javascript untuk dijalankan di Server.


3. ASP


Andalan Microsoft untuk teknologi Scripting Web, terutama didukung oleh Microsoft IIS Server. ASP ini sebenarnya VBScript yang berjalan di sisi server.


4. PHP


Bahasa scripting yang baru-barui ini menjadi populer. PHP kadang dikelompokkan dengan sistem operasi Linux dan Web Server Apache, karena sifatnya yang open source dan gratis.


5. Cold-Fusion


Dikeluarkan oleh Allaire, Cold-Fusion mulai meningkat kepopulerannya terutama dengan kemampuan pengembangan di lingkungan develop­ment Visual (ColdFusion Studio) yang ditawarkan.


6. Miva


Dulu dikenal dengan HTMLScript, mirip dengan PHP, tapi ditawarkan secara komersial.


7. Servlets


Servlets sedang meningkat popularitasnya untuk menulis Java Objects yang meningkatkan fungsi server. Sifat Java yang berorientasi obyek (object oriented) membuat pemrogram mudah menuliskan Servlets. Untuk beberapa kalangan, Java Servlets dianggap lebih effisien daripada CGI.


8. ISAPI, NSAPI, and Native Server APIs


Semua yang ”berbau” API (Application Program­ming Interface) ini kebanyakan hanya untuk pemrogram hard-core.


Oleh ; sarwati Rahayu ST, MMSI


blog comments powered by Disqus

Poskan Komentar



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER