Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komputer (Teknik Informatika). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komputer (Teknik Informatika). Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Agustus 2009

PERINTAH INPUT DAN OUTPUT

MODUL III


PERINTAH INPUT DAN OUTPUT


Oleh : Hari Setiyani ST



C++ menyediakan perintah output/input yang dapat digunakanuntuk mencetak sesuatu hasil dari program atau mendapatkan sesuatu input dari keyboard. Operasi yang dimaksudkan adalah printf dan scanf.


1. Perintah Output


Perintah ini digunakan untuk menampilkan hasil di dalam C++.


1.1 Printf


Digunakan untuk menampilkan hasil yang terformat dengan menggunakan format spesification, seperti yang terlihat pada tabel 3.1


Tabel 3.1 Fungsi Printf
































Fungsi Pustaka


Keterangan


%d


Untuk nilai integer


%c


Untuk nilai char


%s


Untuk nilai string


%f


Untuk nilai floating point


%e


Untuk nilai floating point dengan bentuk eksponential


%u


Untuk nilai integer tak bertanda


%x


Untuk nilai integer dalam bentuk hexadesimal


%p


Untuk nilai pointer



1.2 Puts


Digunakan hanya untuk menampilkan nilai string.


Perhatikan contoh program berikut ini:


listing program 3.1 contoh penggunaan puts


/* Nama program : puts.cpp */


#include <stdio.h>


main ()


{


char *nama;


nama=”Lina Dewi”;


puts (nama);


}


bila program dijalankan, maka akan didapatkan hasil:


Lina Dewi



1.3 Putchar


Digunakan hanya untuk menampilkan nilai karakter.


Perhatikan contoh program berikut ini:


listing program 3.2 contoh penggunaan putchar


/* Nama program : putchar.cpp */


#include <stdio.h>


main ()


{


char a;


a=’B’;


putchar (a);


putchar (‘’n’);


putchar (‘-’);


}



bila program dijalankan, maka akan didapatkan hasil:



-



1.4 Cout


Fungsi cout hampir sama dengan printf, puts, maupun putchar. Perpedaannya terletak di:


1. Preprosesor


Jika menggunakan printf, puts, maupun putchar preprosesor yang digunakan adalah #include <stdio.h>, sedangkan pada cout preprosesornya menggunakan #include <iostream.h>.


2. Komentar


Pada printf, puts, maupun putchar komentar menggunakan simbol /* dan diakhiri dengan */, sedangkan pada cout komentarnya menggunakan simbol //.


3. Ganti Baris


Kalau printf, puts, maupun putchar ganti baris atau garis barunya menggunakan simbol ’n, sedangkan pada cout ganti baris atau garis barunya menggunakan simbol ’n atau endl.



2. Perintah Input


Perintah ini digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data ke dalam keyboard.



2.1 Scanf


Digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data melalui keyboard.


Perhatikan contoh program berikut ini:


listing program 3.3 contoh penggunaan scanf


1.)


/* Nama program : scanf.cpp */


#include <stdio.h>


main ()


{


int nilai, tugas;


printf (“Masukkan sebuah nilai:”); scanf(“%d”,&nilai);


printf (“Masukkan nilai tugas:”); scanf(“%d”,&tugas);


if (nilai>70 && tugas>=75)


printf(“Lulus’n”);


else


printf(“Tidak Lulus’n”);


}



Output:


image001












#include<stdio.h>


main()


{


int X;


printf("Masukkan sebuha bilangan bulat: ");


scanf("%d",&X);


printf("Bilangan yang dimasukkan adalah = %d’n",X);


}


2.) Output:


image002



2.2 Getch


Digunakan untuk membaca sebuah karakter tanpa di akhiri ENTER.


Bentuk umumnya adalah sebagai berikut:


Karakter=getch();


Getch membaca karakter tunggal yang dimasukkan lewat keyboard tetapi hasilnya tidak ditampilkan melalui layar.



2.3 Getche


Digunakan untuk membaca sebuah karakter tanpa di akhiri ENTER.


Bentuk umumnya adalah sebagai berikut:


Karakter=getche();


Getche membaca karakter tunggal yang dimasukkan lewat keyboard dan hasilnya akan ditampilkan pada layar.



2.4 Cin


Fungsi cin ini berpasangan dengan fungsi cout, dimana fungsi cin adalah untuk memasukkan nilai variabel ke dalam program melalui keyboard.


Perhatikan contoh program berikut ini:


listing program 3.4 contoh penggunaan cin



/* ---------------------------------*/


/* Program : cin.cpp */


/* ---------------------------------*/


#include <iostream.h>


main()


{


int kali, bil1, bil2;


float luas, keliling;


cout << "Masukan bilangan pertama:"; cin >> bil1;


cout << "’n”;


cout << "Masukan bilangan kedua:"; cin >> bil2;


kali=bil1*bil2;


cout << "’n”;


cout << "Hasil perkalian " << bil1 << ” dan “ << bil2 << “ adalah “


<< kali << endl;


}


Latihan dan jawaban


1. Buatlah program untuk menghitung luas dan keliling empat persegi panjang. Adapun rumus luas dari empat persegi panjang adalah Luas=panjang*lebar, sedangkan keliling empat persegi panjang adalah Keliling=2*(panjang+lebar). Panjang dan lebar dimasukkan melalui scanf.


Jawaban:



/* ---------------------------------*/


/* Program : soal1.cpp */


/* ---------------------------------*/


#include <stdio.h>


main()


{


int panjang,lebar,luas, keliling;


printf ("masukan panjang:"); scanf("%d",&panjang);


printf ("masukan lebar:"); scanf("%d",&lebar);


luas=panjang*lebar;


keliling=2*(panjang+lebar);


printf ("Jadi luasnya adalah : %d’n",luas);


printf ("Jadi keliling adalah : %d’n",keliling);


}



Output:


image003


2. Buatlah program menghitung luas dan keliling lingkaran. Adapun rumus luas lingkaran adalah Luas=phi*r*r, sedangkan keliling lingkaran adalah Keliling=2*phi*r. Catatan r adalah jari-jari dan phi = 3.141593. Jari-jari dimasukkan kedalam scanf.


Jawaban:



/* ---------------------------------*/


/* Program : soal2.cpp */


/* ---------------------------------*/


#include <stdio.h>


main()


{


int jari;


float luas, keliling;


printf ("masukan jari-jari:"); scanf("%d",&jari);


luas=3.141593*jari*jari;


keliling=2*3.141593*jari;


printf ("Jadi luasnya adalah : %f’n",luas);


printf ("Jadi keliling adalah : %f’n",keliling);


}



Output:


image004


SOAL!!!


1. Buatlah program untuk menghitung luas dan volume balok. Adapun rumus dari luas balok adalah Luas=(2*p*l)+(2*p*t)+(2*l*t), sedangkan volume balok adalah Volume=p*l*t. Catatan p adalah panjang, l adalah lebar, dan t adalah tinggi. Masukkan panjang, lebar, dan tinggi melalui scanf.


2. Buatlah program untuk menghitung nilai mata uang dalam bentuk dollar, yen, dan peso. Adapun inputannya adalah nilai rupiah, dengan rumus:


Dollar=rupiah/8250


Yen=rupiah/4000


Peso=rupiah/2500


Rupiah dimasukkan dengan scanf.


3. Buatlah program untuk menghitung luas segitiga. Adapun rumus dari luas segitiga adalah Luas=1/2 * alas * tinggi.


Alas dan Tinggi dimasukkan dengan scanf.


4. Buatlah program untuk menghitung luas lingkaran dengan menggunakan fungsi #define. Adapun rumus Luas Lingkaran=phi*jari*jari.


Jari dimasukkan dengan scanf.

Struktur Dasar Bahasa C

Modul 2


Struktur Dasar Bahasa C


Oleh : Hari Setiyani ST


1. Tipe Data


Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000.


Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif. Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu:
















































No


Tipe Data


Ukuran


Range (jangkauan)


Format


Keterangan


1


char


1 byte


-128 s/d 127


%c


Karakter/string


2


int


2 byte


- 32768 s/d 32767


%i, %d


Integer/bilangan bulat


3


float


4 byte


-3.4E-38 s/d 3.4E+38


%f


Float/bilangan pecahan


4


double


8 byte


-1.7E-308 s/d 1.7+308


%lf


Pecahan presisi ganda


5


void


0 byte


-


-


Tidak bertipe



Listing 2.1 Contoh pendeklarasian tipe data


/* Contoh Program : */


#include <stdio.h>


#include <conio.h>


void main()


{ int x;


float y;


char z;


double w;


clrscr(); /* untuk membersihkan layar */


x = 10; /* variable x diisi dengan 10 */


y = 9.45; /* variable y diisi dengan 9.45 */


z = ’C’; /* variable z diisi dengan karakter "C" */


w = 3.45E+20; /* variable w diisi dengan 3.45E+20 */


printf("Nilai dari x adalah : %i’n", x);


printf("Nilai dari y adalah : %f’n", y);


printf("Nilai dari z adalah : %c’n", z);


printf("Nilai dari w adalah : %.2f’n", w);


getch();


}


2. Konstanta


Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string.


Contoh konstanta : 50; 13; 3.14; 4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape, antara lain:


’a : untuk bunyi bell (alert)


’b : mundur satu spasi (backspace)


’f : ganti halaman (form feed)


’n : ganti baris baru (new line)


’r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return)


’v : tabulasi vertical


’0 : nilai kosong (null)


’’ : karakter petik tunggal


’” : karakter petik ganda


’’ : karakter garis miring



3. Variable


Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut:




  • Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf.


  • Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda,



  • Tidak boleh mengandung spasi.


  • Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb


  • Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.


Contoh penamaan variabel yang benar :


NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.


Contoh penamaan variable yang salah:


%nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb



4. Deklarasi


Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.



4.1 Deklarasi Variabel


Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah :


Nama_tipe nama_variabel;


Contoh :


int x; // Deklarasi x bertipe integer


char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char


float nilai; // Deklarasi variable bertipe float


double beta; // Deklarasi variable bertipe double


int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer


char *p; // Deklarasi pointer p bertipe char



4.2 Deklarasi Konstanta


Dalam bahasa C konstanta dideklarasikan menggunakan preprocessor #define. Contohnya:


#define PHI 3.14


#define nim “0111500382”


#define nama “Sri Widhiyanti”



4.3 Deklarasi Fungsi


Fungsi merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan atau dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam bahasa C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti printf(), scanf(), getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan. Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh programmer. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah:


Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi);


Contohnya:


float luas_lingkaran(int jari);


void tampil();


int tambah(int x, int y);



5. Operator


Operator merupakan simbol atau kata yang dapat digunakan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi, seperti menjumlahkan dua buah nilai memberikan nilai ke suatu variabel, membandingkan dua buah nilai, dsb.



5.1 Operator Penugasan


Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C berupa tanda sama dengan (“=”).


Contoh :


nilai = 80;


A = x * y;


Artinya: variable “nilai” diisi dengan 80 dan variable “A” diisi dengan hasil perkalian


antara x dan y.



5.2 Operator Aritmatika


Bahasa C menyediakan lima operator aritmatika, yaitu:


. * : untuk perkalian


. / : untuk pembagian


. % : untuk sisa pembagian (modulus)


. + : untuk pertambahan


. - : untuk pengurangan


Catatan: operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan.


Misalnya:


9 % 2 = 1


9 % 3 = 0


9 % 5 = 4


9 % 6 = 3






/* Contoh Program 2 */


/* Penggunaan operator % untuk mencetak deret bilangan genap antara 1 - 100 */


#include <stdio.h>


#include "conio.h"


void main()


{ int bil;


clrscr(); // untuk membersihkan layar


for (bil=1; bil<100; bil++)


{ if(bil % 2 == 0) //periksa apakah ’bil’ genap


printf("%5.0i", bil);


}


getch();


}



/*Contoh program 3 */


#include <stdio.h>


#include <conio.h>


void main()


{ clrscr(); // untuk membersihkan layar


printf("Nilai dari 9 + 4 = %i", 9 + 4); /* mencetak hasil 9 + 4 */


printf("’n");


printf("Nilai dari 9 - 4 = %i", 9 - 4); /* mencetak hasil 9 - 4 */


printf("’n");


printf("Nilai dari 9 * 4 = %i", 9 * 4); /* mencetak hasil 9 * 4 */


printf("’n");


printf("Nilai dari 9 / 4 = %i", 9 / 4); /* mencetak hasil 9 / 4 */


getch();


}



5.3 Operator Hubungan (Perbandingan)


Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variable. Operator hubungan dalam bahasa C:



5.3.1 Operator Arti Contoh


< Kurang dari x < y Apakah x kurang dari y


<= Kurang dari sama dengan x <= y Apakah x kurang dari sama dengan y


> Lebih dari x > y Apakah x lebih dari y


>= Lebih dari sama dengan x >= y Apakah x lebih dari sama dengan y


== Sama dengan x == y Apakah x sama dengan y


!= Tidah sama dengan x != y Apakah x tidak sama dengan y



5.4 Operator Logika


Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logikadigunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan.



Operator logika ada tiga macam, yaitu :


. && : Logika AND (DAN)


. || : Logika OR (ATAU)


. ! : Logika NOT (INGKARAN)



5.5 Operator Bitwise


Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memori. Operator bitwise dalam bahasa C:


. << : Pergeseran bit ke kiri


. >> : Pergeseran bit ke kanan


. & : Bitwise AND


. ^ : Bitwise XOR (exclusive OR)


. | : Bitwise OR


. ~ : Bitwise NOT



5.6 Operator Unary


Operator Unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand saja. Dalam bahasa C terdapat beberapa operator unary, yaitu:


Operator Arti/Maksud Letak Contoh Equivalen


· Unary minus Sebelum operator A + -B * C A + (-B) * C


· ++ Peningkatan dengan penambahan nilai 1 Sebelum dan sesudah A++ A = A + 1




  • Penurunan dengan pengurangan nilai 1 Sebelum dan sesudah A-- A = A - 1

· sizeof Ukuran dari operand dalam byte Sebelum sizeof(I) -


· ! Unary NOT Sebelum !A -


· ~ Bitwise NOT Sebelum ~A -


· & Menghasilkan alamat memori operand Sebelum &A -


· Menghasilkan nilai dari pointer Sebelum *A -


Catatan Penting !


Operator peningkatan ++ dan penurunan -- jika diletakkan sebelum atau sesudah operand terdapat perbedaan. Perhatikan contoh berikut:



/* Contoh Program 4 */


/* Perbedaan operator peningkatan ++ yang diletakkan di depan dan dibelakang operand */


#include <stdio.h>


#include <conio.h>


void main()


{


int x, nilai;


clrscr();


x = 5;


nilai = ++x; /* berarti x = x + 1; nilai = x; */


printf("nilai = %d, x = %d’n", nilai, x);


nilai = x++; /* berarti nilai = x; nilai = x + 1; */


printf("nilai = %d, x = %d’n", nilai, x);


getch();


}



/* Contoh Program 5 */


#include <stdio.h>


#include <conio.h>


void main()


{ int b, nilai;


clrscr(); // untuk membersihkan layar


b = 15;


nilai = --b; /* berarti b = b - 1; nilai = b; */


printf("nilai = %d, b = %d’n", nilai, b);


nilai = b--; /* berarti nilai = b; b = b + 1; */


printf("nilai = %d, b = %d’n", nilai, b);


getch();


}



6. Komentar Program


Komentar program hanya diperlukan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman suatu program (untuk keperluan dokumentasi program). Dengan kata lain, komentar program hanya merupakan keterangan atau penjelasan program. Untuk memberikan komentar atau penjelasan dalam bahasa C digunakan pembatas /* dan */ atau menggunakan tanda // untuk komentar yang hanya terdiri dari satu baris. Komentar program tidak akan ikut diproses dalam program (akan diabaikan).


Contoh program:


/* Contoh program 6 */


#include <stdio.h>


#include <conio.h>


void main()


{


clrscr(); /* Ini untuk membersihkan layar tampilan */


printf("Contoh Penggunaan Komentar"); //komentar tidak ikut diproses


getch(); /* Dan ini untuk menahan tampilan di layer */


}

PENGENALAN BAHASA C

MODUL I


PENGENALAN BAHASA C


Oleh : Hari Setiyani, ST.


1. Sejarah


Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Selanjutnya bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut bahasa B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. (sekarang adalah AT&T Bell Laboratories). Bahasa C pertama kali digunakan di computer Digital Equipment Corporation PDP-11 yang menggunakan system operasi UNIX. Hingga saat ini penggunaan bahasa C telah merata di seluruh dunia. Hampir semua perguruan tinggi di dunia menjadikan bahasa C sebagai salah satu mata kuliah wajib. Selain itu, banyak bahasa pemrograman populer seperti PHP dan Java menggunakan sintaks dasar yang mirip bahasa C. Oleh karena itu, kita juga sangat perlu mempelajarinya.



2. Kelebihan dan Kekurangan Bahasa C


Kelebihan Bahasa C


· Bahasa C tersedia hampir di semua jenis computer.


· Kode bahasa C sifatnya adalah portable dan fleksibel untuk semua jenis computer.


· Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci, hanya terdapat 32 kata kunci.


· Proses executable program bahasa C lebih cepat


· Dukungan pustaka yang banyak.


· C adalah bahasa yang terstruktur


· Bahasa C termasuk bahasa tingkat menengah


Kekurangan Bahasa C


· Banyaknya Operator serta fleksibilitas penulisan program kadang-kadang membingungkan pemakai.


· Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer



3. Mengenal Editor Bahasa C


3.1 Memulai Bahasa C


Buka Editor Bahasa C yang ada, seperti Bordland C, Turbo C, dan sebagainya. Semua program yang ada di tutorial ini bisa dicoba Turbo C.



3.2 Sekilas Mengenai Editor Turbo C


Untuk mengkompilasi Program, langkah-langkahnya sbb :




  • Pilih menu Compile dengan menekan Alt + C


  • Pilih Submenu Compile


  • Enter

Akan ditampilkan hasil kompilasi Program, tekan sembarang tombol


Untuk menjalankan program :




  • Pilih menu Run dengan menekan Alt + R


  • Pilih submenu Run dan tekan Enter


3.3 Menu-menu dalam Turbo C:


Menu-menu dalam Turbo C++ seperti terlihat pada gambar 1.



image001


Gambar 1.1 Tampilan Editor Turbo C++


File,terdiri dari :


(1) New, untuk memulai program baru


(2) Open, untuk mengambil atau membuka program


(3) Save, untuk menyimpan file/program


(4) Save as, untuk menyimpan file/program


(5) Save all, untuk menyimpan seluruh file/program


(6) Print, untuk mencetak program


(7) Exit, untuk keluar dari Turbo C


Edit, terdiri dari :


(1) Undo, untuk membatalkan pengeditan terakhir


(2) Redo, untuk kembali ke pengeditan terakhir yang telah di undo.


(3) Cut, untuk memotong bagian tertentu dari program.


(4) Copy, untuk menduplikasi bagian program


(5) Paste


(6) Clear, untuk menghapus bagian tertentu dari program


(7) Select All


Search, terdiri dari :


(1) Find…


(2) Replace…


(3) Search again…


(4) Browse symbol


(5) dst


View, terdiri dari :


(1) Class Expert


(2) Project


(3) Message


(4) Classes


(5) dst


Project, terdiri dari :


(1) App expert…


(2) New projext..


(3) Open project…


(4) New target…


(5) dst


Debug, terdiri dari


(1) run, untuk menjalakan program


(2) Stop over


(3) Target into


(4) Toggle breakpoint


(5) Dst



Tool, terdiri dari :


(1) Resource workshop


(2) Grep


(3) Winsight


(4) Winspector


(5) Key Map Compiler


Options, terdiri dari :


(1) Project….


(2) Target…


(3) Environment…


(4) dst


Window, terdiri dari :


(1) Cascade


(2) Tile horison


(3) Tile vertical


(4) dst


Help, terdiri dari


(1) Contens


(2) Keyword search


(3) Keybord


(4) dst



4. Proses Kompilasi dan Linking Program C


Proses dari bentuk source program, yaitu program yang ditulis dalam bahasa C hingga menjadi program yang executable ditunjukkan pada gambar berikut ini.


image002


5. Struktur Program C


Struktur dari program C dapat dilihat sebagai kumpulan dari sebuah atau lebih fungsi-fungsi. Fungsi pertama yang harus ada di program C sudah ditentukan namanya, yaitu bernama main(). Suatu fungsi di program C dibuka dengan kurung kurawal ( { ) dan ditutup dengan kurung kurawal tutup ( } ). Di antara kurung-kurung kurawal dapat dituliskan statemen-statemen program C. Di bawah ini merupakan struktur dari program C.


image003 Main()


{


Statetemen-statemen; fungsi utama


}



image004 Fungsi_Fungsi_Lain()


{ fungsi-fungsi lain


Statetemen-statemen; yang ditulis


} pemogram komputer



Bahasa C dikatakan sebagai bahasa pemograman terstruktur, karena strukturnya menggunakan fungsi-fungsi sebagai program-program bagian (subroutine). Fungsi-fungsi yang ada selain fungsi utama (main()) merupakan program-program bagian. Fungsi-fungsi ini dapat ditulis setelah fungsi utama atau diletakkan di file pustaka (library) dan akan dipakai di suatu program, maka nama file judulnya (header file) harus dilibatkan dalam program yang menggunakannya dengan preprocessor directive berupa #include.



6. File Header (*.h)


File header adalah fiel dengan ekstensi h (*.h), yaitu file bantuan yang digunalkan untuk menyimpan daftar-daftra fungsi yang akan digunakan dalam program. Dalam bahasa C, file header standar yang untuk proses input/output adalah <stdio.h>. Apabila kita ingin menggunakan file header yang telah disediakan oleh kompilator, maka kita harus menuliskannya di dalam tanda ‘<’ dan ‘>’ (misalnya <stdio.h>). Namun apabila kita menggunakan file header yang kita buat sendiri, maka file tersebut ditulis diantara tanda “” (misalnya “CobaHeader.h”). perbedaannya terletak pada saat pencarian file tersebut. Apabila kita menggunakan tanda < >, maka file header tersebut akan dianggap berada pada direktori default yang telah ditentukan oleh kompilator. Sedangkan apabila kalau menggunakan tanda “ “, maka file header dapat ditentukan sendiri lokasinya.


File header yang akan digunakan harus didaftarkan dengan menggunakan directive #include. Directive #includeberfungsi untuk memberitahuka kepada kompilator bahwa program dibuat akan menggunakan file-file yang didaftarkan.



7. Fungsi printf() dan scanf()


Dalam bahasa C telah disediakan fungsi pustaka, yaiu fungsi printf()yang berguna untuk menampilkan keluaran data dan fungsi scanf()yang berguna untuk membaca masukan data.


Contoh penulisan Program Bahasa C yang menggunakan printf().


1.)












#include <stdio.h>


void main()


{


printf(“Bahasa C’n”);


}



Output


image005












#include<stdio.h>


main()


{


int i;


printf("hello");


i=5;


printf(" ini nilai i : %d’n",i);


}


2.) Output:


image006


Contoh penulisan Program Bahasa C yang menggunakan scanf().












#include <stdio.h>


void main()


{



/*mendeklarasikan variabel x yang bertipe int */


int x;



/*menampilkan teks sebagai informasi bagi pengguna program (user) */


printf("Masukkan sebuah bilangan bulat :");



/*membaca data dari masukan keyboard*/


scanf("%d",&x);



/*menampilkan kembali data yang telah dimasukkan dari keyboard*/


printf("anda telah memasukkan bilangan %d", x);


}


Output


image007

Minggu, 02 Agustus 2009

Input Output

MODUL 6


Input Output



Input


Input adalah membaca data dari keyboard, mouse atau disk untuk disimpan didalam memory. Format untuk membaca input melalui keyboard adalah sebagai berikut :



Read (Varibel_list);



Variabel_List adalah serangkaian variabel yang dipisahknab dengan menggunakan koma. Read akan menghentikan program dan menunggu user memasukkan data. Data akan disimpan kedalam variabel_list setelah itu kursor tetap berada pada baris yang sama, tidak pindah ke baris yang baru.Perintah lainnya yang digunakan untuk memasukkan input dari keyboad adalah dengan menggunakan perintah Readln (Variabel_List). Readln ini pun akan meminta user memasukkan input, dan kursor akan berpindah ke baris baru.



Perhatikan contoh berikut!


Misalnya User memasukkan input seperti dibawah ini, dan a, b, c dan d semuanya adalah bilangan integer.



45 97 3


1 2 3



































Pernyataan


a


c


d


read (a);
read (b);


45


97


readln (a);
read (b);


45


1


read (a, b, c, d);


45


97


3


1


readln (a, b);
readln (c, d);


45


97


1


2



Pada contoh diatas terlihat bahwa dengan perintah line, kursor tidak berada pada baris selanjutnya, sedangkan dengan perintah readln, kursor akan berada pada baris selanjutnya



Pada saat membaca tipe data integer, perintah readln akan mengabaikan spasi sampai menemukan bilangan integer. Demikian pula dengan tanda koma, jika yang dibaca adalah tipe data integer, maka akan diabaikan pula. Sebagai contoh ketika membaca nilai 8253.67, maka akan dibaca sebagai 825367



Hal yang sama juga pada saat membaca tipe data real, perintah read/readln akan mengabaikan spasi sampai menemukan angka berikutnya. Untuk tipe data real seperti 0.678 harus ditulis lengkap, tidak boleh hanya menuliskan .678


Untuk tipe data konstanta tidak dapat diberi nilai, baik itu angka ataupun karakter.



deklarasi variabel




  • Contoh:

Int x; Int y; Int z; atau int x,y,z; Atau bisa juga : int x; int y; int z;




  • Variabel dapat dideklarasikan disetiap awal blok stetement


  • Blok statement (compound statement) adalah statement yang berada diantara { dan }

Operator


¨ Berdasarkan jenis operasinya operator dalam bahasa C dapat dikelompokkan sbb:




  • Operator Logika


  • Operator Aritmatika


  • Operator Relasi


  • Operator Bitwise

Tabel Operator logika





















Simbol


Fungsi


Contoh


&&


AND


(a= = b)&&(b<c)


||


OR


(a= =b)||(b-c)


!


NOT


!a


Tabel kebenaran



































A


B


!A


A&&B


A||B


True


True


False


True


True


True


False


False


False


True


False


True


True


False


True


False


False


True


False


False


Tabel Operator Aritmatika





































Simbol


Fungsi


Contoh


+


Penambahan


X = y + 6;


-


Pengurangan


Y = x - 5;


*


Perkalian


Y = y * 3;


/


Pembagian


Z = x / y


%


Module


A = 10 % 3;


++


Increment


X++;


--


Decrement


Z--;


Combined Operator


¨ Setiap ekspresi yang terbentuk :


<Variabel> = <Variabel> <Operator> <Exp> ;


dapat diganti


<Variabel> <Operator> = <Exp> ;




Output


Untuk menampilkan data pada layar, Pascal mempunyai dua perintah yaitu :


write (Argument_List );
writeln (Argument_List );


Setelah data ditampilkan, perintah writeln akan langsung pindah ke baris baru. Argument_List dapat berupa konstanta atau variabel. Jika ingin menampilkan string, maka harus menggunakan tanda kutip ( ‘ ) pada kedua sisinya.



Format Output


Statement Output adalah statement yang digunakan untuk mencetak hasil keluaran dalam pascal statement outputnya adalah Write dan Writeln. Bentuk umum: Write ([kalimat,] Identifier ); setelah cetak kursor ke samping.


Writeln ([kalimat, ] identifier,); setelah cetak kursor pindah baris

Contoh :


Write (‘hallo apa kabar’);


Writeln (‘kita ketemu lagi’);


Write (‘masukan nama anda:’);readln (nama);


Writeln (‘berapa usia anda;’);read (umur);


Writeln (‘terima kasih…..’ , nama);


Output


Hallo apa kabar kita ketemu lagi


Masukan nama anda :sinta


Berapa usia anda :


20 terima kasih ….. Sinta



Pada Pascal melakukan format untuk menampilkan output sangat mudah. Untuk setiap identifier atau literal pada argumen_list, format yang digunakan adalah


Value : field_width


Jika lebar data melebihi field_width yang telah ditentukan, maka format field_width yang telah ditetapkan akan diabaikan.



Contoh :


write (’Hi’:10, 5:4, 5673:2);



maka output akan ditampilkan seperti dibawah ini :



--------Hi---55673



Untuk tipe data real, format yang digunakan adalah sebagai berikut :



Value : field_width : decimal_field_width



Field_width adalah total lebar field, termasuk untuk desimal. Sedangkan decimal_field_width menyatakan banyaknya desimal yang akan ditampilkan. Perhatikan contoh dibawah ini :



write (573549.56792:20:2);



maka output yang akan ditampilkan adalah sebagai berikut :



-----------573549.57



Bahasa C ++


Mengapa C ?




  • Flexibility : mendekati low level language namun mudah dimengerti.


  • Portability : dipakai mulai dari komputer mikro sampai super komputer.


  • Bahasa yang banyak digunakan dalam ilmu komputer untuk membuat O/S dan program aplikasi,dll.


  • Didukung oleh banyak pustaka (libraries).


Struktur Bahasa C




  • C adalah salah satu bahasa pemrograman yang terstruktur.


  • Bahasa C terdiri dari fungsi-fungsi.


  • Tidak ada perbedaan antara prosedur dan dengan fungsi.


  • Setiap program C mempunyai satu fungsi dengan nama “main” (program utama).


  • Program akan dieksekusi dimulai dari statement pertama pada fungsi “main” tersebut.


  • Huruf besar dengan huruf kecil diartikan berbeda (case-sensitive).


  • Setiap statement diakhiri dengan semicolon (titik koma(;)).


  • Format penulisan fungsi secara umum

Deklarasi global variabel;


Return-type function-name (parameter)


{ deklarasi lokal variabel;


statemens;


return (value); }





  • Fungsi bisa diletakkan diatas atau dibawah fungsi “main”.


  • Fungsi yang tidak mengembalikan nilai tipenya (return-type) adalah “void”.

Void function-name (parameter-list)


{ deklarasi lokal variabel;


statements; }


Komentar


¨ Komentar dibatasi oleh pasangan /* dan */


¨ Komentar digunakan agar program lebih mudah dibaca dan dimengerti.


Variabel




  • Identifier yang digunakan untuk menampung data/informasi.


  • Format deklarasi variabel:

<tipe > <nama_variabel>;


<tipe> <nama_variabel> = <initial_value>;


Contoh: int a,b,c;


Float p,q;


Int x = 20;




  • ¨ Syarat penulisan variabel



  1. Diawali dengan huruf atau garis bawah dan selanjutmya bisa diikuti oleh huruf atau garis bawah atau angka.


  2. Panjang variabel max 32 karakter (ANSI)


  3. Tidak boleh menggunakan keyword

Contoh-contoh program


1. Penambahan dua buah bilangan


¨ Data telah berada di memori, hasil penjumlahan disimpan di memori.


/** Program Tambah **/ komentar


int x,y,z; Deklarasi variabel


void main( )


{ Program utama mulai


x = 20 Statement 1


y = 30 Statement 2


z = x+y Statement 3


Program utama selesai }



2. Program menghitung luas lingkaran


¨ Data jejari dibaca dari keyboard, kemudian hasil perhitungan ditayangkan dilayar monitor.


/*-----------------------------------


Program luas_lingkaran


-----------------------------------*/


#include <stdio.h>


const float Pi = 3.14 /*Deklarasi konstanta*/


void main( ) /*Program utama mulai*/


{


image003float jejari ; /*deklarasi local variabbel*/


foat luas ;


scanf(“%f”,&jejari); /*membaca data dari kyeboard*/


luas = pi*jejari*jejari;


print f(“Luas =%2.f”,Luas);


/*menampilkan hasil perhitungan dilayar/


/*program utama selesai*/


Tugas :



Buat program untuk menghitung jumlah dan rataan dari lima buah bilangan. Tampilkan bilangan dan hasil perhitungan dalam format yang sudah ditentukan :



Input : 45 7 68 2 34


Output : Banyaknya bilangan : 5


Bilangan1 : 45


Bilangan2 : 7


Bilangan3 : 68


Bilangan4 : 2


Bilangan5 : 34


==================


Jumlah : 156


Rataan : 31.2



Oleh : Abdusy Syarif, ST TM

IDENTIFIER

MODUL 5


IDENTIFIER



Identifiers adalah nama yang digunakan untuk menyimpan nilai pada variabel dan konstanta. . Judul atau nama program pun disebut dengan identifier.



Ada beberapa aturan yang berlaku untuk membuat identifier :


1. Harus diawali dengan huruf alfabet


2. huruf berikutnya dapat berupa karakter alphanumeric, karakter alfabet atau underscore ( _ )


3. Tidak boleh mengandung karakter berikut :


~ ! @ # $ % ^ & * ( ) _ + ` - = { } [ ] : " ; ’ < > ? , . / | ’



Beberapa identifier yang sudah digunakan pada bahasa pemrograman , tidak boleh lagi digunakan sebagai identifier. Contoh adalah sebagai berikut :



and array begin case const div do downto


else end file for forward function goto if


in label mod nil not of or packed


procedure program record repeat set then to type


until var while with cout cin printf scanf




Bahasa pemrograman juga memiliki pre-defined identifiers, sehingga kata-kata ini pun tidak bisa digunakan untuk identifier, yaitu :



abs arctan boolean char cos dispose eof eoln


exp false input integer / int ln maxint new odd


ord output pack page pred read readln real


reset rewrite round sin sqr sqrt succ text


true trunc write writeln



Perlu diketahui juga bahwa identifier pada Pascal tida case sensitive, artinya identifier ’LATIHAN’ akan sama dengan ’latihan’ atau ’Latihan’



Maksimun panjang karakter identifiers adalah 15 karakter.



Konstanta



Konstanta juga merupakan salah satu identifier. Sebuah konstanta dapat diberi nilai atau ditetapkan pada awal sebuah program. Nilai yang disimpan pada sebuah konstanta tidak dapat diubah.



Sintak penulisan konstanta adalah sebagai berikut :



const


Identifier1 = value;


Identifier2 = value;


Identifier3 = value



Sebagai contoh :



const


Name = ’Muhammad’;


FirstLetter = ’a’;


Year = 1997;


pi = 3.1415926535897932;


UsingNetscapeNavigator = TRUE;



Pada contoh tersebut nilai tipe data yang diberikan antara lain bertipe string, karakter, integer, real dan boolean. Tipe-tipe data ini akan dijelaskan lebih lanjut.




Operasi



Operasi yang dilakukan terhadap bilangan riil ada dua macam, yaitu operasi



aritmetika dan operasi perbandingan.



a. Operasi Aritmetika



Operasi aritmetika terhadap bilangan riil dengan sembarang operator


aritmetika akan menghasilkan nilai yang bertipe bilangan riil juga. Operator aritmetika yang berlaku pada bilangan riil adalah:



+ (tambah)



- (kurang)



* (kali)



/ (bagi)



Umumnya kompilator bahasa pemrograman membolehkan operasi


campuran, yaitu operasi aritmetika dengan salah satu operand-nya bertipe


bilangan riil sedangkan operand lainnya bilangan bulat. Oleh kompilator


tersebut, nilai operand bilangan bulat dikonversi menjadi bilangan riil. Hal ini


juga berlaku bila semua operand merupakan bilangan bulat, sedangkan


peubah penampungnya bertipe riil.



Sedapat mungkin di dalam algoritma kita menghindari operasi campuran.



b. Operasi Perbandingan



Operasi perbandingan terhadap bilangan riil dengan salah satu operator


relasional menghasilkan nilai boolean (true atau false). Operator perbandingan untuk bilangan riil adalah:



< (lebih kecil)



< (lebih kecil atau sama dengan)



> (lebih besar)



> (lebih besar atau sama dengan)



` (tidak sama dengan)



Pada operasi perbandingan terhadap bilangan riil tidak mengenal operator



kesamaan atau “=”. Hal ini karena bilangan riil tidak dapat disajikan secara


tepat oleh komputer. Misalnya 1/3 tidak sama dengan 0.3333333, sebab



1/3=0.33333333........... (dengan angka tiga yang tidak pernah berhenti).



Variabel



Variabel adalah identifier yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai. Berbeda dengan konstanta, nilai sebuah variabel dapat berubah pada saat program dijalankan (run time). Sintak dari variabel adalah sebagai berikut :



var


IdentifierList1 : DataType1;


IdentifierList2 : DataType2;


IdentifierList3 : DataType3;


...


IdentifierList dengan tipe data yang sama dapat ditulis dalam satu baris. Untuk memisahkan variabel yang berbeda tersebut, digunakan tanda koma ( , ).


Tipe data yang dapat digunakan untuk variabel antara lain :


- Integer : adalah bilangan bulat, dengan kisaran nilai antara -32768 sampai 32767


- Real : adalah bilngan desimal, dengan kisaran 3.4x10-38 sampai 3.4x1038. Tipe data real dapat ditulis dengan notasi fixed-point atau notasi scientific.


Sebagai contoh 452.13 dapat ditulis dengan 4.5213e2.


- Char : adalah bagian dari tipe data karakter. Sebagai contoh ‘a’, ‘1’, ‘+’ dan lain-lain. Tipe data ini harus menggunakan tanda kutip ( ‘ ).


- Boolean : adalah tipe data yang hanya bernilai benar (true) atau salah (false)


Berikut contoh beberapa deklarasi variabel :


var


umur, tahun, tingkat : integer;


IPK : real;


Huruf_mutu : char;


Status : Boolean;


Operator


Pada dasarnya ada tujuh macam operator, yaitu :


1. operator pemberian nilai, contoh : =


2. operator aritmetik , contoh : +, - , *, /, div, mod


3. operator pemanipulasi bit


4. operator Boolean, contoh : And, Or, Nand, Nor, Xor


5. operator pembanding, contoh : >, > , <, < , <>


6. operator himpunan, contoh : + (Union) , - (Selisih) , * (Intersection)


7. operator string, contoh : + (concat)


Tapi pada modul ini tidak akan dibahas semua operator tersebut, hanya beberapa


saja, mengingat keterbatasan yang ada.


Pemberian Nilai


Variabel adalah salah satu identifier yang dapat menyimpan nilai. Pemberian nilai kedalam sebuah variabel disebut dengan assignment (pemberian nilai). Untuk pemberian nilai tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sintak berikut :


variable_name := expression;


Tidak seperti bahasa pemrograman lainnya, untuk pemberian nilai, Pascal menggunakan tanda titik dua diikuiti dengan tanda sama dengan ( := ).


Nilai yang diberikan kepada sebuah variabel dapat berupa nilai tunggal (single value) atau berupa beberapa nilai (arithmetic sequence)


x := 385.385837;


x := 37573.5 * 37593 + 385.8 / 367.1;


Operator yang dapat digunakan untuk operasi matematika adalah sebagai berikut :







































Operator


Operasi


Operan


Hasil


+


Penambahan


real atau integer


real atau integer


-


Pengurangan


real atau integer


real atau integer


*


Perkalian


real atau integer


real atau integer


/


Pembagian bilangan real


real atau integer


Real


Div


Pembagian bilangan bulat


integer


Integer


Mod


Modulus (Sisa hasil pembagian)


integer


Integer


Berikut ini adalah contoh penggunaan operator aritmetik :


X := y + z ;


Z := a - b - c - d ;


L := 5 * 9 * 3.14 ;


X := a / b ;


C := 10 div 2 ;


D := i mod j ;


Operasi matematika akan menghasilkan nilai integer jika seluruh operand pada operasi tersebut bertipe integer. Jika salah satu operand bertipe real maka hasil operasi tersebut akan bertipe real, sebagai contoh :


3857 + 68348 * 38 div 56834, akan menghasilkan bilangan dengan tipe real, sedangkan bila operasinya sebagai berikut :


38573 div 34739 mod 372 + 35730 - 38834 + 1.1, maka akan menghasilkan bilangan real.


Setiap variabel harus diberi nilai yang sesuai dengan tipe variabelnya. Misalnya Anda tidak dapat memberi nilai integer terhadap sebuah variabel yang bertipe real, akan tetapi untuk beberapa kasus tipe data, pemberian nilai yang berbeda tipe dengan deklarasi tipe datanya dapat dilakukan. Sebagai contoh sebuah nilai dengan tipe data yang berbeda namun memiliki kisaran nilai yang lebih kecil dari kisaran tipe data variabelnya dapat dilakukan. Biasanya hal ini sering dilakukan pada saat memberikan nilai integer ke sebuah variabel bertipe real.


Latihan:


Tuliskan rumus berikut dalam notasi algoritma:


1. L = 1D2 . a . t L := 0.5 * a * t ;


2 2


2. C = V B + A C := Sqrt (sqr (B) + sqr (A)) ;


3. X = 2a2 + 2ab + c X := 2 * sqr (a) + 2 * a * b + c ;


2


4. Vt = Vo . t + 2 . a . t Vt := Vo * t + 2 * a * sqr (t)


5. a = 10 mod 3 a := 10 mod 3 ;



  1. b = 10 div 3 b := 10 div 3 ;


Buatlah sebuah algoritma dengan spesifikasi sbb:


(a) menampilkan tulisan ‘Halo, siapa namamu?’


(b) meminta pengguna memasukkan namanya


(c) menuliskan pesan ‘senang berteman denganmu, ‘ <nama yang dimasukkan>


Oleh : Abdusy Syarif , ST TM



 

Mata Kuliah Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER